
Seminggu telah berlalu, zakira benar benar telah pergi meninggal kan kota, bahkan zakira memblokir nomor milik Zion dan Zidan, tidak ada seorang pun yang bisa mengganggu nya sekarang.
Saat Zidan mencoba mendatangi rumah zakira, disana sudah kosong tidak ada siapapun bahkan barang barang milik zakira dan Zahir sudah tidak ada di rumah itu.
Seorang agen perumahan memberitahu Zidan bahwa si pemilik telah menjual kembali rumah itu 3 hari yang lalu, Zidan sekarang tidak tahu harus mencari zakira kemana, nomor Zahir pun tidak dapat di hubungi.
meskipun ingin memberi ruang kepada zakira, tapi mengetahui zakira berada jauh dari nya membuat nya khawatir.
Sementara Zion sudah mengerahkan orang orang nya untuk mencari keberadaan zakira ke seluruh kota, tidak untuk menemuinya namun hanya untuk mengetahui keadaan nya.
Namun sudah hampir 2 Minggu berlalu mereka belum juga mengetahui keberadaan zakira, hingga Zion stres di buat nya.
Semakin hari Zidan semakin merindukan sosok zakira, terlebih dia tidak tahu bagaimana keadaan nya membuat dia semakin gelisah.
Semua orang di rumah sakit sampai di buat heran dengan sikap Zidan yang berubah drastis setelah zakira memutuskan hubungan dengan nya.
Tak ada lagi senyuman ramah dari bibir nya, sepanjang hari Zidan terlihat murung dan tidak bersemangat, sampai Zee pun di buat stres dengan sikap Zidan yang seperti itu.
Karena Zidan tidak mau di ajak bicara oleh nya bahkan Zidan jarang makan sekarang membuat Zee khawatir dengan kesehatan nya.
" Apa dia seberharga itu sampai bisa membuat mu seperti ini hanya gara gara dia memutuskan mu ?" Ujar Zee, Zidan tidak mempedulikan nya.
" Zidan !" Bentak Zee, Zidan pun menoleh ke arah nya dengan wajah yang dingin.
" Kau akan terus sepeti ini ? Hanya karena wanita rendahan itu, hah ? "
" Jangan sebut dia wanita rendahan !" Bentak Zidan.
" Hah, kau masih membelanya lihat sampai ayah mu yang menangani mu ," ancam Zee seraya pergi dengan kesal dari ruangan Zidan.
Zidan menghela nafas panjang seraya memegang kepalanya yang mulai terasa sakit.
****
Sementara itu zakira sekarang tinggal di sebuah desa kecil di pinggiran kota, suasana nya sangat damai dan tentram karena hanya ada beberapa warga saja yang tinggal di sana.
Sedangkan Zahir sebenarnya masih tinggal di kota sebelum nya karena dia masih harus sekolah, namun saat libur dia berkunjung untuk menjenguk keadaan kakak nya yang kini tinggal sendirian.
Perasaan zakira sekarang sudah lebih baik, berada jauh dari kota dan dari orang orang yang di kenal nya membuat stres nya hilang perlahan.
Pagi ini zakira merasa badan nya kurang sehat, kepalanya pusing dan meriang juga merasa mual, hingga beberapa kali zakira muntah muntah.
Zakira membeli obat dari minimarket terdekat saja untuk meringankan sakit nya karena dia kira itu hanya demam biasa, tapi sudah tiga hari ini dia selalu merasa mual saat di pagi hari.
Zakira langsung berpikir kalau dia hamil, dengan perasaan gelisah dan takut zakira mencoba membeli tespek untuk memeriksa nya.
setalah beberapa saat menunggu, Zakira langsung ambruk sesaat setelah melihat hasil dari tes urin nya, dua garis yang terlihat sangat jelas dari dua tespek berbeda yang di genggam nya.
Tangan nya bergetar seraya terus memandangi kedua hasil tes urin nya itu, air mata nya langsung jatuh melihat kenyataan bahwa sekarang ada sebuah janin di perut nya.
" ini tidak boleh terjadi, aku tidak mau hamil," ucap zakira lirih.
Belum yakin zakira kembali melakukan tes sampai hampir sepuluh kali dan hasil nya sama tetap dua garis yang tertera sangat jelas.
" Kenapa hal ini harus terjadi kepada ku " keluh zakira merasa Tuhan selalu memberinya cobaan yang berat.
Terlebih sekarang zakira tidak tahu siapa ayah dari janin yang di kandung nya, karena terakhir dia berhubungan adalah bersama Zion namun di hari yang sama juga dia berhubungan dengan Zidan.
dia tidak yakin benih siapa yang tumbuh di rahimnya.
Merasa masih belum percaya zakira ingin memeriksanya lagi ke dokter kandungan, berharap kalau hasil tes tadi keliru.
Zakira pun terpaksa pergi ke kota lagi untuk pergi ke dokter kandungan karena di desa itu hanya ada bidan desa dan mungkin kalau dia memeriksa kan kehamilan nya orang orang bisa tahu kalau dia seorang pelacur.
****
" Anda sudah datang bulan bulan ini ?" Tanya seorang bidan.
" Harusnya Minggu ini saya mulai dapet," jawab zakira dengan perasaan tegang karena bidan itu tengah memeriksa kondisinya.
Beberapa saat kemudian bidan itu memberikan penjelasan tentang kondisi zakira, dan zakira sekarang harus menerima satu lagi kenyataan pahit baginya karena dia di nyatakan positif hamil, dan janin nya sudah berusia 2 Minggu.
Hal itu membuat seluruh badan nya terasa lemas, Zakira tidak menginginkan seorang bayi dalam kondisi hidup nya yang cukup sulit dan menderita ini, hingga terbersit di pikiran zakira untuk menggugurkan nya saja.
Tidak peduli siapa ayah nya yang jelas sekarang zakira tidak mau mempunyai seorang bayi.
Zakira mencari di website tentang bagaimana cara untuk menggugurkan bayinya sebelum perutnya semakin membesar, dia melihat perut nya di cermin walau belum membuncit tapi tetap saja membuat nya kembali stres.
Karena rata rata dari mereka bilang itu sangat sakit, sampai ada yang bilang ada seseorang yang sampai meninggal dunia, zakira jadi bingung apa yang harus dia lakukan.
Kalau orang orang di sekitar rumah nya tahu bahwa wanita lajang tiba tiba hamil akan membuat nya kembali di hina dan di rendahkan lagi.
Memikirkan hal itu zakira malah semakin frustasi hingga membuat nya mual lagi.
****
Di tempat lain segerombolan besar preman sedang merencanakan penyerangan terhadap Zion, Yap tentu saja dia adalah si ketua gengster yang sangat membenci Zion dan Karena waktu itu Zion mengeroyok nya dia akan membalas nya lagi sekarang dengan pasukan yang lebih banyak.
Zion yang kebetulan sedang sendiri di hadang oleh segerombolan preman yang bersiap untuk menghajarnya.
Merasa dia tidak akan mampu melawan mereka semua Zion segera meminta bantuan namun sayang ternyata geng nya telah mengkhianatinya, kini geng yang membantunya waktu itu juga sudah bersiap di depan nya untuk segera beraksi.
Zion langsung menancap gas dan menabrak beberapa orang di hadapan nya, Zion tidak akan kalah begitu saja alhasil mereka saling kejar kejaran di jalan yang ramai dengan pengendara lain.
Zion terus mencoba menghindari amukan para preman itu sampai tidak tahu arah kemana perginya, yang penting sekarang dia lolos dulu dari kejaran mereka.
Hingga Zion masuk ke sebuah desa kecil yang sepi dan masih rindang dengan pepohonan, di waktu yang tidak tepat bensin mobilnya habis alhasil mobil nya mati.
Zion buru buru turun dari mobil nya dan segera berlari pergi sebelum para gengster menyergap nya, Zion berlari masuk ke rimbun nya pepohonan di pinggir jalan.
Beberapa mobil milik si ketua dan beberapa anak buah nya menemukan mobil Zion yang sudah mati di tengah jalan itu, mereka pun menyebar untuk menemukan keberadaan Zion.
" Ambil senjata kalian, kalau kalian menemukan nya langsung saja tembak dia sampai mati," titah si ketua seraya memasukan beberapa peluru ke dalam pistol yang di genggam nya.
Sepertinya si ketua ini sekarang akan benar benar menghabisi Zion.
" Sialan kenapa dia ingin sekali aku mati " benak Zion seraya bersembunyi di semak semak.
" Sekarang aku harus lari kemana, " Zion sekarang sudah terpojok.
Hari mulai gelap namun beruntung nya keberadaan Zion belum di ketahui oleh satu orang pun dari para gengster itu.
Keadaan yang gelap memberi kesempatan buat Zion untuk mengendap endap tanpa ketahuan, namun ternyata para preman itu masih sangat gigih, mereka melihat ada sebuah pergerakan dan segera menembak nya sembarang.
Alhasil satu timah panas itu berhasil mengenai pundak Zion membuat nya mengerang kesakitan.
" Dia disini !" Teriak seorang preman memanggil si ketua dan teman nya yang lain.
Karena panik Zion langsung kabur tanpa melihat jalan di hadapan nya alhasil dia terjerembab masuk ke sebuah tanah yang miring.
Beruntung tebing itu tidak terlalu tinggi, Zion menemukan jalan beraspal, walaupun darah nya sudah membasahi seluruh bajunya, Zion masih terus berusaha melarikan diri, hingga dia menemukan sebuah pemukiman mungkin ada seseorang yang bisa menolong nya.
Dengan sisa tenaga yang tersisa Zion berusaha terus berlari ke arah pemukiman walaupun pandangan nya mulai kabur dan badan nya mulai lemas, hingga akhirnya dia ambruk di bawah sebuah jembatan kecil.
Entah kebetulan atau takdir zakira baru saja pulang dari minimarket untuk membeli beberapa makanan, saat itu zakira melewati jembatan kecil itu lalu dia mendengar seseorang yang terengah-engah dan mengerang kesakitan.
Karena keadaan yang sepi zakira jadi merinding, dia segera bergegas pergi tapi saat dia tiba di ujung jembatan suaranya terdengar semakin jelas terdengar berasal dari bawah jembatan itu.
Walaupun takut, zakira mencoba mendekati sumber suara takut nya benar orang yang terluka, saat zakira mengarah kan senter dari ponsel nya dia langsung terkejut melihat sosok Zion sudah terkapar lemah menyender ke sebuah pohon.
zakira kaget bercampur syok, bisa bisa nya dia bertemu dengan Zion dalam keadaan nya yang seperti itu.
Nampak Zion masih sadar, tapi dia tidak bisa melihat wajah zakira karena sorot cahaya yang zakira arah kan kepadanya membuat dia tidak bisa melihat nya.
Tanpa pikir panjang Zakira langsung menghampirinya.
" Kamu kenapa ?" Tanya zakira seraya membantu Zion bangun, namun baru di sentuh pundak nya Zion langsung mengerang kesakitan.
" Kau terluka ?" Zakira memeriksa keadaan nya, betapa kaget nya dia melihat darah sudah membasahi seluruh baju yang Zion pakai itu.
Zakira pun panik dan mencoba memanggil bantuan tapi Zion melarang nya karena takut para preman itu mengetahui keberadaan nya.
Zakira pun bingung harus melakukan apa kalau tidak boleh mencari bantuan, alhasil zakira membopong Zion ke tempat aman seraya membeli beberapa obat untuk mengobati luka Zion.
Zion nampak mulai kehilangan kesadaran nya, namun zakira terus membuat nya tersadar.
" Hei, Zion jangan tidur kau harus tetap terjaga." ucap zakira, mendengar namanya di sebut seketika Zion langsung membuka matanya kembali.
Saat itu Zion belum sadar kalau wanita yang menolongnya adalah zakira yang tengah dia cari cari keberadaan nya.
Zakira pun terpaksa membawa Zion ke rumah nya, yang niat nya dia rahasiakan tapi takdir malah terus mempertemukannya dengan sosok yang ingin dia jauhi.