The Rose

The Rose
kembali masuk ke kandang singa ll



Sepanjang perjalanan suasana Di dalam mobil terlihat hening, hanya terdengar suara zakira yang masih sesenggukan


" Aku tahu aku tidak berhak ikut campur, tapi apa tidak ada cara lain ?" Tanya Zidan memecah keheningan


" Andai saja ada, aku sudah melakukan nya sejak kemarin !" Jawab zakira, suasana kembali hening


" Kita sudah sampai ?" Tanya Zidan seraya celingukan ke luar jendela, lalu zakira menghela nafas dalam dalam dan menundukan kepalanya


Terlihat jelas bahwa sebenarnya zakira enggan kembali lagi ke rumah itu, meskipun terlihat mewah bak kastil tetapi orang di dalam nya membuat nya merasa seperti di neraka


" Kau mau aku bantu ?" Tanya Zidan saat melihat zakira tengah putus harapan, tapi dia menolak nya


" Kau tidak tahu dia orang seperti apa ! Dia bisa saja membunuh mu jika dia mau !" Ujar zakira, lalu dia membuka pintu mobil


Zidan melihat nya dengan tatapan nanar, seraya ikut turun dari mobil


" Dia sudah datang tuan !" Ucap seorang penjaga keamanan melapor kepada Zion


Zion langsung saja meluncur ke depan gerbang, saat melihat Zion dari kejauhan zakira langsung


Lemas sampai hampir kehilangan pijakan dan untung saja Zidan menyangganya


" Kau tidak apa apa ?" Zakira mengangguk , tapi Zidan melihat zakira sangat ketakutan, bahkan tangan nya sudah terasa dingin


Zion pun sudah sampai di depan gerbang dengan bibir tersenyum merekah namun saat dia melihat seseorang bersama zakira senyumnya langsung memudar


Gerbang besar itu pun di buka


" Bawa dia !" Suruh Zion kepada Dion, Dion segera berjalan menuju ke arah zakira


Zakira langsung melangkah ke belakang Zidan


" Aku mau melihat adik ku dulu, dimana dia !" Ujar zakira lirih dan suaranya mulai bergetar lagi


Zion langsung kesal melihat zakira berlindung di belakang pria lain, Zion langsung menghampiri mereka


Melihat Zion mendekat, Zidan langsung menghalangi zion dengan tangan nya


" minggir kau, Dia wanita ku ! " Ujar Zion


" Dia bukan istri mu bahkan bukan pacar mu, kenapa kau menyebut nya milik mu ?" Ujar Zidan sambil menatap tajam ke Zion


" Siapa kau berani bicara seperti itu kepada ku !!" Bentak Zion, zakira langsung tersentaj mendengar bentakan Zion, Zidan secara refleks melindunginya


Hal itu membuat Zion semakin murka, dia langsung mencengkram dan menarik baju Zidan


" Apa yang kau lakukan, sialan !! Siapa kau berani menyentuh dia !!" Bentak Zion di depan muka Zidan


Zakira semakin ketakutan mendengar Zion marah dengan nada bicara yang tinggi, Zion menyadari kalau dirinya sekarang malah membuat zakira takut


Akhirnya dia melepaskan Zidan dengan sedikit mendorong nya, lalu Zion mencoba menjaga emosi nya di depan zakira


" Kau harus pergi dengan ku !" Zion menggenggam tangan zakira dan hendak membawa nya pergi


" Aww sakit !!" Teriak zakira karena Zion memegang tangan zakira yang sedang terluka


" Apa yang kau lakukan dia sedang terluka !" Zidan mencoba melepaskan pegangan Zion ke zakira


" Siapa kau ikut campur urusan ku ? " Ucap Zion mencoba menahan emosinya


" Aku tidak mau ikut campur urusan mu, tapi kau menyiksanya aku tidak bisa membiarkannya !" Jawab Zidan membela zakira


" Aku !! Aku sudah membayar dia jadi terserah aku mau memperlakukan nya seperti apa !" Ujar Zion dengan sikap angkuh nya


" Dia seorang manusia ! dia berhak diperlakukan secara manusiawi dan juga dia seorang wanita, dia tidak pantas di perlakukan seperti ini !" Ujar Zidan mencoba menyadar kan Zion, Zion terdiam mendengar ucapan Zidan itu seraya menatap nya dingin


" Berapa kau membayar dia ? Aku akan membayar lebih asal kau lepas kan dia !" Ujar Zidan, zakira tercengang mendengar Zidan ingin menebus nya


Zion malah tertawa mendengar penawaran Zidan itu,


" Carilah wanita lain ,dia milik ku !" Jawab Zion datar


" Aku bukan pria seperti itu, yang mengencani wanita hanya untuk bersenang senang hal seperti itu membuat mu menjadi pria menjijikan !" Sarkas Zidan kepada Zion


Sontak Zion langsung marah dan hendak memukul Zidan,


" Kurang ajar !! Berani nya kau !!"


namun zakira dengan sigap mencegah nya


Zion langsung mengurung kan tinjuan nya,


" Dimana adik ku ? Tolong lepaskan dia !" Ucap zakira lagi


Dengan nafas yang terengah Zion melemaskan kepalan tangan nya seraya terus menatap tajam ke Zidan


" Bawa dia !!" Suruh zion ke asistennya


Zahir pun segera di bawa keluar dengan keadaan baik baik saja, membuat zakira lega namun tidak berlangsung lama karena zakira segera di giring masuk


" Kenapa kakak kesini ? " Tanya Zahir


" Kakak.."


" Sudah cukup dramanya, kau harus ikut dengan ku sekarang !" Zion memotong ucapan zakira lalu menarik zakira masuk ke dalam gerbang


" Hei brengsek ! Lepaskan kakak ku !" Teriak Zahir mencoba menyusul kakak nya, namun di cegah oleh beberapa penjaga


Begitupun dengan Zidan, dia hanya bisa menatap nya dari balik pagar,


" Hei sialan kau, aku akan membunuh mu dasar bajingan !" Teriak Zahir yang masih berontak ingin menyelamatkan kakak nya


Namun terlambat pintu gerbang di hadapan nya sudah mulai tertutup, dan dia tidak akan pernah bisa membebaskan kakak nya sekarang


Zidan menatap zakira dengan tatapan nanar, dia melihat zakira sudah pasrah dengan nasib nya namun di saat terakhir Zidan melihat zakira menatapnya dengan tatapan yang sama seperti saat mereka bertemu di rumah sakit, tatapan sendu yang meminta pertolongan


Zion pun segera membawa zakira ke dalam rumah nya, sementara Zidan dan Zahir menatap kepergian zakira dengan perasaan berat dan khawatir


" Aaaah ,sialan sialan !" Zahir terus mengumpat kesal seraya menendang nendang pagar besar di hadapan nya, sedang Zidan hanya berdiri tertegun menyaksikan semua hal itu.


****


" Selamat datang kembali !" Ujar Zion mencoba mengulang kembali sambutan yang gagal tadi


Tapi zakira hanya menatap nya dingin dengan mata yang masih sembab, lalu memalingkan muka nya dari Zion


" Aku akan memaafkan mu tentang drama kabur dan kejadian tadi !" Zakira masih tidak mau menggubrisnya


" Harus nya kau yang meminta maaf, dasar tolol !" Gerutu zakira di dalam hati


" Aku akan bersikap baik mulai sekarang, jadi jangan membuat ku kesal lagi ok !!" Ujar Zion datar dengan mimik wajah garangnya


Yang justru semakin membuat zakira kesal, di titik ini zakira memberanikan diri untuk berontak atas sikap semena mena Zion terhadap nya


" Kenapa aku ? Kenapa harus aku yang kau pilih sebagai mainan mu kenapa ? " Tanya zakira


Zion menghela nafas panjang lalu dia berjalan perlahan mendekati zakira


" Kau mau tahu alasan ku ? Kau yakin mau mengetahui nya ?" Zion berada tepat di hadapan zakira, lalu dia merangkul pinggang zakira lalu menarik nya ke pelukannya


" Lihat ini, mata yang indah.. garis wajah yang sempurna..hidung mancung..bibir mu manis.." Zion menyentuh semua bagian wajah yang dia sebutkan satu persatu


" Terlebih bagian ini aku sangat menyukainya !" Terakhir Zion mencium leher zakira


" Lepaskan aku !" Zakira mendorong Zion


" Wah kau sudah berani melawan ku sekarang ! Kau sudah tidak takut dengan ku hah ?" Ujar Zion dengan senyum smirk nya


" Kau dengar ini ! Kamu tidak akan pernah bisa lepas dari ku, meski kau ingin kabur aku akan menemukan mu lagi, jadi..!" Zion kembali merangkul zakira kini dari arah belakang


" Kau hanya perlu menurut pada ku, nanti aku akan memperlakukan mu dengan baik !" Lanjut nya, zakira mencoba melepaskan pelukan Zion namun Zion mendekapnya sangat erat


" Sekarang gantilah pakaian mu, dan bersiap lah kita harus pergi ke suatu tempat !" Zion pun melepaskan pelukan nya


****


Tak ada jalan lain untuk zakira saat ini, yang bisa dia lakukan hanya lah menuruti semua kemauan nya Zion


Saat dia masuk ke kamar nya sudah di siapkan sebuah dress cantik lengkap dengan tas dan sepatu serta perhiasan untuk nya


Bukannya merasa senang, zakira malah semakin ingin melepaskan diri dari Zion. Semua barang yang dia pakai adalah pilihan dan kemauan Zion,apapun yang zakira kenakan semuanya telah di atur oleh Zion. sehingga zakira merasa dirinya benar benar bak boneka mainan


Satu jam berlalu, tapi zakira masih belum bersiap, zakira malah duduk di bawah lantai sambil bersandar ke ranjang, dia menatap kosong ke luar jendela


Lalu seorang pelayan datang untuk menyuruh nya segera keluar karena Zion sudah bersiap untuk pergi, namun zakira tidak mempedulikan nya


Si pelayan pun melapor bahwa zakira masih belum bersiap, Zion pun turun tangan untuk menghadapi zakira.