
Zion masuk ke dalam kamar, dia melihat zakira masih dalam posisinya
" Kenapa belum bersiap, kita akan terlambat !" Ujar Zion, zakira tidak menggubris nya, kali ini Zion menahan dengan sekuat tenaga untuk tidak emosi
Zion berjalan menghampiri zakira, lalu dia berjongkok di hadapan nya
" Kau marah ? Kau sedang memberontak ?" Tanya Zion lagi, zakira memalingkan wajah nya karena enggan melihat wajah Zion
" Kau benar benar sudah mulai berani pada ku sekarang ? Kau sudah tidak takut lagi ? Itu bagus !" Ujar Zion malah merasa senang
Zakira masih tidak mempedulikan nya, Zion pun menghela nafas
" Baiklah mari kita buat sebuah kesepakatan !"
Zakira pun menoleh ke arah nya,
" Aku akan menuruti semua mau mu, asal kau juga menuruti semua mau ku, setuju ?" Zakira menatap nya ragu
" Kau tidak percaya pada ku ? " Zakira terdiam seraya menatapnya dingin
" Akan ku buat surat perjanjian nya !" Zion beranjak dari hadapan zakira Lalu dia pergi keluar dari kamar,
Zion menyuruh zakira untuk segera bersiap sementara dia membuat surat perjanjian
***
Beberapa saat kemudian zakira sudah selesai bersiap dengan menggunakan semua barang yang telah Zion siap kan untuk nya
Sedang Zion menunggunya di ruangan depan sembari memegang selembar kertas, zakira keluar lalu menghampirinya
Penampilan zakira terlihat sangat cantik membuat Zion sampai terkesima dan tak berhenti memandang kagum kepada nya dengan mata yang berbinar
Sementara zakira tidak mempedulikan nya, zakira merebut selembar kertas yang di pegang Zion
Zakira meminta sebuah pulpen untuk menambahkan beberapa keinginan
( Memberikan kembali ponsel milik ku, tidak mengawasi ku terus, bebas pergi kemanapun dia mau dan bertemu dengan siapapun, serta jangan pernah membentak atau melakukan kekerasan kepada ku atau kepada orang lain di depan ku ) isi tambahan dari zakira
" Kenapa banyak sekali tambahan nya !" Protes Zion
" Kalau kau tidak setuju aku akan kembali ke kamar !" Ucap zakira ketus
Dengan perasaan berat Zion akhirnya menyetujui nya, tapi untuk pergi ke luar Zion akan tetap mengawasinya, dengan perasaan berat zakira menyetujui nya asal dia bisa bebas pergi kemanapun
Kesepakatan pun berjalan lancar, dan sekarang zakira harus ikut dengan Zion pergi ke pesta yang di adakan di kasino milik ayah nya di luar kota
Kali ini Zion ingin pergi berdua saja tanpa di kawal dan tanpa asisten nya Dion
" Ini ponsel mu !" Zion memberikan ponsel milik zakira yang selama ini dia jabel, tanpa basa basi zakira langsung mengambil nya terlihat dia sangat merindukan ponsel baru nya itu
" Lihat aku menepati janjiku, jadi berhentilah memberontak dan berhentilah cemberut !" Ujar Zion , zakira hanya melirik nya sedikit lalu kembali fokus memeriksa ponsel nya
Sedang Zion masih memandangi zakira
" Aku tidak bisa menahan nya, kau terlalu menggemaskan !" Zion memegang kedua pipi zakira lalu memvakum bibir nya dengan sangat kuat
Zakira langsung terkejut menerima serangan mendadak itu sampai hampir kehabisan nafas karena Zion tanpa jeda terus mencium dan ******* bibirnya
" Apa yang kau lakukan !" Protes zakira seraya mendorong Zion agar dia menghentikan ciumannya, Zion terlihat belum puas dia kembali menarik zakira lalu dia mengecup secara beruntun kedua pipi zakira
" Yaaah !!" Teriak zakira merasa risih
" Kau sangat cantik, membuat ku gemas !" Ujar Zion , apalagi melihat muka zakira sekarang yang sedang kesal tambah membuat Zion semakin geregetan
" Berhenti melakukan itu !! Atau aku pukul kamu !" Bentak zakira malah membuat Zion tertawa
" Kau berani memukul ku ?" Tanya Zion dengan nada angkuh nya, zakira langsung tertegun
" Aku hanya bercanda !" Ujar Zion seraya tersenyum
" Jangan tersenyum, itu menyeram kan !" Sarkas zakira seketika membuat Zion menghentikan senyuman nya dan kembali ke mode kulkasnya
Mereka pun segera pergi, sepanjang perjalanan mereka berdua saling mendiam kan namun sesekali mereka saling melirik
Zakira sempat terpikat dengan pesona Zion yang terlihat gagah memakai setelan jas rapih dan memakai kacamata hitam
" Andai saja kelakuan nya sebaik penampilan nya, aku mungkin bisa betah selama di kontrak sama dia " ucap zakira di dalam hati seraya mengalihkan pandangan nya
" Kenapa kau bisa bersama dokter itu ?" Tanya Zion tiba tiba , membuat zakira juga jadi kepikiran Zidan
" Dia..dia menolong ku waktu itu !"
" Kenapa kau kabur, membuat ku khawatir saja !" Ujar Zion dengan nada sedikit kesal
" Menurut mu ?" Jawab zakira tak kalah jutek, membuat Zion langsung diam
" Aku masih harus kontrol !"
" Kita cari dokter lain !"
" Terserah lah !" Pungkas zakira kemudian memejam kan matanya
****
Sementara Zidan dan Zahir telah pulang ke rumah masing masing, Zahir nampak masih terpukul karena kakak nya harus pergi bersama pria kasar itu
Sedang Zidan harus menghadapi Zee yang tengah marah padanya gara gara kejadian tadi siang. Saat sampai di rumah ternyata Zee sudah pulang, Zidan pun mencoba menelpon nya
Namun panggilannya beberapa kali di tolak, tak mau ambil pusing Zidan pun berhenti menelponnya dan membiar kan saja nanti juga Zee akan luluh dengan sendirinya
Dia pun masuk ke kamar nya untuk istirahat, namun saat dia melihat kondisi kamar yang masih berantakan dan baju bekas zakira tergantung di kursi kerja nya membuat dia langsung kembali teringat zakira
Memikirkan bagaimana nasib nya sekarang, membuat nya jadi tidak tenang
" Apa dia akan baik baik saja ?" Gumam nya seraya mengambil baju bekas di pakai zakira
" Apa kita akan bertemu lagi ?" Ucap nya lagi
Zidan terlihat merasa kehilangan zakira padahal mereka baru berkenalan 2 hari yang lalu, atau mungkin karena Zidan terlalu bersimpati kepada keadaan zakira membuat nya terus merasa cemas.
****
Zion dan zakira sampai di tempat acara pada tengah malam, memang acara di tempat seperti ini selalu di gelar tengah malam sampai pagi menjelang.
Ini pertama kali nya zakira datang ke pesta, sehingga membuat dia gugup terlebih dia tidak mengenal siapapun yang ada di acara tersebut
Melihat zakira terlihat gugup, Zion berinisiatif untuk menggandeng nya, lalu berjalan dengan gagah nya membelah keramaian di tengah pesta
Kehadiran Zion menarik perhatian semua orang karena dia adalah anak sang bos mafia di sana, dan tentu saja seseorang yang di bawa nya seperti menjadi daya tarik tambahan
Suara musik yang terdengar sangat kencang hampir memekakkan telinga, minuman keras dan wine ada di mana mana, dan sudah pasti ada adalah para wanita penghibur yang sibuk memanjakan pria yang telah membayar mereka dengan berpakaian minim
Pemandangan yang membuat zakira mengkerut kan kening nya, bahkan sampai ada yang melakukan pergaulan di tengah tengah keramaian, membuat nya semakin bergidik
" Kenapa kau terlihat jijik melihat mereka ?" Tanya Zion seraya memberinya segelas minuman beralkohol
" Bukan kah kau juga melakukan hal seperti itu ?" Tanya Zion dengan enteng nya
" Aku memang pelacur, tapi aku tidak akan pernah mau melakukan hal seperti mereka di depan umum, aku masih punya rasa malu !" Jawab zakira kesal
" Benarkah ? kau sudah tidur dengan berapa pria ?" Zion mendekati zakira sampai dia terpojok, zakira ragu untuk menjawab nya
" Kenapa tak menjawab, dengan modal wajah cantik seperti ini pasti kamu langsung banyak dapat pelanggan ya kan ? " Tanya Zion semakin membuat zakira tersinggung
" Aku..baru tidur dengan satu pria saja !" Jawab zakira seraya menahan rasa kesal nya, Zion malah tersenyum melihat ekspresi zakira itu
" Aku kurang cepat ! " Ujar Zion
" Kau mau melakukan nya disini ? Ini akan sangat menyenangkan !" Zion menyimpan gelas minumannya lalu menarik zakira ke sebuah sofa panjang di dekat nya lalu membaringkan zakira di atas sana
" Hei berhenti ! Aku tidak mau melakukan nya !" Zakira mencoba berontak, tapi badan nya sudah di tindih oleh badan Zion yang tinggi besar itu
Namun belum sempat bercumbu seseorang memanggil nama Zion dengan sangat lantang
Membuat Zion langsung terperanjat dan segera menghadap ke orang yang memanggil nya tadi
Sementara zakira bisa bernafas lega, karena hampir saja dia melakukan sesuatu yang bisa membuat nya malu seumur hidup
Tapi kejadian di hadapan nya membuat zakira tidak bisa berkata kata, karena di hadapan banyak orang Zion di tampar oleh seorang pria paru baya yang sama menyeramkan nya dengan Zion
Ternyata dia adalah ayah nya Zion, zakira tidak tahu apa yang di lakukan Zion sampai membuat ayah sangat marah padanya, karena saat ini Zion di bentak dan di caci maki dengan kata kata yang kasar di hadapan semua orang
Bahkan di Katai anak haram oleh ayah nya sendiri, zakira sampai merasa iba melihat apa yang terjadi pada Zion sekarang
Merasa sangat di hina oleh ayah nya, Zion tidak mau berdiam diri dia pun melawan semua perkataan kasar dari ayah nya, terlebih soal anak haram, Zion balik menyalah kan ayah nya karena kelakuan bajingan dia lah Zion bisa lahir di dunia ini
Ayah nya semakin murka lalu menyuruh pengawal nya membawa Zion ke ruangan nya, entah apa yang akan dia lakukannya yang pasti bukan hal baik.
Zakira melihat mereka menyeret Zion entah kemana, alhasil zakira sendirian sekarang, baru beberapa saat zakira di tinggal sendirian sudah banyak pria yang menggoda nya
Zakira mencoba tidak meladeni mereka dan pergi ke luar, namun tatapan dan tangan nakal para pria bajingan disana terus tertuju padanya membuat nya semakin risih
Zakira pun berdiam diri di parkiran sembari menunggu Zion datang, hampir setengah jam zakira menunggu akhirnya Zion pun datang
dengan kondisi babak belur, bibir nya berdarah dan pelepis nya sedikit robek
" Ayo kita pulang !" Ajak Zion langsung masuk ke mobil. Di dalam mobil zakira tidak berani bertanya karena takut Zion malah marah padanya
Tapi zakira melihat jika Zion sedang menahan tangis nya, zakira baru tahu bahwa seorang Zion juga punya masalah dan bisa menangis juga