
Kehadiran Zion tidak serta Merta membuat ayah nya berhenti menyiksa zakira, dia bahkan berniat membunuh zakira di depan mata Zion.
Zion yang sudah sangat marah tanpa rasa takut dia menyerang ayah nya menggunakan stik besbol yang sengaja dia bawa.
Namun aksinya segera di hentikan oleh para ajudan ayah nya yang sudah bersiaga menjaga sang bos.
Namun karena emosinya sudah tidak bisa di bendung lagi, Zion bisa menghajar keempat antek itu dan kembali menghajar ayah nya.
Hingga membuat ayah nya sempat tersungkur, zion segera meraih badan zakira yang sudah terkapar,
" Zakira..maaf kan aku , aku mohon bertahan lah ! Ujar Zion dengan suara bergetar dan tangis yang sudah tidak bisa dia tahan lagi.
Ayah Zion kembali bangkit, dan bersiap menghajar Zion.
" Dasar anak payah !! Kau menangis hanya karena ****** ini !!" Bentak ayah Zion seraya mencengkram baju Zion.
Merasa posisinya sekarang tidak berdaya, Zion dengan terpaksa bersujud meminta maaf kepada ayah nya dan memohon supaya dia melepaskan zakira.
Zion bahkan berjanji akan tunduk kepada ayah nya selama hidup nya, asal ayah nya membiarkan zakira hidup.
Merasa keinginan nya telah terpenuhi yaitu membuat Zion tunduk lagi, ayah Zion pun mengabulkan permohonan Zion, namun sebagai taruhan nya adalah nyawa nya sendiri.
Ayah Zion mengancam Zion bahwa jika Zion mendekati atau bertemu lagi dengan zakira maka tidak segan dia akan memenggal kepala mereka berdua.
Walaupun bertentangan dengan keinginan nya namun Zion harus tunduk sekarang demi hidup zakira.
Ayah Zion pun pergi bersama antek antek nya, meninggal kan Zion dan zakira.
Zion segera menelpon ambulance, melihat kondisi zakira sekarang Zion tidak bisa berhenti menangis karena merasa sangat berdosa dan bersalah.
Dia tak henti hentinya menyalah kan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada zakira, Zion merangkul tubuh zakira yang berlumuran cairan ****** dan lebam di sekujur tubuh nya.
" Maafkan aku, maafkan aku !" Zion terus meminta maaf kepada zakira sambil menutup tubuh zakira dengan selimut.
****
Ambulance telah datang lalu segera memberi pertolongan pertama, dan segera membawa zakira ke rumah sakit.
Dalam perjalanan kondisi zakira semakin menurun, nafas dan detak jantung nya melemah hingga zakira harus mendapatkan bantuan kejut jantung
Tapi tiba tiba zakira batuk dan mengeluarkan darah dari mulut nya, semua orang panik karena itu sesuatu yang buruk.
Zion menyuruh ambulance berjalan lebih cepat karena kondisi zakira semakin kritis.
****
Zidan sedang bersiap untuk pulang, karena sebentar lagi jam kerja nya habis,
Hubungannya dengan Zee sudah kembali membaik, walupun Zidan masih belum terbiasa dengan statusnya sebagai pacar Zee.
" Kau masih harus bekerja ?" Tanya Zidan
" Hemm, aku malas sekali kalau harus gantian sip !" Keluh Zee
" Semangat !!" Ujar Zidan menggoda Zee, saat hendak mengoceh Zee mendapat panggilan darurat dia di suruh segera bersiap karena ada pasien kritis segera datang.
Zee pun bergegas ke UGD dan tak lupa berpamitan dulu ke ayang, walaupun Zidan terlihat tidak nyaman.
Zidan yang hendak pergi seketika langsung berhenti melihat ambulance datang dan betapa kaget nya dia saat melihat yang keluar dari dalam ambulance itu adalah zakira.
dia secara refleks berlari menghampiri nya dan membantu para tenaga medis lain membawa allura segera masuk ke ruangan UGD.
Badan nya langsung lemas saat melihat kondisi nya yang memprihatinkan, saat setelah zakira masuk ruang UGD Zidan melihat Zion berdiri di sebelah nya.
Zidan langsung melampiaskan kemarahan nya
" Apa yang kau lakukan ! Kau masih belum puas menghajar nya !! " Zion mencengkram baju Zion dengan sorot mata yang berapi-api.
" Aku tidak melakukan nya, sumpah !!" Ujar Zion dengan keadaan tak berdaya.
Namun karena terlanjur emosi Zidan tanpa ragu meninju Zion dan terus memaki nya, mendengar ada keributan beberapa petugas segera datang dan membawa mereka ke luar.
Zion tidak bisa berkutik kali ini, terlihat dia sudah tak sanggup berdiri dan hanya bisa tertegun menyesali dirinya sendiri.
beruntung para petugas keamanan segera melerai nya.
" Aaah, sialan ! Sudah ku bilang kau hanya akan membuat nya terluka lagi brengsek !" Teriak Zidan kepada Zion yang tengah duduk berjongkok bersandar pada tembok.
Di rasa keadaan tidak kunjung kondusif, seorang petugas keamanan membawa Zidan pergi ke tempat lain untuk membuat nya tenang.
Kini Zion sendirian, rasa bersalah terus membayangi nya, entah apa yang harus dia lakukan untuk menebus kesalahan besar nya itu.
****
Zahir belum mengetahui apa yang terjadi kepada kakak nya, namun saat dia pulang tak ada siapapun di dalam rumah.
Dia berkeliling ke sekitar rumah tidak ada siapapun, lalu saat dia melihat di lantai ponsel milik kakak nya yang telah hancur Zahir langsung berfirasat buruk.
Dia mencari kakak nya ke seluruh ruangan sambil memanggil namanya.
Tak mendengar jawaban, Zahir semakin panik, lalu dia mencari di dalam kamar betapa terkejut nya dia melihat keadaan kamar yang berantakan dan pakaian zakira yang berserakan di lantai.
Zahir segera menelpon Zion, saat menerima panggilan dari Zahir, Zion langsung kebingungan bagaimana dia menjelaskan situasi nya.
namun belum dia berbicara Zahir sudah membentak nya.
" Dimana kakak ku dasar bajingan !" Teriak Zahir, Zion harus bersiap menghadapi satu amukan lagi sekarang
" Di..di rumah sakit !" Jawab Zion terbata
" Aah dasar kau brengsek, aku benar benar akan membunuh mu kali ini !" Zahir segera bergegas pergi,
Saat tiba, betapa hancur nya hati Zahir mendengar kalau kakak nya sedang dalam keadaan kritis.
Saat tiba di UGD terlihat Zidan sedang menunggu disana, melihat Zahir tiba Zidan tak kuasa menahan haru .
Zidan segera memeluk Zahir yang terlihat sangat syok, Zahir tak kuasa lagi menahan tangis nya. Kini Zakira telah membuat tiga pria gagah itu menangisi dirinya yang malang.
****
Sementara di dalam ruangan UGD, Zee kini merasa iba melihat kondisi zakira.
" Kau mengenal nya ?" Tanya seorang dokter melihat Zee berkaca kaca dan sempat tertegun memandangi zakira
" Hah ! Tidak aku hanya prihatin saja dengan kondisinya !" Ujar Zee menyadarkan dirinya dan kembali fokus ke pekerjaan nya
Semua orang di dalam sana sedang berjuang menyelamatkan zakira yang kini tengah sekarat, berbagai macam selang dan sayatan telah memenuhi beberapa bagian tubuh zakira.
Setelah beberapa jam, berjuang di meja operasi zee dan beberapa dokter lain keluar dengan kabar baik.
Zahir dan Zidan langsung bisa bernafas lega mendengar kondisi zakira selamat, namun kondisi zakira masih belum bisa di katakan lepas dari masa kritisnya karena kini zakira dalam kondisi koma.
Setelah zakira di pindahkan ke ruangan lain, Zee menghampiri Zidan yang terlihat sangat gelisah.
" Kenapa kau disini ?" Tanya Zee ketus.
" Aku melihat dia keluar dari ambulans tadi, aku tidak bisa tidak mempedulikan nya !"
Mendengar jawaban Zidan, zee langsung merasa cemburu rasa iba nya terhadap zakira tadi kini telah hilang.
Zee berlalu begitu saja meninggal kan Zidan dengan perasaan kesal.
" Apa yang terjadi padanya ?" Zidan menghalau langkah Zee.
" Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya !" Jawab Zee ketus.
" Kau bisa tahu dari kondisi luka nya !" Zee jadi tambah kesal kepada Zidan karena terus menanyakan keadaan zakira terus.
" Kau bukan walinya, kenapa kau bertanya tentang hal seperti itu!" Bentak zee.
" Aku hanya ..!"
" Kau membuat ku kesal !" Potong Zee lalu berlalu pergi.
Zee semakin cemburu karena ini baru pertama kalinya dia melihat Zidan segelisah itu saat menolong orang lain. Dalam benak nya tersirat ketakutan bahwa Zidan mulai menyukai zakira.