The Rose

The Rose
cinta masih berkuasa di atas segalanya



Setelah hampir setengah jam Zion pingsan namun Zidan membiarkan nya tergeletak di lantai begitu saja karena Zidan sangat kesal padanya.


Zakira berdiri di luar rumah untuk menghirup udara segar dan menenangkan dirinya, Zidan menghampiri nya seraya memeluknya dari belakang.


" Kau baik baik saja ?" Ucap Zidan, zakira mengangguk pelan tapi wajah nya masih terlihat murung.


" Sebenar nya apa yang terjadi waktu itu ?" Tanya zakira pelan.


Zidan bingung harus menjawab apa, Zidan tidak mau zakira semakin merasa terpukul atas apa yang telah Zion lakukan.


" Kenapa diam ?" Tanya nya lagi melihat Zidan seperti enggan memberitahunya.


Zidan melepaskan pelukannya lalu berpindah kehadapan zakira.


" Zakira " ucap Zidan lalu dia terdiam lagi sambil meraih tangan zakira.


" Zion melakukan hal yang sangat buruk " zakira menatap nya penasaran menunggu Zidan melanjutkan ucapan nya. zidan menghela nafas berat lalu kembali melanjutkan ucapannya.


" Zion telah membunuh ayah nya zakira " ucap Zidan pelan, zakira langsung tertegun mendengar hal itu.


Mata nya mulai berkaca kaca dan tangan nya menjadi dingin, Zidan langsung menarik zakira kedalam pelukannya.


Seketika tangis nya pun pecah dalam pelukan Zidan.


" Aku takut ... " Ucap nya lirih


" Aku akan melindungi mu, aku berjanji aku tidak akan membiar kan mu sendirian lagi " ucap Zidan.


" Aku tidak mau bertemu dia lagi " lanjut zakira sambil menangis.


" Iyah, aku akan menyuruh dia pulang, aku tidak akan membiarkan dia membawa mu lagi, sekarang kamu aman dengan ku, ok !" Zidan menyeka air mata zakira.


" Kamu percaya padaku ,kan.?" Zakira mengangguk, lalu Zidan memeluk nya lagi.


****


Zion sudah bangun dan sudah mendapatkan kesadarannya kembali, Zion melihat kesekitar nya tidak ada siapapun, lalu dia mencari keseluruh ruangan mencari zakira, dia masih belum menyerah untuk memperjuangkan cintanya kepada zakira.


Kepalanya masih pusing tapi dia sudah sadar, Zion bergegas keluar rumah dan dia pun harus menyaksikan zakira sedang menangis di dalam pelukan Zidan.


Kecemburuan nya mulai menguasainya lagi, dengan lengan yang di kepal Zion berjalan menghampiri mereka.


" Lepaskan dia !!" Teriak Zion lalu dia menarik tangan zakira hingga pelukan Zidan terlepas.


" Jangan sentuh aku !!" Teriak zakira berusaha melepaskan genggaman Zion.


" Sudah cukup Zion, jangan paksa dia !" Zidan menahan tangan zakira yang sedang di genggam Zion.


" Aku tidak mau bersama mu," ucap allura seraya menangis.


" Apa ? " Zion langsung tertegun mendengar perkataan itu keluar dari mulut zakira langsung.


" Lepaskan aku ... " zakira masih berusaha melepaskan genggaman Zion, namun Zion menggenggam nya sangat kuat hingga zakira merasa kesakitan.


" Lepaskan, kau menyakitinya " Zidan ikut berusaha melepaskan genggaman Zion itu.


" Kau tidak mencintai ku lagi ?" Tanya Zion dengan mata yang mulai berkaca kaca.


" Jangan bahas itu sekarang" ujar Zidan


" Diam !! Aku sedang bicara nya pada dia " Zion menatap tajam wajah zakira.


" Katakan padaku kau masih mencintai ku !" ujar Zion dengan suara yang mulai bergetar.


" Aku membencimu, aku sangat membencimu, jadi tolong lepaskan aku !" mohon zakira.


Seketika hati zion langsung hancur, hilanglah semua harapan yang dia impikan selama ini untuk bisa menjalani hidup yang baik bersama zakira.


" Kau serius ? Katakan kalau kau hanya becanda, kau bilang kau mencintai ku kenapa sekarang kau membenci ku ?" Zion masih tidak bisa menerima kenyataan pahit yang harus dia alami sekarang.


" Sudah cukup kau membuat nya selalu berujung di rumah sakit, apa lagi yang kau harap kan darinya ? Kau ini bodoh atau apa ?" Potong Zidan sudah muak mendengar ucapan Zion yang dia anggap masih tidak tahu diri.


Zidan melepaskan paksa genggaman Zion, lalu membawa zakira pergi ke dalam rumah. Sementara Zion masih berdiri tertegun atas apa yang dia dengar dari mulut orang yang dia cintai.


****


Acara makan malam yang sudah mereka persiap kan pun kacau berantakan karena kedatangan Zion yang telah merusak suasana.


" Ayo kita istirahat !" Zidan menuntun allura ke atas tempat tidur, lalu membantunya berbaring dan menyelimutinya.


Zidan terus memeluk zakira hingga zakira terlelap di pelukannya. Terdengar zakira masih sesenggukan Zidan pun terus menemani nya hingga dia benar benar tertidur lelap.


Saat zakira sudah lelap tertidur, Zidan perlahan melepaskan pelukannya lalu dia menatap wajah zakira yang terlihat membengkak.


Zidan mengelus lembut rambut dan pipinya lalu dia mengecup mesra kening zakira.


Saat Zidan keluar dari kamar zakira dia melihat makanan di atas meja makan yang belum sempat mereka makan, dia pun kembali merasa kesal kepada Zion.


" Dia benar benar tidak tahu diri !" Gumamnya sambil membereskan semua makanan itu.


Saat hendak mematikan lampu, Zidan melihat Zion masih berdiri di depan rumah zakira.


" Orang ini benar benar menyebalkan " gerutunya lalu Zidan pergi keluar rumah untuk menghampirinya.


Mereka pergi ke taman komplek.


" Aku mencintai dia, aku benar benar mencintainya " ujar Zion mengawali pembicaraan.


" Aku tahu, tapi cara mu salah kau malah membuat dia merasa tidak nyaman," ujar Zidan datar.


" Lantas kau ? Kenapa kau tiba tiba datang di antara aku dan dia, kau mengganggu hubungan kita" Zion menatap dingin ke Zidan.


" Aku lebih mencintai nya " singkat Zidan.


" Kenapa kau yakin sekali kau bisa membuat dia bahagia ? "


" Karena aku akan menjadi alasan dia bahagia ," singkat Zidan lagi, Zion tersenyum kecil untuk meledek Zidan.


" Aku geli sekali mendengar nya "


" Tertawa lah karena sekarang zakira benar benar membencimu " ucap Zidan santai, mimik wajah Zion langsung berubah dingin lagi.


" Jangan percaya diri dulu, aku masih belum menyerah " ujar Zion


" Semoga berhasil !" Tukas Zidan seraya berlalu pergi.


" Lihat saja, aku akan membuat kau menyesal bersikap seperti itu kepada ku " gumam Zion seraya menatap sinis Zidan yang sudah berlalu pergi.


****


Saat sampai di rumah zakira, Zidan langsung masuk ke kamar zakira lalu dia naik ke atas kasur untuk tidur di samping zakira kemudian dia mendekap tubuh zakira hingga diapun ikut tertidur lelap.


Pagi pun menjelang, zakira telah bangun lebih dulu namun dia masih enggan beranjak dari tempat tidurnya.


Dia kembali berbaring di atas dada lebar Zidan.


" Aku harus bekerja, " ujar Zidan terdengar samar.


" 10 menit lagi, aku suka suara detak jantung mu." zakira memejamkan matanya lagi, Zidan hanya tersenyum lalu dia mengelus lembut rambut panjang nya.


" Kamu baik baik saja ?" Tanya Zidan, allura langsung bangun.


" Mata ku sakit, " keluh nya


" Ya ampun mata kamu bengkak ," ujar Zidan seraya memeriksa kondisi mata zakira yang memerah dan bengkak.


" Tapi kamu terlihat lucu," Zidan malah menertawakan wajah zakira yang terlihat membengkak.


" Benarkah ," zakira turun dari tempat tidur untuk melihat kondisinya di cermin.


" Aaah ! Wajah ku kenapa jadi begini," teriak zakira syok melihat kondisi wajah nya sekarang, tapi Zidan malah tidak bisa berhenti menertawakan nya.


" Kau menyebal kan !" Bentak zakira lalu dia pergi ke kamar mandi.


****


Zidan sudah akan pergi bekerja sekarang, tapi dia merasa berat melangkah karena dia harus meninggal kan zakira sendirian.


Zakira pun terlihat gelisah karena dia takut Zion akan kembali lagi.


" Aku tidak bisa libur bekerja, tapi aku akan terus menghubungi mu, nanti kalau ada apa apa aku akan segera datang " ucap Zidan, zakira mengangguk pelan.


" Kau mau aku libur saja ?" Tanya Zidan melihat zakira masih murung.


" Gak usah, aku akan baik baik saja, aku akan tetap berada di rumah dan mengunci pintu selama kamu pergi "


" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu yah " pamit Zidan sambil mengecup kening zakira, hal itu membuat zakira menjadi tersenyum.


Zidan segera pergi di iringi lambaian dan senyuman dari bibir manis zakira.


Zakira merasa beruntung dalam situasi nya sekarang dia memiliki seseorang yang bisa benar benar melindungi nya.


Saat Zion selalu memberinya luka dan air mata, Zidan selalu menyembuhkan luka nya dan juga selalu membuat nya merasa berharga.


" Terimakasih tuhan, kau telah mengirim dia ke dalam hidup ku " benak nya seraya melihat kepergian mobil Zidan yang perlahan menjauh.


****


Di sisi kehidupan yang lain, Zion nampak sangat frustasi masih pagi dia sudah menikmati minuman beralkohol lagi sambil menghisap rokok yang sudah habis beberapa bungkus.


Di dalam pikiran nya masih terngiang ucapan zakira semalam yang memutuskannya secara tidak langsung.


" Aaah, sialan aku harus bagaimana sekarang .!" Zion melempar rokok yang di pegang nya lalu menginjak injak nya sampai remuk.


" Menjadi baik saja tidak cukup buat dia, dasar ****** setelah kau membuat ku di mabuk cinta sekarang kau mencampak kan ku begitu saja ," gerutu Zion masih tidak terima kalau zakira telah memutuskannya.


Untuk mereda kan amarah nya Zion melempar bangku dan beberapa benda yang ada di meja ke dalam kolam renang.


Lalu Zion duduk di pinggiran kolam menatap ke dalam air kolam yang telah berubah keruh.


Zion merenungi dirinya sendiri yang telah berubah satelah dia bertemu zakira dan jatuh cinta kepadanya.


Dulu Zion tidak percaya dengan adanya cinta dan dia tidak pernah tahu apa itu cinta, namun saat dia bertemu zakira dia tiba tiba takluk oleh yang namanya cinta hingga membuat nya menyadari bahwa cinta memang masih berkuasa di atas segalanya termasuk uang.


Namun Zion masih tidak mengerti tentang arti cinta yang sesungguh nya bahwa cinta tidak akan selamanya indah dan tidak selalu membuat nya bahagia.