
Saat tengah tertidur lelap Zion mendengar zakira mengigau membuat nya terbangun, Zion merasakan badan zakira sangat panas dan berkeringat dingin
Zion langsung khawatir melihat keadaan zakira seperti itu
" Zakira ! Zakira ! " Zion mencoba membangunkan zakira
" Hemm !" Zakira pun bangun dengan keadaan lemah
" Jangan bangun, badan kamu panas !"
Seorang pelayan segera mengambil obat dan air serta handuk kecil untuk mengompres zakira, entah kerasukan apa Zion tiba tiba mau menjaga zakira sepanjang malam bahkan dia menolak bantuan dari pelayan nya untuk pertama kali nya. Zion terus mengompres kening zakira seraya memantau keadaan nya.
semua pelayan merasa heran melihat sikap Zion yang menjadi perhatian, itu sesuatu yang sangat aneh bagi mereka
Karena biasanya Zion tidak pernah mau peduli terhadap keadaan dan perasaan orang lain, termasuk semua wanita yang pernah dia sewa.
***
Saat pagi menjelang Zion segera bergegas untuk membawa zakira ke dokter, bahkan sebelum para dokter yang bertugas datang Zion sudah tiba di sana.
" Maaf tuan, tapi ada apa dengan mu akhir akhir ini ?" Tanya Dion yang juga ikut heran melihat Zion terlihat mengkhawatirkan keadaan zakira
" Memang aku kenapa ?" Bentak Zion
" Maaf tuan !" Dion langsung mingkem
Zakira segara di bawa ke ruang pemeriksaan
" Kamu lagi ?" Tanya Zidan menyambut kedatangan zakira
" Kalian saling kenal ?" Zion langsung menarik zakira ke belakang punggung nya
" Tidak, kita hanya beberapa kali bertemu di ruang pemeriksaan ini !" Jawab Zidan santai
" Siapa yang sakit ?" Tanya Zidan
" Dia !" Zion bergeser untuk membiarkan zakira lewat
" Ok, silahkan !"
Zakira pun duduk di tempat pemeriksaan, Zidan segera memeriksanya namun Zion nampak tidak percaya terhadap Zidan, dia terus mengawasi gerak gerik Zidan dari dekat hingga membuat Zidan tidak nyaman
" Anda bisa duduk di sebelah sana selama saya memeriksanya nanti saya panggil setelah pemeriksaannya selesai !" Ujar Zidan mencoba sopan
" Aku tidak percaya dengan mu ! Gimana kalau kau melakukan pelecehan kepada dia !" Jawab Zion dingin dengan mata yang menatap curiga
" Hah, kau kira aku ini apa ! " Zion merasa tersinggung dengan ucapan Zion tadi sehingga di dalam ruangan itu mereka berdua malah berdebat
" Menghormati seorang wanita selalu jadi visi ku sejak lahir !" Ujar Zidan membela diri
" Tapi kau tetap seorang pria, menurut mu kau bisa tahan saat kau berhadapan dengan wanita secantik dia !" Zion masih tidak mau kalah
Zakira merasa semakin pusing mendengar ocehan mereka berdua, dan hendak pergi tapi saat dia baru berdiri pandangan nya jadi gelap, zakira pun pingsan di hadapan dua pria itu
" Ya ampun !" Zidan sigap menolong zakira namun langsung di dorong oleh Zion dan hampir membuat nya tersungkur
" Jangan sentuh dia !" Zion mengangkat tubuh zakira yang sudah sangat lemas itu.
" Sebaiknya bawa dia ke ruang perawatan !" Saran Zidan
" Kau sudah memeriksanya ! Dia sakit apa ?"
" Kau membuat ku tidak konsentrasi, jadi aku belum bisa memastikannya sakit apa !"
" Dasar payah !" Umpat Zion seraya membawa zakira keluar dari ruangan pemeriksaan
" Hah yang benar saja !" Zidan merasa tersinggung karena telah di rendah kan oleh Zion
" Jangan sampai aku bertemu dengan nya lagi !!" Gerutu Zidan lalu kembali ke tempat duduk nya tapi dia masih kesal dengan sikap arogan Zion tadi.
****
Zakira akhirnya di periksa di ruang perawatan lanjutan, karena kondisinya semakin parah dia harus di infus
Zakira kini di tangani oleh Zee, karena sesama wanita Zion bisa tenang dan tidak merasa cemburu sehingga Zion bisa membiarkan Zee melakukan pemeriksaan tanpa harus di awasi oleh nya
Zion benar benar sangat protektif terhadap siapa saja yang mendekati zakira terutama seorang pria.
" Anda walinya ?" Tanya Zee
" Iya, kenapa dia ?" Jawab Zion ketus, membuat Zee merasa tidak nyaman
" Sepertinya dia mengalami syok berat yang membuat nya stres, dia harus banyak istirahat dan menenangkan pikiran nya !" Ujar Zee kepada zion
" Dia bisa pulang sekarang ?" Tanya Zion masih dengan wajah datar dan sikap dinginnya
" Sebaik nya dia di rawat inap untuk mendapatkan perawatan yang maksimal !" Jawab Zee mencoba tetap ramah
" Aku akan merawat nya di rumah !"
" Sebaiknya dia di rawat dibrumah sakit sekitar 2 Sampai 3 harian !" Ujar Zee, namun Zion yang keras kepala keukeuh ingin membawa zakira pulang
" Baiklah, tapi tunggu setidak nya sampai infusan nya habis !" Zee pun mengalah
***
Saat waktu istirahat makan siang, Zidan berniat melihat keadaan zakira, namun ternyata Zion masih bersiaga di sana
" Kenapa kau kesini dokter payah !" Ujar Zion langsung membuat Zidan kesal lagi
" Aku dokter di sini, jadi aku punya hak untuk memeriksa setiap pasien yang di rawat di sini !" Jawab Zidan tegas
Zion beranjak dari tempat duduk nya lalu dia melangkah mendekati Zidan
" Kau jangan coba coba menyentuh nya, meski hanya untuk memeriksa keadaan nya !" Ujar Zion dengan nada yang mengintimidasi semakin membuat Zidan kesal
Namun untung nya Zee segera datang melerai
" Ada apa ini Zidan ?" Zee menarik Zidan dari hadapan Zion
" Kau pacar nya ? Urus dia baik baik !" Ujar Zion, Zee tak mau memperpanjang masalah dia pun membawa Zidan pergi dari ruangan itu
" Kau mengenal mereka ?" Tanya Zee
" Tapi pria itu, sangat menyebalkan kita baru bertemu tapi dia sudah berani menghina ku !" Zidan malah kembali kesal
" Sudah lah ! Kau harus makan sekarang !" Zee memberikan Zidan kotak makan siang nya
" Tapi menurut ku si pria itu memang menakut kan dan menyebal kan, tadi dia keukeuh mau membawa pacar nya pulang padahal kondisinya masih belum stabil, dasar cowok egois !" Ujar Zee seraya menikmati makanan nya
" Apa ? Dia mau membawa nya pulang ? Dia masih harus di rawat Zee !"
" Iyah aku tahu, aku tadi sudah menjelas kan nya tapi dia malah marah !"
" Ini gak boleh dibiarin !" Zidan beranjak dari meja makan dan bergegas pergi ke ruangan tempat zakira di rawat
Di sana zakira sudah mau di bawa pulang meski keadaan nya masih lemah
" Hei dia masih harus di rawat di rumah sakit !" Zidan menghadang Zion
" Urus saja urusan mu sendiri !" Zion mencengkram baju Zidan lalu mendorong nya, lalu dia melanjutkan membawa zakira pulang menggunakan kursi roda karena zakira terlalu lemas untuk berjalan
Saat melewati Zidan, zakira menatap sayup kepada nya seperti mengartikan sesuatu. Zidan yang merasa ada yang tidak beres berniat untuk mencegah lagi Zion membawa pulang zakira namun Zee datang untuk mencegah nya
" Jangan ikut campur urusan orang lain !" Ujar Zee, Zidan mengerti dengan ucapan Zee akhirnya Zidan hanya bisa membuat Kanya begitu saja.
****
Dalam perjalanan pulang Zidan masih kepikiran dengan apa maksud dari pandangan yang zakira berikan kepada tadi
" Kenapa aku jadi merasa khawatir ! Apa dia meminta tolong atau apa ? " Gumam nya
" Tidak tidak, mungkin dia hanya tidak sengaja melihat ku saja tidak ada arti apa apa !" Ujar nya menenangkan pikirannya sendiri
Tiba tiba Zee menelpon nya
📞 Kenapa Zee ?
📞 Aku sudah mengirimkan undangan pesta ulang tahun ku, kau harus datang !
📞 Benar kah ?
📞 Aku gak mau tahu sesibuk apapun kamu kamu harus datang ! Aku mau bilang sesuatu juga ! Jadi kamu harus datang titik
Zee langsung menutup telepon nya
" Ya ampun dia ini !" Gumam zidan sambil tersenyum
Zee adalah teman dekat Zidan, sedari kuliah mereka hanya teman tapi mesra. Orang tua Zidan sudah sangat mengenal Zee sampai mereka ingin menjodohkan mereka berdua, tapi waktu itu Zidan menolak karena beralasan belum siap menikah.
Zee anak bungsu keluarga dokter 3 generasi, sudah tentu sosok yang ideal untuk di jadikan istri buat Zidan tapi Zidan tidak mencintainya, Zidan nyaman dengan nya hanya sampai sebatas teman saja.
****
Kondisi zakira masih belum baikan, tapi kini dia di tinggal sendirian oleh Zion karena dia harus pergi ke kasino nya, tapi justru hal itu membuat zakira nyaman , tidak ada Zion di sekitar nya membuat nya merasa tenang.
Selama seharian full zakira hanya berbaring di atas kasur, untuk makan dia di layani oleh para pelayan Zion. Untuk sesaat dia menikmati pelayanan dan rumah mewah ala sultan yang selalu dia impikan, namun setelah dia sadar posisi nya zakira langsung merasa sedih lagi dengan nasib nya
" Apalah arti semua kemewahan ini kalau aku hanya sebuah mainan pria agresif itu !" Keluh zakira lalu kembali menarik selimut untuk menutupi seluruh badan dan kepalanya
" Apa Zahir sudah sembuh ?" Zakira tiba tiba teringat kepada Zahir yang masih sakit, zakira pun menelpon nya
" Kakak, kapan pulang ? Aku takut sendirian terus di rumah !" Ucap Zahir
" Kau ini kayak bocah ajah ! Nanti mungkin semingguan lagi, soal nya kakak dapat tugas keluar kota !" Ujar zakira berbohong lagi
" Apasih sebenar nya kerjaan Kakak ini, kelihatan nya sibuk banget ?" Tanya Zahir serius
" Euuh !" Zakira mencoba memikirkan pekerjaan yang masuk akal buat dirinya " kakak kerja jadi sales barang elektronik, jadi kakak harus terus mengejar target makanya kakak pindah pindah kota supaya penjualan nya banyak !" Dalih nya
Zahir terdengar tidak bersuara, membuat zakira panik jangan jangan dia sudah tahu semua kebohongan nya selama ini, tapi ternyata Zahir sedang berada di dalam kamar nya, dia melihat semua barang mewah yang berserakan di atas kasur nya
" Terus barang barang mewah ini kakak dapat dari mana ?" Tanya Zahir, membuat zakira panik
" Barang mewah ? Ya ampun aku lupa membereskan nya !" Gumam nya dalam hati
" Itu ..itu barang kw, kakak beli dari online !" Ujar nya seraya menggit bibir bawah nya berharap kali ini Zahir mempercayai nya lagi
" Tapi ini kaya asli, bahkan ada kalung berlian juga !"
" Hei kamu ini gak sopan ngeliat liat barang orang kek gitu, keluar kamu dari sana !!" Bentak zakira mulai kesal karena dia sudah kehabisan ide buat berbohong, karena sebenar nya semua barang itu memang asli pemberian dari Rendy waktu itu.
" Iyah Iyah !" Zahir pun menurut
" Yaudah, kalau kamu sudah sembuh kakak jadi tenang sekarang, nanti kakak kirim kamu uang lagi yah buat uang jajan !"
" Iyah makasih !" Zakira pun menutup teleponnya
Lalu menjatuhkan lagi badan nya di atas kasur mewah dan super empuk itu.
Lalu dia menghela nafas panjang,
" Aku tidak bisa terus menyembunyikan semua hal ini dari Zahir!" Gumamnya
" Apa aku bisa pergi dari sini ? Aku tidak bisa bertahan lebih lama dengan orang kasar seperti dia ! " Keluh zakira
" Oh Iyah siapa tahu aku bisa membatal kan kontrak nya, toh uang nya belum aku pakai !"
Zakira menghubungi Nanda untuk meminta dia agar membatal kan kontrak nya dengan Zion . Nanda bilang jika membatalkan kontrak dia akan mendapat biaya pinalti, bisa bisa sampai 2 kali lipat dari harga yang di berikan si pengontrak
Mendengar harga yang sangat pantastis membuat zakira mengurungkan niat nya tadi,
" 5 miliar ? Bagaimana penampakan uang sebanyak itu ?"
" Tapi tunggu dulu, aku di kontrak seharga 5 miliar tapi aku hanya dapat 500 juta ? Kemana sebagian lagi ?" Zakira baru ngeuh kalau uang yang di terimanya tidak sesuai dengan perjanjian yang telah di sepakati, dimana mestinya dia mendapat bagian lebih banyak
" Waah si Karin udah gila dia ! Udah membobol uang nya si Zion pake ngambil bagian aku lagi !" Gerutu zakira lalu dia mencoba menelpon mamih Karin
Namun panggilannya selalu di tolak, dia pun menelpon Nanda lagi, Nanda bilang dia tidak tahu kalau Karin mengkorupsi bagian zakira, tapi karena Nanda peduli kepada zakira dia akan mencoba menanyakan nya kepada Karin dan mengurusnya.
***
Tanpa zakira sadari di dalam kamar itu sudah di pasang cctv yang juga bisa merekam suara nya, yang tentu saja semua yang dia lakukan dan katakan akan di ketahui oleh Zion.