
Setelah Zion pergi, zakira langsung membuka matanya
" Aku harus segera pergi !" Ujar zakira memohon kepada si perawat
" Baik, tapi kita harus mengatur rencana dulu untuk mengelabui para penjaga !"
****
" mau ke mana ?" Tanya seorang penjaga melihat si perawat membawa zakira keluar menggunakan kursi roda
" Karena dia sudah seharian tidur, jadi sekarang aku akan membawa nya ke taman, biar dia menghirup udara segar !" Dalih si perawat
Dua penjaga itu percaya, tapi ternyata mereka mengikuti kemana pun si perawat membawa zakira
" Bagaimana ini ? Mereka terus membuntuti kita ?" Bisik si perawat, zakira langsung memikirkan rencana b untuk membuat dua pengawal itu berhenti mengikuti mereka
" Kita coba rencana yang lain, aku akan beralasan ingin pergi ke toilet !"
" Hei, kenapa kalian berbisik bisik ?" Tanya salah satu pengawal mengagetkan mereka berdua
" Dia bilang ingin ke toilet dulu !" Jawab si perawat
Lalu si penjaga mengisyaratkan supaya mereka segera pergi
" Maaf pria hanya bisa sampai disini !" Ujar si perawat, lalu terus mendorong zakira masuk ke dalam toilet, si perawat sengaja hanya mengantarkan zakira sampai depan pintu masuk supaya terlihat tidak mencurigakan
" Kenapa kau tak ikut masuk ?" Teriak salah satu pengawal
" Dia bilang ingin masuk sendiri !" Balas si perawat berteriak juga
Setelah beberapa menit zakira tidak juga keluar, si perawat pun segera masuk lalu berpura pura panik, lalu berteriak kalau zakira kabur lewat jendela pentilasi yang terbuka
Kedua penjaga pun langsung panik , mereka segera memeriksa ke dalam toilet itu, semua WC terbuka kecuali ada satu yang tertutup namun saat di ketuk ternyata orang lain, dan dia berteriak karena ada pria yang masuk ke dalam toilet perempuan, si wanita mengancam akan melaporkan mereka berdua
Para pengawal pun mundur, dan segera bergegas mencari zakira mereka duga zakira belum pergi jauh, padahal zakira ternyata bersembunyi bersama wanita tadi di dalam satu WC itu
" Terima kasih banyak atas bantuan mu !" Ujar zakira lalu dia bergegas keluar menyusul si perawat tadi
" Cepat cepat, sebelum para pengawal sadar !" Ujar si perawat menuntun zakira keluar lewat jalur khusus karyawan
****
salah satu pengawal pergi ke posisi toilet tadi berada dari luar, dan ternyata itu sangat tinggi, tidak mungkin zakira melompat dari sana
" Sial, kita di tipu ! Cari lagi di dalam rumah sakit !" Ujar salah satu pengawal kepada teman nya lewat telepon
Mereka berdua kembali berpencar mencari di setiap toilet dan ruangan yang ada di rumah sakit itu, untung nya zakira sudah berhasil keluar dari rumah sakit
" Terimakasih banyak, aku akan membalas semua kebaikan mu, aku janji !"
" Sudah itu nanti saja, sekarang kau harus bergegas pergi !" Suruh si perawat
Zakira pun bergegas pergi dari rumah sakit itu, sedang kan si perawat kembali masuk dari jalur yang sama dan dia berpapasan dengan salah satu pengawal
" Kau tau kita di tipu ?"
" Apa ? " Jawab nya pura pura kaget
" Kau yang salah dasar bodoh ! Kau sesama wanita kenapa tidak ikut masuk, sekarang habislah kita !" Dengan wajah yang cemas dia melanjutkan mencari zakira
" Kau lebih bodoh ! Dasar bego !" Gumam si perawat
Zakira terus berjalan menyusuri jalan , dengan badan yang masih terasa lemas dan kaku dia berusaha untuk bisa terus berjalan sejauh mungkin dari rumah sakit supaya Zion tidak bisa menemukan nya
****
Sementara di tempat lain, pesta ulang tahun Zee berlangsung meriah, dia di perlakukan bak putri raja oleh semua tamu yang datang termasuk Zidan
Dan tepat sebelum meniup lilin Zee menyampaikan sesuatu yang menurut nya penting, semua tamu pun diam dan suasana menjadi hening mereka siap untuk mendengar kan apa yang akan dia katakan
" Euh sebenar nya ini memalukan tapi...aku harus mengatakan nya ! Aku telah bertemu seseorang yang membuat ku jatuh cinta sejak lama !" Ujar nya
" Huu..." Terdengar para tamu bersorak dan bertepuk tangan, membuat Zee tertawa salting
" Aku serius, aku sudah memberikannya kode cinta, tapi dia masih tidak peka !"
" Huu, kasihan !" Sorai seluruh tamu lagi
" Tapi aku masih tetap mencintainya !" Zidan sudah tahu yang di maksud Zee adalah dirinya, tapi Zidan tetap ingin terlihat tenang
" Zidan ! " Setelah Zee menyebutkan namanya serentak Semua mata tertuju kepada Zidan
" Aku mau kita lebih dari sekedar teman ! Aku mau kamu jadi pacar ku !" Dengan percaya diri Zee menyatakan cinta nya kepada Zidan di depan seluruh tamu sontak membuat Zidan bingung harus menjawab apa
" Datang lah kesini ! Jika kau menerimaku tiup lah lilin ulang tahun ku, tapi jika kamu menolak biar kan lilin nya tetap menyala !" Ujar Zee
Kebimbangan langsung bergelut di otak dan hati Zidan, seraya berjalan ke arah Zee yang terlihat percaya diri bahwa Zidan akan menerima pernyataan cintanya kali ini
" Apa aku tolak saja lagi ? " Benak Zidan
Zidan pun tiba di hadapan Zee, Zee terus menatap Zidan dengan mata yang berbinar, hatinya masih menganggap Zee sebagai teman, tapi dia mau menghormati dan menghargai keberanian Zee menyatakan cinta beberapa kali kepadanya tanpa ragu dan selalu tulus
" Jawab lah !" Ujar Zee, Zidan menutup matanya seraya menarik nafas dalam-dalam
" Mari kita mencoba nya !" Dengan penuh keyakinan Zidan meniup lilin ulang tahun nya Zee, itu artinya Zidan menerima pernyataan cinta dari Zee
Sontak semua tamu yang hadir bersorak dan bertepuk tangan, termasuk orang tua nya Zee yang ikut senang karena akhirnya cinta nya Zee kepada Zidan selama ini terbalas kan
Zidan nampak ikut senang, tapi hati nya tidak bisa berbohong, meski bibir nya tersenyum tapi hatinya masih tertutup untuk menerima kehadiran seseorang
****
Zion sudah menerima kabar bahwa zakira melarikan diri dari rumah sakit, tentu saja dia sangat marah. Saat tiba di rumah sakit dia tanpa henti memaki dan mengumpat kepada kedua pengawal nya.
" Dimana perawat goblok tadi !" Teriak Zion
Lalu para pengawal membawa dia kehadapan zion, Zion langsung mencengkram baju nya
" Kau membantunya melarikan diri kan ? Dimana dia sekarang ?" Bentak Zion tepat di wajah si perawat
" Aku tidak tahu !" Jawab si perawat, lalu Zion mendorong nya sampai terjatuh dan hendak menendang nya namun di tahan oleh salah satu pengawal nya
" Tolong jangan lakukan itu, kita berada di rumah sakit !" Ucap nya, Zion langsung mengurungkan niat nya, lalu dia mendekati si perawat tadi
" Kemana dia pergi ? Kalau kau tidak memberi tahu ku aku akan pastikan kau di pecat !"
" Aku tidak melakukan hal yang melanggar kode etik, aku hanya membantu pasien, itu sudah tugas ku !" Jawab nya
" Aah sialan !" Teriak Zion terlihat frustasi
" Kalian berdua cari di cctv kemana dia pergi bego !! Kenapa kalian bodoh sekali !!" Bentak Zion kepada dua pengawal nya
Tak mau kehilangan zakira begitu saja, zion mengerah kan geng nya untuk mencari zakira ke setiap sudut kota, zakira yang berjalan dengan susah payah belum pergi terlalu jauh dari rumah sakit
Sehingga dia bisa tersusul oleh orang orang suruhan Zion, hingga saat mereka berada sangat dekat dengan zakira, dia segera bersembunyi di bawah semak semak yang basah karena guyuran hujan
Bahkan saking terburu buru nya, zakira sampai lupa memakai alas kaki. Saat di rasa situasi sudah aman zakira segera keluar dan mendapati pakaian nya sudah penuh dengan lumpur
Tak peduli zakira terus bergegas mencari jalan lain yang tidak akan di lewati oleh Zion atau pun gang nya itu.
Tak mau berdiam diri , Zion ikut mencari keberadaan zakira
" Kemana kau ******, sialan kau ! Kenapa kau selalu membuat ku kesal !!" Zion terus berteriak seraya melajukan mobil nya menyusuri setiap jalan yang memungkin kan zakira lewati
****
Pesta telah berakhir, dan Zidan pamit untuk pulang kepada Zee dan orang tuanya, walaupun masih tidak percaya kalau dia kini menjadi pacar nya Zee sahabat nya sendiri tapi Zidan mencoba tidak menunjukan nya
" Yang benar saja ! Sekarang aku punya pacar ! Dan pacar ku adalah teman ku sendiri !" Gumam nya masih tidak habis pikir dengan apa yang terjadi tadi seraya mengendarai mobil nya
" Mungkin kalau sudah lama aku akan terbiasa dengan hubungan baru ini, baiklah kita nikmati saja !" Lanjut nya
" Kenapa hujan lagi ! Membuat jalanan licin saja !" Keluh Zidan
Hujan turun lagi dengan deras nya, membuat pandangan zakira tidak jelas bahkan langkah nya kini terhenti karena rasa sakit di seluruh badannya kian menyiksa membuat nya ambruk, tapi dia terus berusaha berjalan menuju ke dalam sebuah kompleks perumahan mewah di depan
Berharap ada seseorang yang bisa menampung nya untuk malam ini, di waktu yang bersamaan mobil milik Zidan keluar dari kompleks itu, tak ingin menyiakan kesempatan zakira tanpa ragu berjalan ke tengah jalan untuk menghentikan mobil itu
" Ya ampun ! Apa apaan itu !" Zidan kaget dan langsung menginjak rem
" Kenapa dia ?" Ujar Zidan bingung melihat seseorang berdiri di tengah jalan
Zakira langsung berlari ke arah pintu mobil dan menggedornya
" Tolong aku ! Aku mohon !" Teriak zakira sambil terus memukul mukul kaca
Zidan tercengang saat dia mengenali orang itu dan dalam kondisi mengkhawatirkan Zidan pun dengan cepat menolong zakira dan menyuruh nya segera masuk ke dalam mobil
" Apa yang terjadi ?" Tanya Zidan melihat kondisi zakira yang sangat mengkhawatir kan
Zakira langsung menangis, dia tidak tahu harus berkata apa, karena sosok Zidan akan menjadi malaikat penolong nya sekarang
" Aku..aku mengenal mu jadi kamu jangan khawatir aku bukan orang jahat ok ! Tapi apa yang terjadi ? Kau lari dari rumah sakit ? " Tanya Aidan melihat zakira memakai baju rumah sakit tempat dia bekerja
" kenapa ? "
" Orang itu akan menyiksa ku lagi !" Jawab zakira tidak terdengar jelas oleh Zidan karena dia sambil menangis sesenggukan
" kau berjalan kaki dari rumah sakit sampai ke sini ?" Tanya Zidan lagi ?" Zakira mengangguk
" Ya ampun padahal itu jauh sekali !"
" Kita kerumah sakit lagi yah, sepertinya keadaan kamu masih belum pulih !"
" Gak mau, jangan kerumah sakit ! Aku mohon ! " Zidan bingung harus membawa nya kemana kalau dia tidak mau kerumah sakit
Karena darurat dan keadaan zakira mengkhawatir kan akhirnya Zidan membawa zakira kerumah nya, karena di rumah nya pun dia menyimpan beberapa obat obatan dan peralatan medis lain nya.