
Sorot matahari yang mulai masuk ke dalam kamar membangunkan zakira terlebih dulu.
Setelah semalaman sangat bernafsu pagi hari ini zakira merasa malu saat mengingat apa yang dia lakukan semalam.
Zakira menoleh ke sampingnya, Zidan masih tertidur sambil memeluk pinggangnya.
Zakira perlahan melepaskan pelukan Zidan, lalu bergegas pergi ke kamar mandi. Tanpa zakira sadari Zidan sejak tadi sudah bangun.
Dia pun sebenarnya merasa malu karena tidak bisa menahan nafsu nya, jadi dia pura pura tidur lagi saat tahu zakira sudah bangun.
Tapi melihat tingkah zakira tadi membuat Zidan senyam senyum sendiri.
" Dia menggemaskan " gumamnya, sambil beranjak dari tempat tidur kemudian memakai celana nya.
Zidan berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum, pada waktu yang sama zakira telah selesai mandi.
Dia tidak menyadari ada Zidan sedang berdiri di dapur yang bersebelahan dengan kamar mandi, zakira terus asik bersenandung riang.
" Aaah ... Kau mengagetkan ku ," teriak zakira terkejut melihat Zidan berdiri tak jauh dari posisi nya.
" Aku tidak mengagetkan mu ," ujar Zidan polos.
" Sejak kapan kamu di sana .?" tanya zakira canggung melihat Zidan masih bertelanjang dada.
" Baru saja, kenapa .?" Zidan berusaha terlihat santai.
" Oh, ya udah, " zakira berniat untuk segera pergi.
Namun Zidan memanggil nya lagi berniat ingin menjelaskan apa yang terjadi semalam.
" Jangan membahas itu .! " Ujar zakira lantang
" Maksud ku, kita tidak perlu membahas nya, ok." zakira meralat ucapan nya sambil tersenyum garing.
" Oh ok, baiklah ," jawab Aidan sedikit bingung dengan sikap zakira sekarang.
" Aku mau berpakaian dulu ," zakira pamit dengan rasa malu yang sudah membumbung.
" Ok ." Zidan memandangi zakira yang terlihat salting saat dia masuk ke kamarnya dengan sedikit berlari.
Zakira segera masuk ke kamarnya dengan wajah nya yang sudah memerah.
" Ya ampun aku malu sekali ." zakira menutupi wajah nya dengan handuk nya.
" Apa wanita memang seperti itu kalau sudah melakukan nya ,?" Gumam zidan bingung.
****
Zakira sedang menyiapkan makanan untuk sarapan, tapi ternyata semua makanan yang ada di dalam kulkas sudah basi.
" Kenapa ?" Tanya Zidan lagi lagi mengagetkan zakira.
" Anu ... Makanan nya sudah basi semua " jawab zakira masih canggung dan tidak berani memandang wajah Zidan.
Zidan tersenyum melihat tingkah kikuk zakira itu, lalu dia sengaja mendekati zakira untuk menggodanya .
" Kenapa kamu terlihat canggung ,?" Zidan mendekatkan wajah nya ke wajah zakira membuat wajah zakira kembali memerah.
" Apa ? Ng...nggak ," zakira mencoba menghindari tatapan Zidan, dia berusaha untuk menjauh dari Zidan tapi Zidan menghadang nya dengan kedua lengannya.
" Lalu kenapa kamu terus menghindari ku dan tidak mau menatap mata ku ?"
" Aku ... Hanya malu. " zakira segera menundukan kepalanya, hal itu membuat Zidan tertawa geli.
" Apa nya yang lucu " protes zakira, Zidan masih tidak bisa berhenti tertawa membuat zakira kesal.
" Maaf kan aku, kamu lucu sekali. " Zidan berusaha untuk berhenti tertawa, lalu dia memandang wajah zakira yang kini sedang melihat nya dengan wajah ketus.
Zidan membalasnya dengan tatapan hangat dengan senyum manis di bibir nya membuat zakira malah baper, perlahan zakira pun ikut tersenyum.
Lalu Zidan mengecup manis pipi zakira
" Aku tidak tahu kalau aku bisa sejauh ini, tapi aku mencintai mu zakira," ucap Zidan dengan penuh keyakin, zakira terus menatap nya dengan serius.
Kemudian zakira berjinjit lalu mengecup bibir Zidan setelah itu dia tersenyum manis kepada Zidan
" Apa itu artinya Iyah?" zakira mengangguk pelan, lalu mereka tertawa kecil.
Mereka tidak menyangka pertemuan mereka yang tidak terduga malah membuat mereka saling mencintai seiring waktu yang selalu mempertemukan mereka berdua.
Saat ini mereka berdua tidak mau memikirkan hal yang lain, untuk sekarang mereka hanya ingin menikmati hari jadian mereka berdua saja.
Mereka mengawali hari pertama jadian mereka dengan ciuman manis di pagi hari ini.
****
" Sudah hampir satu bulan, aku sangat merindukannya tapi aku masih belum berani menatap wajah nya langsung ," ucap nya pada dirinya sendiri.
" Apa dia sudah tahu apa yang telah aku lakukan .?" Benak nya.
" Dia pasti akan meminta penjelasan ku " Zion mengepalkan tangan nya seraya memukul mukul pelan tihang jendela di hadapannya.
" Permisi bos, saya membawakan laporan tentang keseharian wanita anda," Dion datang menghampiri Zion dan memberikan beberapa poto zakira.
" Baguslah, kau tidak ketahuan kan ?" Zion mengambil semua Poto itu.
" Aman bos " jawab nya.
Zion pun melihat satu persatu dari setiap Poto itu, nampak zakira telah kembali bisa tersenyum membuat Zion ikut senang.
Dari beberapa Poto itu bisa sedikit mengobati kerinduan nya terhadap zakira, namun beberapa Poto terakhir membuat nya geram, karena zakira terlihat mesra saat bersama Zidan.
Zion langsung meremas Poto Poto itu, hatinya merasa sangat cemburu tapi perasaan nya bimbang.
Dia sangat ingin menemui zakira tapi mungkin jika dia menemui zakira sekarang akan membuat dirinya seperti tidak punya malu di hadapan zakira.
tapi di sisi lain dia merasa sangat cemburu dan takut kalau zakira telah menyukai Zidan. Alhasil Zion jadi marah marah tidak jelas.
Sementara di sebuah bar beberapa orang sedang berdiskusi tentang pemberontakan terhadap Zion, Yap mereka adalah si pemimpin preman dan teman temannya.
Mereka masih setia kepada bos nya yaitu ayah Zion meskipun dia telah meninggal, mereka sedang merencanakan sebuah aksi balas dendam atas kematian bos mereka.
Di tambah mereka tidak menyukai sosok Zion yang angkuh dan mereka tidak setuju kalau Zion menjadi bos mereka sekarang.
****
Zion pergi ke sebuah klub malam berharap dia bisa menghilangkan semua beban yang memenuhi pikirannnya.
Suara musik yang keras cukup memekakkan telinga, namun Zion nampak tak bersemangat untuk ikut bersenang senang bersama teman nya yang lain.
Zion hanya duduk seraya terus meminum minuman beralkohol nya, entah sudah berapa banyak dia minum tapi zion nampak belum mau berhenti.
Dalam keadaan mabuk Zion datang ke rumah zakira, berniat untuk meminta maaf lagi kepada zakira.
Zion menggedor keras pintu rumah zakira sampai membuat zakira yang sedang menyiapkan makan malam terperanjat kaget.
" Siapa itu ?" Zakira berjalan menuju ke depan pintu, Zion masih terus mengetuk, saat zakira baru membuka kunci Zion langsung mendobrak pintu Sampai zakira terdorong hingga dia terjatuh.
Saat zakira melihat Zion yang datang matanya langsung terbelalak dan dia langsung ketakutan terlebih saat Zion meraih lengan zakira untuk membantunya berdiri.
seketika zakira berteriak histeris, Zidan yang sedang berada di kamar mandi langsung keluar dan berlari ke arah suara zakira terdengar.
" Apa yang kau lakukan disini brengsek !" Bentak Zidan sambil mendorong Zion sampai dia tersungkur, lalu Zidan merangkul zakira yang terlihat syok.
" Kenapa kau ada di rumah dia !!" Teriak Zion lalu dia semakin marah saat melihat Zidan sedang memeluk zakira.
" Lepaska dia !" Zion mencoba bangun sambil sempoyongan.
" Lepaskan dia brengsek !" Zion berusaha meraih tangan zakira hendak menarik nya namun Zidan sigap menjauhkan zakira dari Zion.
Hal itu semakin membuat Zion emosi.
" Apa kau bodoh ? Kenapa kau masih mau menemui dia, lihat kau membuat nya ketakutan, " ujar Zidan sambil melindungi zakira, Zion berjalan sempoyongan mendekati Zidan.
" Aku mencintai dia dan aku sudah melamar dia aku akan menikahi dia jadi kau harus nya tahu diri.! " zion menunjuk nunjuk dada Zidan.
Zakira semakin mengeratkan genggaman nya kepada Zidan, mengisyaratkan bahwa zakira tidak mau pergi bersama Zion lagi.
" Tidak, aku tidak akan membiarkan nya sekarang dia pacar ku, dan aku akan benar benar menjaga nya dari semua hal yang akan menyakitinya termasuk kamu " ujar Zidan dengan tegas.
Mendengar perkataan Zidan itu sedikit membuat zakira tenang, namun keberadaan Zion masih membuat nya tidak nyaman.
" Suruh dia pergi !" Ucap zakira pelan
" Kau dengar, zakira tidak mau menemui mu " ujar Zidan.
" Zakira, jangan begitu maaf kan aku, sudah ku bilang waktu itu aku hanya pura pura " Zion terus berusaha mendapatkan maaf lagi dari zakira.
mendengar kata maaf dari mulut Zion, zakira malah merasa kepalanya sakit dan dada nya sesak hingga membuat nafas nya tersengal.
" Zakira kau tak apa apa ?" Zidan memeriksa kondisi zakira yang terlihat sedang sesak nafas, tapi yang pingsan malah Zion.
Zion tiba tiba ambruk karena terlalu banyak minum membuat nya sangat mabuk dan kehilangan kesadaran nya.