
" apa ? Kenapa kamu jadi membahas perceraian ? Aku minta kamu ngertiin aku bukan, mau cerai ," ujar Zidan.
" Ngertiin kamu gimana ? Masa anak ku kamu acuhkan aku harus memaklumi nya ? Coba kamu pikir saat dia sudah mengerti dia akan anggap kamu ayah kandung nya, bagaimana perasaan nya kalau dia tahu ayah nya tidak menyayangi nya ? Akulah yang paling tersakiti Zidan ," ucap zakira penuh emosi.
" Bahkan kamu membohongi ayah dan ibu mu gimana kalau mereka tahu kebenaran nya, kamu mau melihat aku di hina lagi sama mereka,hah ?" Air mata zakira mulai keluar lagi.
" Tidak zakira, mereka tidak akan pernah tahu, baiklah aku akan coba menerima dia sebagai anak ku sendiri," Zidan meraih kedua tangan zakira.
Mendengar ucapan Zidan itu malah semakin membuat zakira sakit hati.
" Mencoba ? Sebaik nya jangan lakukan apapun lagi untuk ku !" Zakira menepis kedua tangan Zidan.
" Berhentilah keras kepala !" Zidan mulai menaikan lagi nada bicara nya.
" Aku lebih suka menjadi keras kepala ! Harus nya aku melakukan nya sejak dulu mungkin aku tidak akan punya anak sekarang !" Ucap zakira dengan nada tingginya juga.
" Harus nya aku tidak mendengar kan omong kosong mu itu, harusnya aku tidak terbuai bujukan palsu mu itu !" amarah zakira semakin menjadi jadi, hingga Zidan tidak bisa berkata kata lagi.
" Diam ! Kamu sudah kelewat batas zakira !" Bentak Zidan.
" Aku tidak peduli ! Aku mau bercerai !"
Zidan menghela nafas panjang seraya memijat kepalanya yang terasa pening.
" Aku mohon tenang dulu, kita tidak boleh mengambil keputusan saat marah," ucap Zidan merendahkan nada bicaranya.
Namun zakira masih saja keras, seberapa keras Zidan membujuk nya zakira masih saja marah padanya.
Bahkan zakira sampai bersumpah serapah bahwa dia menyesal telah bertemu dengan Zidan.
" Kalau saja dulu kamu tidak menyelamat kan ku mungkin sekarang aku sudah mati, tapi itu lebih baik dari pada aku hidup dengan orang munafik seperti mu !" Zakira tidak hentinya terus mencela Zidan.
Hingga membuat Zidan tidak bisa lagi menahan emosinya.
" Ya sudah pergi sana temui lagi si Zion beritahu dia kalau anak yang kamu lahir kan adalah anak nya !" Teriak Zidan menantang zakira.
" Aku akan melakukan nya !" Tanpa berpikir panjang zakira langsung pergi dengan mata yang sembab dan wajah yang masih penuh emosi.
Zidan langsung tertegun, tak di sangka zakira malah benar benar pergi.
" Aaah, sial !" Umpat Zidan.
Zakira berjalan dengan langkah yang terburu dan segera mencari taksi.
Saat Zidan berusaha mengejar nya, zakira sudah pergi jauh menggunakan taksi.
****
Sebenarnya dia tidak punya tujuan untuk pergi sekarang, dia hanya ingin pergi menjauh dari Zidan sekarang.
Di dalam mobil itu zakira kembali menangis tersedu-sedu, sampai membuat sopir taksi nya khawatir.
Apa yang dia rasakan mungkin akan sulit di mengerti oleh siapapun, karena yang paling mengerti hanya dirinya sendiri.
Hal yang dia takut kan malah terjadi, mengurus dirinya saja sudah sangat kewalahan sekarang ada seorang anak yang harus dia urus juga dan tanggung jawabnya lebih besar.
Dia sudah berusaha menjadi ibu yang baik tapi Zidan malah bersikap seperti itu, tentu saja membuat zakira kecewa.
Benar kata Zahir waktu itu, pada akhirnya dirinya lah yang akan lebih menderita dan mendapat banyak kekecewaan.
****
Zakira tidak bisa datang kerumah mertuanya untuk membawa anak nya dalam keadaan seperti sekarang, jadinya zakira pergi ke sebuah klub malam berharap semua penat di dadanya hilang.
" Maaf Gyandra tapi ibu butuh yang seperti ini sekarang " ucap nya sebelum dia meneguk satu gelas penuh bir.
Malam ini zakira akan menunjukan kemampuan yang pernah dia dapat saat sedang bekerja jadi kupu kupu malam, yaitu minum banyak tanpa tepar.
Zakira memesan sebuah ruangan VIP untuk nya sendiri, setelah hampir dua botol habis di minum nya zakira masih belum puas dan kembali memesan lagi.
Di rasa sudah mulai teler, zakira menghentikan acara minum minum nya dan segera pergi, kesadaran nya sisa 30% sehingga jalan nya agak sempoyongan walaupun masih terlihat sadar.
Sampai tak sengaja menambrak seorang pria kekar di penuhi tatto di kedua lengan nya.
Tak mau kena masalah zakira segera meminta maaf tanpa memandang wajah pria itu, sehingga zakira tidak tahu kalau pria yang di tabrak nya adalah Zion.
Zion yang kebetulan mampir ke klub malam itu masih tertegun mengetahui barusan dia berpapasan dengan zakira.
Sungguh tak di sangka nya bahwa semua itu hanya kebetulan, tapi zion ingin memastikan bahwa itu benar benar zakira, Zion berbalik untuk mengikuti zakira namun zakira sudah menghilang.
Tidak mau terjadi apa apa pada zakira, Zion segera menghampiri mereka dan menarik zakira ke dalam dekapan nya.
" Jangan sentuh dia, dia milikku !" Ujar Zion tegas, melihat siapa yang datang, para pria itu segera pergi meninggalkan mereka berdua.
Dalam keadaan setengah sadar zakira memandangi wajah Zion dengan seksama.
Sampai membuat Zion salting.
" Zion ?" Tanya zakira rada ngelag
" Iyah, ini aku !" Jawab Zion dengan suara berat khas nya.
" Hah Apa yang kau lakukan !" Zakira langsung mendorong nya tapi yang terjatuh malah dia.
Namun dengan cepat nya Zion menarik tangan nya jadilah posisi nya seperti di drama Korea.
Namun tidak seromantis itu karena kini pandangan zakira buram, hingga semua yang di lihat nya nampak aneh.
" Aku mau pulang !" Ucap zakira dengan suara yang ngelantur sambil melepaskan pegangan Zion.
Zion tidak banyak bicara lalu membiarkan zakira pergi namun karena dia tidak melihat Zidan bersama nya, akhirnya Zion mengikutinya.
Zakira berjalan nampak seperti orang yang sadar namun ingatan nya linglung karena sudah tiga kali balikan zakira melewati jalan yang sama.
Dan untuk yang terakhir sepertinya zakira mulai kelelahan dan duduk di sebuah kursi di pinggir jalan.
Dia masih belum menyadari bahwa Zion sedang mengikutinya.
Zion pun belum berani mendekatinya, dia hanya menjaga nya dari kejauhan.
" Apa yang sedang dia alami sampai dia pergi ke tempat seperti itu padahal dia masih punya bayi ," benak Zion sambil memandangi zakira dari jarak agak jauh.
Tiba tiba zakira merasa perut nya mual dan akhirnya dia muntah, minuman yang dia teguk tadi hampir semuanya keluar lagi.
zakira merasakan kepalanya sangat pusing lalu dia kembali lagi ke kursi untuk memulihkan semua kasadaran nya, saat melihat kesekeliling nya dia baru sadar tak jauh dari sana Zion sedang berdiri memperhatikan nya.
Awal nya zakira tidak mengenal nya tapi lama kelamaan pandangan nya kembali fokus dan dia terkejut tiba tiba Zion ada di hadapan nya.
Zakira langsung terperanjat dan hendak pergi karena dia menyangka dia sedang berhalusinasi.
" Ya ampun aku terlalu mabuk," zakira memegangi kepalanya yang terasa pusing.
Melihat zakira pergi Zion segera mengejar nya.
" Aku akan mengantar kamu pulang ," ucap Zion seraya memegang tangan zakira, zakira langsung menarik lengan nya seraya memandang tajam ke wajah Zion.
" Itu benar benar kamu ?" Tanya zakira dengan mata yang terbelalak.
" Iyah ini aku, Zion ," jawab Zion datar.
Lalu zakira terdiam sambil mengerutkan kening nya dan matanya mulai berkaca kaca.
" Dasar brengsek ! Kenapa kau kembali !" Bentak zakira tiba tiba, dengan air mata yang tiba tiba keluar juga.
" Aku hanya sing-"
" Iyah benar kau hanya singgah ! kau datang dan pergi sesuka hati mu, sopan kah begitu, hah ?" Potong zakira seraya memukul dada Zion.
" Aku benci kalian, aku benci !!" Teriak zakira sambil mendorong Zion.
" Tenang dulu zakira, ada apa ini ? Kenapa kamu jadi seperti ini ," ucap Zion berharap zakira bisa tenang.
Tapi tiba tiba zakira menangis semakin keras.
" Zakira ? Kamu kenapa, hah ?" Zion mencoba mendekatinya tapi zakira menyuruh nya menjauh.
akhirnya Zion hanya bisa menyaksikan zakira yang kembali menangis di hadapan nya, seraya mengumpati nya dengan kata kata kasar.
Wait !!!
Apakah zakira akan kembali ke pelukan Zion ?
Bagaimana dengan nasib Zidan ?
Next lah ...