The Rose

The Rose
zakira, marry me!



Zion mengendarai mobil nya dengan sangat cepat, membuat zakira merasa ngeri akan terjadi sesuatu, dan benar saja Zion hampir kehilangan konsentrasi nya dan hampir menambrak pembatas jalan


Untung saja Zion sigap menginjak rem, hingga dia bisa menghindari kecelakaan


" Kau tidak apa apa ?" Tanya Zion kepada zakira,


" Aku baik baik saja !" Zakira sempat heran dalam keadaan nya yang seperti itu Zion sempat sempat nya peduli dengan nya


" Sebaik nya kamu istirahat dulu ! besok kita pulang, ini sudah terlalu larut juga !" Ujar zakira hati hati


Tak di sangka Zion menurut kepada nya, akhirnya mereka menginap di sebuah motel terdekat,


Zion memesan 2 kamar, mereka tidur di kamar yang berbeda, zakira sempat mengkhawatirkan keadaan Zion namun setelah di pikir lagi itu mungkin karma darinya


Zakira pun segera bersiap untuk tidur, tapi tiba tiba pintu kamar nya ada yang mengetuk, zakira sempat takut namun dia mencoba melihat siapa yang mengetuk dari lubang kecil di depan pintu


Ternyata itu Zion, zakira pun segera membuka kan pintu, terlihat keadaan Zion semakin kacau sepertinya dia juga habis menangis, zakira menatap Zion dengan sorot mata iba


" Mau aku peluk ?" Tanpa sadar zakira mengatakan nya, Zion yang kebetulan juga sedang butuh pelukan langsung merangkul zakira


" Kenapa aku menawari nya pelukan!!" Gumam zakira dalam hati merasa menyesal mengatakan hal itu


Saat ini zion terlihat sangat menyedih kan, zakira menepuk nepuk punggung Zion untuk menenang kan nya


Setelah merasa sudah baikan, zakira mengajak Zion untuk duduk di kursi, seraya mengobati luka di wajah Zion


" Walaupun kamu galak, tapi melihat mu seperti ini aku jadi kasihan !" Ujar zakira sambil memasangkan plester di pelipis Zion, tadinya dia tidak mau peduli tapi apalah daya zakira yang tidak tegaan


Zion terus menatap nya sayup


" Kenapa ?" Tanya zakira, Zion masih tidak berkata apa apa


" Aku sudah selesai mengobati mu, sekarang kamu boleh pergi !" Ujar zakira ketus


" Aku mau tidur disini !" Zion pergi ke atas kasur


" Hei, tidur lah di kamar mu sendiri !"


" Kita tidur berdua lagi ajah !" Zion menarik zakira ke dalam selimut


" Usap kepalaku, kepalaku sakit !" Suruh Zion, tanpa protes zakira menuruti nya, setelah beberapa saat zakira memberanikan untuk bertanya tentang apa yang terjadi padanya dengan ayah nya tadi


" Dia membenciku karena aku anak yang tak di harap kan !" Ujar Zion


" Sejak kecil aku selalu di marahi dan di pukuli walaupun aku tidak berbuat salah, aku selalu jadi pelampiasan amarah nya !" Lanjut Zion


" Ibumu tidak membelamu ?"


" Dia tidak ada, sejak lahir aku tidak pernah bertemu dengan nya, ayah ku bilang ibu ku sudah dia buang !" Zakira mendengar nya miris


" Kenapa diam ?" Tanya Zion " kau mengasihani ku sekarang ?"


" Tidak, aku tidak punya waktu untuk mengasihani orang lain, sedang hidup ku lebih menderita !" Ujar zakira, Zion langsung terdiam


" Kemana orang tua mu ?" Zion jadi penasaran tentang hal itu


" Ayah ku selingkuh lalu dia meninggal kan kami, terus ibu ku juga ikut kabur setahun lalu ! " Ceritanya singkat seraya masih terus mengelus kepala Zion


" Nasib kita hampir sama ! " Lalu Zion menatap serius zakira


" Ayo kita menikah !" Ucap nya enteng, zakira mengkerut kan keningnya mendengar Zion mengajak nya menikah kayak ngajak main


" Kau sakit ?" Zakira memegang kening Zion


" Aku serius !" Zion menatap zakira dengan serius, membuat zakira tertegun


" Jangan bercanda tentang hal serius seperti itu !" Zakira beranjak dari tempat tidur, tapi Zion menarik nya lagi


" Aku tidak bercanda, ayo kita menikah, aku mau menikahi mu !"


" Umur ku masih 20 tahun, terlalu dini untuk menikah !"


" Kalau begitu, kita tunangan dulu !" Ujar Zion keukeuh, zakira menatap nya heran


" Untuk apa ikatan seperti itu kalau pada akhirnya kau akan membuang ku juga !! " Zakira menarik lengan nya lalu beranjak dari tempat tidur lalu duduk di atas kursi, Zion beranjak mengikuti nya


" Aku tidak akan melakukan itu !" tegas zion


" Kenapa ? Bukannya kah aku sama dengan wanita wanita lain yang pernah kamu bawa ke rumah mu !" Ujar zakira


" Tidak kau beda dengan mereka ! "


" Apa bedanya ? Aku dan mereka sama sama kau sewa kan !"


Zakira hanya menatap nya datar, dia tidak mengerti apa yang di maksud Zion


" orang seperti mu bahkan tidak tahu rasa kemanusiaan sekarang kau mau membahas tentang ikatan cinta, omong kosong !" Gerutu zakira, lalu dia kembali ke tempat tidur nya


****


Pagi sudah menjelang siang, Zion hendak mengajak zakira segera pulang, namun zakira terdengar sedang menelpon seseorang


" Kakak gak apa apa sekarang, dia memang menakutkan tapi kakak gak bisa melakukan apa apa, kakak juga gak mau terus tinggal dengan nya tapi kalau kakak bilang mau pergi kakak takut dia pukul kakak lagi, Iyah nanti kita cari jalan keluarnya gimana " ucap zakira yang terdengar oleh Zion dari luar, membuat Zion menatap dirinya sendiri dari pantulan sebuah lukisan di hadapannya


Lalu tak berapa lama zakira keluar dari kamar nya dan di buat terkejut saat melihat Zion sedang berdiri di sebelah pintu kamar nya


" Ya ampun, sejak kapan kau disana ?" Tanya zakira


" Beberapa menit lalu ! "


" Ooh !"


" Ayo kita pulang !" Ajak Zion datar sambil berlalu pergi


****


Sementara Zidan sedang bersiap menghadapi Zee yang sedang marah pada nya


Saat sampai di parkiran rumah sakit, Zidan dan Zee kebetulan berpapasan, dan tentu saja Zee sedang mogok bicara pada Zidan


" Zee tunggu ! Aku minta maaf !" Ujar Zidan sambil menahan Zee


" Pergi saja sana dengan wanita itu !" Ketus Zee


" Kemarin keadaan nya darurat !"


" Alah alasan, minggir aku sedang tidak mau bertemu dengan mu !" Ujar Zee seraya mendorong pelan Zidan


Zidan pun menghela nafas pasrah, seraya melihat Zee berlalu


" Baru beberapa hari pacaran dia sudah membuat ku kewalahan !" Ujar nya


****


Zion dan zakira telah sampai di rumah, Zion tanpa bicara apapun langsung masuk


" Kenapa lagi dia !" Gumam zakira dengan raut wajah jutek


Zion sedang berdiri di depan cermin besar di hadapan nya, terlihat dia sedang belajar tersenyum dan mengatur ekspresi wajah nya


" Apa aku terlihat menyeram kan ? Kenapa dia takut padaku !" Gumam nya


" Atau aku harus lebih bersikap lembut biar dia tidak takut pada ku ?" Lanjut nya terus bicara pada diri sendiri


Tiba tiba seorang pelayan mengetuk pintu kamar nya sampai mengagetkannya


" Maaf tuan, nona bilang dia ingin pergi keluar sebentar !" Ucap si pelayan


" Keluar ? Kemana ?"


" Dia bilang dia mau pergi bertemu temannya !"


Zion segera menyusul zakira yang sudah bersiap pergi


" Kau mau kemana ?" Tanya Zion


" Euh aku mau bertemu Nanda, teman ku !"


" Aku akan antar kamu !" Zion mengambil kunci mobil nya, zakira menghela nafas kecewa karena Zion ingin mengantar nya, karena kalau Zion ikut dia tidak akan bisa bebas melakukan hal yang dia mau.


Namun karena ini Zion, zakira tidak bisa bilang tidak padanya


Mereka pun sampai di sebuah kafe tempat zakira janjian dengan Nanda, mereka memang akan bertemu untuk membahas tentang Karin yang belum juga ada kabar


Ternyata Nanda sudah menunggu zakira sedari tadi


" Kenapa dia ikut ?" Tanya Nanda melihat Zion mengikuti di belakang zakira, zakira hanya menggelengkan kepala nya


" Ini gimana ngobrol nya, gak enak kalau ada dia !" Bisik Nanda


" Aku membuat kalian tidak nyaman ? Memang apa yang mau kalian bahas ?" Tanya Zion dingin


" Ah enggak, kita hanya mau bahas hal yang tidak penting !" Ujar Nanda mencoba menyaman kan diri


Baru beberapa menit mengobrol pesanan zakira sudah siap, zakira pun beranjak untuk mengambil nya, di waktu yang sama Zidan kebetulan mampir ke kafe itu, dan saat itu zakira dan Zidan berpapasan.