
Setelah semalam pulang larut malam karena menonton bioskop, hari ini zakira dan Zion nampak akan bangun sangat siang
Sudah hampir jam 9 tapi mereka berdua tidak ada tanda tanda akan cepat bangun
Namun suara telepon memaksa zakira untuk bangun
" Siapa yang menelpon ku !" Ujar nya sembari mengumpul kan nyawa
📞 Halo, siapa ini ? ( Tanya zakira, karena nomor yang tertera tidak ada namanya )
📞 Halo zakira, ini aku Zidan ( zakira langsung terperanjat mendengar suara Zidan )
📞 Dari mana kau dapat nomor ku ?
📞 Aku dapat dari Zahir, begini zakira ada sesuatu yang mau aku bicarakan, bisakah kita ketemu nanti sore ?"
📞 Sesuatu apa ?
📞 Aku akan kasih tahu lebih jelas nanti pas kita ketemu yah !
📞 Oh, baiklah
Telepon pun di tutup, zakira jadi penasaran apa kira kira yang mau Zidan katakan, secara mereka baru saling kenal tapi sepertinya itu hal yang serius
Zakira tak mau ambil pusing tentang hal itu, tapi bagaimana bisa dia pergi untuk bertemu Zidan, baru mendengar nama nya pun Zion tidak akan mengijinkan nya
" Tok tok tok" terdengar suara seseorang mengetuk pintu
" Siapa ?" Tanya zakira masih di atas tempat tidur
" Maaf non, anda di suruh ke kolam renang sama tuan Zion!" Ujar seorang pelayan
Tanpa banyak bertanya Zakira segera beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kolam renang, ternyata Zion sudah bersiap di sana dengan hanya memakai celana renang
Roti sobek yang penuh dengan tatto pun terekspos bebas, zakira sampai melongo melihat tatto berbagai macam bentuk memenuhi seluruh punggung dan badan Zion
" Ayo ganti baju mu, kita berenang !"
" Hah ? Kenapa tiba ti.." Zakira baru inget berenang masuk ke dalam list keinginan nya
tanpa banyak protes lagi Zakira segera mengganti pakaian nya dengan pakaian renang, tapi bukan bikini untuk mencegah ketegangan pada bagian sensitif zion
Pakaian renang yang ketat membuat lekuk tubuh zakira terbentuk dengan sempurna hampir membuat Zion ngiler, untung Zion tidak menyuruh nya memakai bikini, kalau zakira memakai bikini bakalan langsung di bungkus ke kamar
" Kau harus pemanasan dulu !" Ujar Zion
" Pemanasan ?"
" Iyah, nanti kamu bisa kram kalau tidak pemanasan !"
Zion pun mengajari beberapa gerakan pemanasan kepada zakira, setelah 5 menit pemanasan Zion pun menyuruh zakira untuk segera terjun tapi zakira terlihat ragu
" Kenapa kau belum masuk ke air ?" Tanya Zion melihat zakira masih berdiri,
" Euh, anu aku tidak bisa berenang !" Ucap zakira malu malu
" Ya ampun kau ini benar benar...sini aku ajarin !" Zion tidak habis pikir, seumuran zakira masih tidak bisa berenang
Zakira perlahan masuk ke dalam air, pas seluruh badan nya masuk ke dalam air dia langsung terkejut karena ternyata kolam renangnya dalam
" Aah tolong, aku tenggelam !" Teriak zakira terlihat norak
" Jangan panik kamu tidak bakalan tenggelam, aku memegang mu !" Ujar Zion seraya memegangi pinggang zakira, zakira pun celingukan ternyata badan nya mengambang, karena panik tanpa sadar dia merangkul erat ke pundak Zion
" Sekarang kamu lepaskan pegangan mu !" Suruh Zion pelan
" Pegangan apa ?"
" Ini " Zion menggerakkan pundak nya
Zion pun mengajarkan zakira berenang, hingga beberapa percobaan zakira sudah bisa menguasai nya,
" Aku bisa !!" Sorak zakira saat dia berhasil berenang dari tepi ke tepi kolam renang, nampak senyuman lebar tergambar di bibir nya, Zion merasa bahagia karena dia berhasil lagi membuat zakira tersenyum karena bahagia
" Ternyata tidak sulit untuk membuat nya tersenyum !" Ucap Zion dalam hati
" Kau senang ? sekarang kau bisa berenang !" Ujar Zion seraya duduk di pinggir kolam, zakira mengangguk
" Kau percaya sekarang ?" Zakira menoleh ke Zion
" Aku tidak main main dengan ucapan ku ! Jadi tunggu saja aku akan membuat kamu tidak takut lagi pada ku !" Ujar Zion, zakira hanya bisa bengong mendengar semua ucapan Zion
" Sudah cukup berenang nya, nanti kau masuk angin !" Zion beranjak dari tempat duduk nya sambil mengelus lembut kepala zakira. Zakira jadi bingung, bagaimana jika Zion benar benar ingin membuat nya jatuh cinta.
****
di rumah sakit, Zidan nampak bersemangat melayani pasien nya seperti biasanya, sampai tak terasa waktu istirahat telah tiba, Zidan segera bergegas untuk pergi ke kantin rumah sakit
" Zidan !!" Teriak seseorang memanggil namanya, tentu saja itu adalah Zee
" Ayo kita makan di luar !" Ajak Zee, tapi Zidan menolak nya, Zidan beralasan sekarang dia sedang ingin makan makanan yang di masak di kantin rumah sakit.
Zee tidak bisa memaksanya, akhirnya Zee pun ikut makan di kantin rumah sakit
Saat sedang makan, Zidan tiba tiba membahas tentang memberikan bantuan pendidikan untuk meminta pendapat zee
" Kenapa tiba tiba ? Dia kerabat mu ? tapi mana mungkin kerabat mu ada yang miskin " Tanya Zee mendengar niatan Zidan
" Bukan, dia hanya kenalan ku ! Aku kasian pada nya dia masih muda tapi dia sudah jadi tulang punggung keluarga nya, aku mau dia meneruskan sekolah nya supaya dia dapat pekerjaan yang layak !" Jelas Zidan
" Siapa emang ?" Zee jadi penasaran dengan orang yang bisa menarik simpati Zidan, tapi Zidan tidak mau memberi tahu identitas nya karena jika Zee tahu Zidan akan tahu bagaimana reaksinya
" Tapi gimana kalau orang ini menolak bantuan ku ?" Tanya Zidan
" Ya itu terserah dia, kamu jangan memaksanya ! Terkadang orang yang niat kita bantu itu menganggap bantuan kita itu sebagai penghinaan Atau merendah kan mereka, jadi kamu harus perlahan meyakinkan dia !" Kali ini tumben Zee memberi nasihat yang baik pada Zidan
Zidan pun mengerti, dia tidak boleh langsung menyuruh zakira untuk kembali bersekolah, karena Zidan juga harus mempertimbangkan situasi dan kondisinya.
****
Siang ini Zion mangajak zakira untuk bermain golf bersama teman temannya Zion, tentu saja teman teman Zion adalah para pria brengsek dan bajingan, sempat membuat zakira tidak nyaman karena dari mereka banyak yang menggoda nya
Namun satu tatapan tajam dari Zion sudah bisa memperingati mereka supaya mereka tidak menyentuh atau pun menggoda zakira
Sebuah tatapan bisa mengancam banyak orang tentu saja sosok Zion sangat di segani oleh circle nya, hal itu membuat zakira merasa senang karena dia di lindungi oleh orang yang di segani banyak orang, tapi di sisi lain merasa ngeri karena bisa saja di lain waktu dia yang menjadi sasaran amarah Zion seperti waktu itu
Selain itu melihat kearoganan dan keangkuhan Zion saat bertemu orang lain membuat zakira membayangkan jika Zion punya banyak musuh dan suatu saat mereka akan menyerang untuk membalas dendam, dan menyeret dirinya ke dalam masalah Zion, memikirkannya saja sudah mengerikan bagi zakira
" Kau mau coba main ?" Tanya Zion membuyarkan bayangan nya tadi
" Hah kenapa ?" Tanya zakira
" Sini aku ajarin !" Lagi lagi Zion mengajarkan hal hal baru bagi zakira
Zion nampak terus ingin menunjukan sisi baik nya kepada zakira, tentu saja untuk menarik perhatian nya
Melihat mood Zion yang sedang baik hari ini membuat zakira ragu untuk meminta ijin kepadanya untuk bertemu Zidan, membayangkan reaksinya saja sudah membuat nya bergidik ngeri
zakira pun mengurungkan niat nya, untuk mencegah gejolak emosi yang tak terkendali dari seorang Zion
" Kau menikmatinya ?" Tanya Zion
" Ya..h, ini lumayan menyenangkan !"
" Baguslah, nanti kita lakukan hal yang seru lagi !" Zion mengajak zakira pergi seraya merangkul nya ramah
Zakira semakin heran, kemana ekspresi wajah dingin dan sangar Zion pergi . zakira malah merasa kan sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi setelah Zion berbuat baik padanya.