
Zakira sampai di rumah dengan selamat, tapi dia lupa sedari tadi dia tidak mengabari adik nya, jadi dia masuk rumah dengan mengendap-endap karena mungkin adiknya sudah tidur, tapi ternyata adik nya tahu saat kakaknya pulang dia langsung bangun dan mengintrogasi nya.
" Kenapa baru pulang .? "
" Aaah, kau mengagetkan ku .!" Zakira hampir jantungan karena Zahir tiba tiba muncul di hadapannya.
" Aku tanya kenapa kakak baru pulang jam segini .?" Zahir menegaskan pertanyaan nya lagi.
" Kakak - kakak kebagian sip malam, jadi mungkin kakak akan pulang malam terus mulai sekarang ." Dalih zakira.
" Kenapa ? Apa kakak ganti pekerjaan lagi .?"
" Heem, maaf yah ," Ujar zakira mencoba meyakinkan kebohongan nya kepada Zahir, untung nya Zahir percaya dengan alasan yang zakira buat, dalih nya memang terlihat natural dan masuk akal.
" Aku yang harus nya minta maaf, apa kakak baik baik saja harus kerja sampai malam begini .?" Zahir merasa khawatir dan iba pada kondisi kakak nya itu.
" Kakak baik baik saja, kamu gak usah khawatir ." Zakira merasa bersalah karena telah berbohong pada adiknya bahwasan nya pekerjaan nya sekarang adalah menjadi kupu-kupu malam.
" Ya udah kakak istirahat dulu yah ." Zakira pun masuk ke kamar nya, dengan badan lemas dan hati yang merasa berdosa zakira berjalan perlahan menuju kasur nya.
Lalu dia duduk di ujung ranjang meletakkan hadiah dari Rendy di samping nya, ada rasa penyesalan terbersit di dalam hatinya, lalu dia memandangi hadiah mewah itu kemudian perlahan dia membukanya kembali, rasa berdosa terus bergejolak di hatinya namun desakan kebutuhan membuat nya yakin untuk terus melakukan pekerjaan haram nya itu.
" Terserah lah, semuanya sudah terlanjur ." Zakira pun meng unboxing hadiah nya dan berniat untuk memakai nya, namun dia akan menyembunyikan nya dari Zahir supaya dia tidak curiga dengan pekerjaannya sekarang
" masa iyah karyawan biasa bisa beli Ponsel iPhone terbaru," benak nya.
Hari sudah siang, zakira terbangun karena ponsel nya terus berbunyi, dengan setengah sadar dia memeriksa siapa yang terus menelpon dan mengirimi nya pesan beruntun itu.
✉️ Zakira, apa Lo baik baik saja ?
✉️ Lo dapat bintang 5, Lo bener bener the best !!!
✉️ Zakira Hari ini lo harus datang ke sini
Isi pesan dari Nanda
✉️ Kamu harus datang jam 3, jangan terlambat sayang !!!
Isi pesan dari mamih Karin, dan beberapa pesan menagih angsuran ponsel dan iuran sekolah Zahir.
Setelah membaca semua pesan itu, zakira tidak membalas satu pun pesan yang masuk karena dia merasa kepalanya pusing dan mual, seketika dia langsung over thinking, dia segera berlari ke toilet karena sepertinya dia akan muntah, hampir 5 menit dia terus muntah muntah tanpa henti membuat perut nya sakit.
" Aaah kenapa aku muntah muntah begini ,! " Ucap nya sambil menangis.
" hah jangan jangan aku hamil .!!" Dia menghentikan tangisnya lalu menyentuh perut nya.
" harus nya aku tidak melakukan nya ,!" Ucap nya lagi sambil kembali menangis.
" Gimana kalau aku hamil ? Apa aku harus meminta Rendy bertanggung jawab ? Aaaaaah gimana ini .!!" Zakira memandangi dirinya di depan cermin, otak nya terus berpikiran negatif dan hampir frustasi.
" Aku harus kedokter, sebelum terlambat aku harus mencegah nya ." Zakira segera bersiap untuk memeriksakan dirinya ke dokter.
Saat tiba di rumah sakit zakira bingung saat di bagian pendaftaran dia harus di periksa ke dokter apa, mengingat usianya masih muda dia merasa malu kalau harus di periksa ke dokter kandungan, akhirnya dia memutuskan di periksa ke dokter umum saja, dengan perasaan gelisah zakira menunggu panggilan giliran nya di ruang tunggu.
Hingga beberapa saat kemudian gilirannya pun tiba, namanya telah di panggil saat berjalan menuju ruang dokter dia takut jika setelah di periksa dugaannya benar.
Sampai Zakira hampir tidak jadi di periksa namun seorang perawat melihat zakira termenung di depan pintu masuk sehingga dia membantu zakira untuk membukakan pintu, zakira pun di paksa masuk dalam ruangan pemeriksaan itu.
" Apa keluhan kamu ,?" Tanya sang dokter dengan ramah.
" Kepala ku pusing dan perutku mual ." Jawab nya ragu ragu.
" saya periksa dulu yah, maaf , yah." Dokter itu memeriksa dengan stetoskopnya, karena posisi mereka berdekatan, Zakira jadi merasa canggung dan salah tingkah.
" Apa perut nya sakit .?" Zakira mengangguk.
" Sempat muntah gak .?" Zakira mengangguk lagi, belum sempat berkata lagi ucapan si dokter terpotong sama zakira.
" Apa aku hamil dok ,?" Tanya zakira polos, membuat sang dokter tertawa kecil, zakira jadi merasa malu.
" Berapa umur mu ,?" Tanya sang dokter sambil tersenyum ramah.
" Dua puluh ," Jawab nya pelan.
" Begini, kamu hanya masuk angin dan demam biasa ," Ujar nya.
" Apa ? Jadi aku tidak hamil .!!"
" Tidak kamu tidak hamil ."
" Syukurlah ." Zakira menghela nafas lega, dokter tampan itu hanya bisa menggelengkan kepala.
" Kamu masih muda ! saya saran kan kamu untuk tidak melakukannya lagi ! Jalan mu masih panjang jangan merusak masa depan kamu hanya karena nafsu ," Ujar sang dokter menasihati zakira sambil menulis resep obat.
" Belajar dulu yang rajin lalu raih cita cita kamu, jangan dulu mau melakukan hal yang seperti itu, kamu belum cukup umur untuk menikah, ingat itu ok ! Kamu gadis cantik kamu harus bisa membanggakan orang tua kamu ." Si dokter tampan itu jadi menasihati zakira, zakira yang merasa malu hanya bisa menunduk pasrah karena aib nya tak sengaja terbuka.
" Ini resep obat kamu, sekarang kamu boleh pergi ." Pungkas nya sembari memberi selembar kertas kecil berisi resep obat.
" Anak anak sekarang memang terlalu berani . " Gumamnya setelah zakira keluar ruangan, sementara zakira di luar merenungi semua ucapan dokter tampan tadi.
" Inginnya aku juga seperti itu, hanya saja keadaan ku memaksaku menjadi seperti ini !" Gumam nya dalam hati, lalu zakira menghela nafas panjang kemudian berjalan menuju ke apotek.
***
Dokter tadi tak sengaja melihat zakira yang sedang berjalan keluar rumah sakit dari balik jendela ruangan nya.
" Ada ada saja !" Gumamnya sambil tersenyum mengingat wajah polos zakira tadi.
Dokter itu bernama Zidan seorang dokter umum berwajah tampan dan maskulin, berusia 27 tahun, dia seorang dokter yang ramah dan lembut, menjadikannya pria idaman semua wanita, namun dengan spesifikasi nya yang nyaris sempurna dia belum mempunyai tambatan hati meskipun dia di kelilingi oleh teman wanita yang cantik dan pintar.
Termasuk Zee, teman kuliah nya, sama sama menjadi dokter di rumah sakit yang sama membuat mereka semakin dekat, bahkan sebenar nya Zee sudah menyukai Zidan sejak lama namun dia tidak berani mengungkap kan nya karena takut di tolak.
" Tok tok tok .!" Terdengar suara ketukan pintu, menyadarkan Zidan yang masih memandang ke luar jendela.
" Mau makan siang bareng ,?" Tanya Zee seraya masuk.
" Apa menu hari ini ,?" Tanya Zidan dengan nada lembut nya.
" Emmm, Padang .?"
" Boleh .!"
Mereka berdua terlihat sangat dekat dan serasi membuat teman teman mereka yang lain beranggapan bahwa mereka sudah berpacaran, namun Zidan selalu menyanggah nya.