
Kemanapun Zidan pergi, dia selalu menjadi pusat perhatian karena ketampanan dan sikap supel nya terhadap orang lain membuat nya semakin di sukai.
" Kenapa kamu selalu tersenyum kepada semua orang yang kamu temui ,?" Tanya Zee heran dengan sikap temannya itu.
" Entah lah, hanya refleks ," Jawab nya singkat seraya menyeruput kopi nya lalu memberi senyuman nya juga kepada Zee lalu berlalu pergi.
" Dasar orang itu ." Ujar nya ingin kesal tapi dia malah salting lalu mengikutinya masuk ke dalam ruangan Zidan
" Kenapa kamu mengikuti ku kesini ,?" Tanya Zidan melihat Zee sudah ada di ruangan nya.
" Ini masih jam istirahat, aku gabut jadi aku mau gangguin kamu ," Ujar Zee.
" Kamu ini kaya bocah aja ."
" Kamu ada acara nanti malam .? "
" Kenapa emang .?"
" Keluar yuk, kita nonton ."
" Aku banyak kerjaan ."
" Ayolah ... Jangan terlalu giat ! kamu juga butuh refreshing ." Zee mencoba membujuk Zidan.
" Lain kali ajah ok ." Zidan tetap menolak nya sembari membukakan pintu, mengisyaratkan supaya Zee pergi dari ruangan nya, Zee hanya bisa pasrah dan menghela nafas kesal.
" Dasar gak asik ." tukas nya sembari pergi
" Sampai jumpa ." Balas zidan sambil tersenyum untuk menggoda Zee.
***
Zakira tiba di tempat mamih Karin, setelah dia baru masuk semua orang di sana langsung menyoraki dan menyambutnya dengan tepuk tangan.
" Huuuuuu ." terdengar sorakan sangat gaduh, zakira bingung dengan apa yang terjadi kenapa semua orang menyoraki nya.
" Wih, ratu baru kita datang .!" Celetuk seorang perempuan, semua orang disana menatap kagum kepadanya.
" Ada apa ini ,?" Tanya zakira masih bingung
" Selamat, kamu jadi ratu VVIP hanya dalam waktu satu malam ! Wajah dan badan kamu memang pembawa keberuntungan .!! " Seorang perempuan menghampirinya dan memeluknya, zakira malah makin bingung.
" Apa maksudnya itu .?" Gumam nya dalam hati
" Aku iri sama kamu, aku juga mau jadi VVIP, kalau saja aku punya wajah secantik kamu ," Keluh seseorang di samping zakira.
Lalu Nanda dan mamih Karin datang
" Selamat ! selamat sayang, kamu berhasil jadi kelas VVIP ," Ucap mamih Karin seraya memeluk zakira lalu membawa nya ke ruangan pribadi milik nya.
" Good job ." Nanda memberi 2 jempol kepada zakira saat zakira melewatinya, zakira hanya bisa memaksakan senyum nya.
Pelayanan yang di sediakan mamih Karin memang gak sembarangan, kelas paling bawah pun pekerjanya cantik cantik apa lagi kelas VVIP seperti zakira, dalam bidang ini kecantikan dan bentuk tubuh memang menjadi pacuan seseorang bisa di kategorikan beberapa kelas.
" Ayo duduk sini ! Hari ini kamu harus menemui pelanggan VVIP lagi ," Ujar mendudukkan zakira di depan cermin.
" Apa ? Tapi bekas semalam juga masih ngilu ." Protes zakira.
" itu karena kamu baru pertamakali, nanti kalau sudah biasa juga gak bakalan ngilu ."
" Gak apa apa kok, yang harus kamu ingat jangan lupa pakai pengaman ," Ujar Nanda
" Tapi ... .!"
" Udah jangan banyak protes, ini orang yang kemaren ." Ucap mamih Karin sambil memoles wajah zakira.
" Apa ? Si Rendy .?" Zakira kaget dia benar benar menyewanya lagi.
" Iyah, udah diem ! Sebentar lagi dia mau jemput kamu ." Zakira pun pasrah menurut.
" Dia cocok di pakein apa aja ya kan ,?" Nanda terus memandangi penampilan zakira " gemes banget anjir, untung gue normal, kalau gue pelangi ajah gue udah terkam Lo ."
" Oh Iyah, kita belum kasih tahu pembagian hasil kita . " Ujar mamih Karin.
" Aku pasang tarif kamu mulai hari ini tuh 10 juta/ 1 jam, terus kalau bookingan biasa kita 50:50, tapi kalau bookingan kontrak kamu 60% kita 40%, deal ! " Mamih Karin mengulurkan tangannya untuk salaman.
" Tunggu dulu bookingan kontrak itu apa ,?" Tanya zakira penasaran
" Oh Iyah kamu belum tahu yah, jadi nanti kamu di booking lewat kontrak min 1 bulan maksimal 1 tahun ." Jelasnya.
" Hah ? Maksudnya kita main sama orang yang booking kita aja gitu ,? "
" Ya itu keuntungannya ."
" Kita jadi wanita simpanan dong ."
" Bisa jadi ! Tapi resikonya tinggi ."
" Ada resikonya.?"
" Adalah, kalau misalkan yang nyewa lo udah nikah bisa bisa lo di labrak terus kalau orang itu bosen dia bisa buang lo kapan saja ." Potong Nanda ikut menjelaskan
" Tapi tenang, karena kamu masih baru mental dan fisik kamu belum siap jadi pelayan kontrak." Tambah mamih Karin.
" Ok semua nya dah jelas yah ! dan aku anggap kamu setuju dengan pembagian hasil tadi ok ! Sekarang waktunya kamu bekerja ." Mamih Karin menyuruh zakira segera pergi karena Rendy sudah sampai,
zakira keluar di temani Nanda seperti biasa penampilan zakira selalu membuat setiap mata yang melihat nya terbelalak.
" Anjir ke artis dia mah, bukan kayak gadis open BO ." ucap seseorang.
" Anjir, beda VVIP mah di jemput ! Pake mobil Tesla lagi, makin iri gue ." Ucap yang lain melihat sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti untuk menjemput zakira.
Rendy akan membawa zakira jalan dulu dan membelikan hadiah untuk zakira mulai dari pakaian, tas dan sandal, semuanya branded dan zakira bebas memilih apa yang dia mau, tentu saja zakira sangat senang, karena untuk pertama kalinya selama dia hidup zakira merasakan yang namanya belanja tanpa melihat bandrol harga.
" aku boleh memilih semua ini ? " tanya zakira merasa ragu ragu untuk memilih barang yang dia suka.
" ambil saja, semua barang yang kamu suka atau kamu mau, jangan melihat harga nya !" ucap Rendy.
lalu Rendy membelikan zakira sebuah kalung juga, hari ini zakira banyak sekali mendapat hadiah dari Rendy, walaupun zakira tahu kalau dia nanti harus membayarnya, tapi itu urusan nanti pikir nya karena sekarang dia mau menikmati kehidupan ala orang kaya walaupun hanya sekejap.
tanpa sadar senyum ceria menghiasi bibir manis zakira, Rendy yang melihat senyuman Zakira itu spontan langsung ingin mengecupnya
" ya ampun, Ren malu kita lagi di ruang publik !" protes zakira karena kecupan tiba tiba dari Rendy itu membuat nya kaget dan merasa malu, karena banyak orang yang menyaksikan adegan itu, Rendy malah tersenyum tanpa merasa bersalah lalu dia merangkul zakira, walaupun gak nyaman zakira mencoba terlihat menikmatinya.
mereka pun sudah selesai berjalan jalan lalu mereka pergi ke hotel, tentu saja Rendy akan meminta sesuatu lagi malam ini, zakira sudah menduga nya namun kali ini zakira sudah mempersiapkan dirinya untuk sesuatu seperti malam kemarin.
sepanjang malam ini zakira full bermalam bersama Rendy, karena mungkin dia akan pulang pagi zakira kali ini tidak lupa untuk mengabari Zahir, supaya dia tidak khawatir
" pacar mu ?" tanya Rendy melihat zakira menelpon seseorang.
" adikku !" jawab zakira.
" kau punya pacar ?" Rendy memeluk zakira dari belakang, zakira menggelengkan kepalanya.
" itu bagus, mungkin kita bisa balikan lagi !" ujar Rendy , zakira hanya diam tidak meresponnya.
" kenapa kamu diam saja ?" tanya nya lagi
" enggak, aku hanya mengantuk !" jawab zakira sambil memaksakan senyuman nya.
" ya udah kita tidur sekarang !" ajak Rendy menuntun nya ke atas kasur, lalu dia mengelus rambut nya zakira supaya zakira bisa terlelap, perlakuan lembut Rendy hampir meluluhkan hati zakira namun dia selalu menyadarkan dirinya bahwa Rendy baik karena ada maunya bukan tulus dari dalam hatinya.
tapi di sisi lain zakira merasa bersyukur karena yang sedang tidur bersamanya adalah Rendy jadi zakira bisa merasa nyaman.
Dia gak bisa membayangkan kalau malam ini yang sedang bersamanya adalah orang lain atau bahkan mungkin pria tua mungkin dia akan menangis dan meminta untuk pulang, dan yang pasti dia gak bakalan bisa melakukan pekerjaan nya itu dengan baik.