
Zakira berjalan perlahan menuju ke arah dapur dengan susah payah, Zee yang menghadap ke jalan masuk otomatis orang yang pertama yang melihat sosok zakira ke luar dari kamar milik Zidan
Zee langsung kehilangan kata kata saat melihat ada seorang wanita di rumah pacar nya, melihat ekspresi Zee berubah Zidan berbalik melihat apa yang Zee lihat
" Aku bisa jelaskan !" Ujar Zidan tanpa basa basi Zee langsung menampar Zidan lalu pergi, saat melewati zakira dia sempat menatap nya dengan sorot mata yang tajam
" Zee tunggu, ini tak seperti bayangan mu !" Zidan pergi mengejar Zee
Zakira hanya bisa bengong melihat apa yang terjadi gara gara dirinya
" Zee tunggu, dengar penjelasan aku dulu !" Zidan meraih tangan Zee untuk menahan nya pergi
" Aku gak nyangka kamu se bajingan itu Zidan !" Bentak Zee, dia berpikir bahwa Zidan sudah meniduri zakira, di tambah zakira memakai pakaian zidan dan keluar dari kamar nya.
" Dengar kan aku, aku tidak melakukan apapun dengan dia, aku hanya menolong nya !" Ujar Zidan
" Kau pikir aku percaya ! Menolong apa ? Bahkan dia berpakaian seperti itu saat bersama pria lajang !" Zee semakin kesal dan mulai menangis
" Kau bilang sudah sangat mengenal ku, tapi kamu berpikir aku pria seperti itu hah ? Kau menganggap ku pria rendahan seperti itu ? " Zee menatap Zidan dengan penuh emosi
" Dengar kan aku Zee, aku bicara jujur, aku hanya menolong nya kita tidak melakukan apapun, kemarin malam aku menemukannya dalam keadaan mengkhawatir kan aku tidak bisa berpikir panjang lagi karena aku harus segera menyelamat kannya ! Kamu percaya pada ku kan ? Zee ? " Jelas Zidan
Zee sudah mulai tenang dan mau mempercayai alasan Zidan, Zee pun kembali di bawa masuk untuk mendengar penjelasan dari zakira
Tapi sebelum itu melihat zakira hanya memakai kemeja putih milik Zidan, yang nampak kebesaran dan menutupi seluruh bagian badan nya tapi terlihat menerawang Zee mengambil sebuah selimut untuk menutupi bagian tubuh zakira yang terlihat menerawang karena zakira tidak memakai baju dalam.
" Kenapa kamu tidak membawa nya kerumah sakit ?" Tanya Zee mulai mengintrogasi
" Dia bilang situasinya dalam bahaya, kalau dia pergi kerumah sakit dia akan di bawa lagi sama pacar nya, dia seperti ini karena pacar nya juga !" Jawab Zidan
Zee baru ingat, orang yang di cari orang orang tadi itu adalah zakira
" Jadi kamu yang di cari mereka itu ?"
" Mereka masih mencariku ?" Zakira jadi cemas
" Iyah, mereka sudah menyebar foto kamu, kamu harus hati hati !"
" Heh ! kenapa kamu peduli, biarkan mereka menangkap nya, ini bukan urusan kita !" Bentak Zee kepada Zidan
" Aku mohon jangan memberi tahu mereka keberadaan ku, nanti dia akan benar benar membunuh ku !" Zakira langsung memohon di hadapan zee
Tapi Zidan segera menghentikannya,
" Kamu gak perlu melakukan itu !"
" Zidan ! Jangan sentuh dia ! " Zee menepis tangan Zidan yang mencoba membantunya berdiri
Zakira langsung menunduk merasa tidak enak kepada mereka berdua, melihat zakira tertunduk Zidan langsung menegur Zee
" Kenapa kamu kasar sekali !"
" Kita harus hati hati, siapa tahu dia orang jahat !"
" Jaga mulut kamu ! "
" Kau lihat dia di cari orang orang menyeram kan, berarti dia juga bukan orang baik baik kan !"
" Hentikan !" Zidan berusaha tetap sabar menghadapi Zee
Merasa tersinggung dengan ucapan Zee tadi, zakirapun memutuskan untuk segera pergi dari rumah zidan
" Aku nanti akan pergi setelah adikku datang !"
" Kau bisa pergi saat kamu sudah baikan !" Ujar Zidan
" Udah biarin aja, nanti kamu kebawa bawa lagi !" Ucap Zee dengan ketidak sopanan nya
Merasa sudah kesal, Zidan pun mengajak Zee untuk pulang
" Kamu istirahat lagi aja yah, nanti aku kembali lagi !" Zidan menarik tangan Zee keluar
" Aku mau nginep di rumah kamu !" Ucap Zee
" Kau sudah membuat nya tersinggung tadi, kalau kamu tetap disini dia tidak bisa istirahat dengan tenang !" Zidan memaksa Zee untuk masuk ke mobil nya
" Kenapa kau jadi membela dia !"
" Aku tidak membelanya, aku hanya..! Sudah lah "
Zidan jadi kesal kepada Zee karena sikap nya terhadap zakira tadi, membuat Zidan merasa tidak enak ke zakira.
Selama perjalanan Zee dan Zidan saling mendiam kan, bahkan saat sampai Zidan langsung pergi begitu saja
****
Sekarang Zion sudah menemui cara supaya zakira cepat ketemu, yaitu dengan memancing zakira keluar lewat adik nya Zahir.
Namun saat Zion mencari Zahir, Zahir sudah tidak ada di rumah nya, ternyata Zahir sedang pergi ke rumah Zidan.
Zion pun menelpon nya melalui ponsel zakira
" Kau ini siapa ? Apa kau pacar kakak ku ?" Tanya Zahir, Zion langsung tersenyum smirk karena dia sekarang dapat ide bagus
" Aku tidak tahu aku harus bilang nya apa, aku bukan pacar kakak mu tapi aku sudah tidur dengan nya dan aku membayar nya sangat mahal karena kakak mu sangat cantik ! " Ujar Zion
Mendengar semua itu Zahir tidak langsung percaya begitu saja karena dia percaya kakak nya tidak akan berani menjadi wanita seperti itu
" Kau tidak tahu selama ini kakak mu bekerja jadi pelacur buat membiayai mu ?"
Zahir langsung tertegun, dia menjatuhkan kantong yang berisi pakaian kakak nya,
" Kau masih tidak percaya ? Memang dia kerja apa Sampi bisa dapat uang banyak secepat itu ya kan ?" Ujar Zion seperti ingin terus mengompori Zahir
" Apa kakak mu tidak bilang kalau dia pelacur ? "
" Diam kau brengsek !" Bentak Zahir lalu dia menutup telepon nya
Zahir tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan tapi jika di pikir pikir lagi perkataan orang tadi memang masuk akal.
Zahir segera mengambil kembali kantong yang terjatuh dan segera bergegas ke rumah Zidan
Dengan wajah yang kesal Zahir mengetuk keras pintu rumah Zidan, sampai membuat Zidan terkejut
Zidan pun membukakan pintu tiba tiba Zidan langsung menerobos masuk
" Dimana kakak ku ? " Teriak Zahir
" Kamu tenang dulu ,Dia ada di kamar !" Zidan mencoba menenangkan Zahir
Mendengar suara adik nya zakira segera bergegas keluar
Saat melihat zakira keluar kamar Zahir segera menghampirinya
" Kenapa kau berbohong pada ku !" Bentak Zahir membuat zakira kaget
" Apa maksudmu ?"
" Jangan pura pura tidak tahu !! Aku sudah tahu semua nya ! " Ucap Zahir dengan muka yang memerah dan air matanya mulai keluar
" Tahu apa Zahir ?" Zakira mencoba mendekati zahir
" Jangan mendekati ku dasar kau ****** !" Bentak Zahir lagi membuat zakira kaget, Zidan pun tak kalah tercengangnya karena dia baru tahu siapa zakira sebenarnya
" Kakak bisa jelaskan Zahir, kakak tidak bermaksud..!"
" Diam kau jangan menjelaskan apa apa, selama ini kau membohongi ku dan memberiku makan dari pekerjaan yang menjijikan itu !"
" Maaf kan kakak, kakak hanya tidak tahu lagi harus gimana, maaf kan Kakak Zahir, kakak mohon maaf kan kakak !" Zakira lagi lagi tidak bisa menahan air matanya seraya berlutut di hadapan Zahir
Zidan ikut merasa terharu menyaksikan apa yang terjadi di hadapan
" Aku bilang jangan menyentuh ku !!"
Zahir mendorong zakira hingga zakira tersungkur, Zidan langsung membantu zakira bangun
" Zahi..r maaf kan Kakak, kakak hanya ingin kamu hidup layak, maaf kan kakak, kakak tahu cara kakak salah, kakak yang salah maaf kan kakak !" Lirih zakira
Zahir menatap nanar kepada kakaknya itu yang terus memohon meminta maaf padanya sambil menangis tersedu-sedu membuat nya tidak tega apalagi saat dia melihat beberapa luka di tangan zakira, Zahir malah jadi merasa bersalah
" Aaah dasar hidup sialan !" Teriak nya lalu Zahir merangkul zakira sambil tak kuasa menaha tangis di pelukan kakak nya
" Maaf kan aku kakak, gara gara aku kau harus mengalami semua ini !" Ucap Zahir dengan suara bergetar, suasana di rumah Zidan menjadi sangat mengharukan membuat Zidan juga ikut menangis dengan nasib dua bersaudara itu
Setelah beberapa saat zakira dan Zahir nampak sudah tenang, untuk beberapa saat suasana menjadi hening, Zidan membiarkan mereka untuk mengobrol berdua saja . Zahir terus mengelus tangan kakak nya yang di perban sesekali meniupi nya
" Siapa yang melakukan ini ? Aku akan menghajar nya !" Ucap Zahir, zakira tersenyum dengan mata yang sembab
" Maaf kan kakak !" Ucap zakira dengan suara bergetar seraya mengelus pipi Zahir
" Tidak, aku yang pantas meminta maaf ! Kakak gak usah kerja lagi, aku yang akan kerja ! Mulai sekarang aku yang akan mengurus kakak !"
Zidan mendengar percakapan mereka dari dapur sambil membuat kan teh hangat untuk mereka, dia yang selama ini tidak pernah mengalami hidup susah tidak mengerti dengan apa yang mereka rasakan, namun dia mau bersimpati terhadap keadaan mereka
" Minumlah dulu, supaya perasaan kalian membaik !" Ujar Zidan seraya menyodorkan gelas kepada mereka
" Terima kasih banyak!" Ucap zakira
" Aku merasa tidak asing dengan mu, apa kita pernah bertemu ?" Tanya Zahir
" Kita pernah bertemu di rumah sakit !" Jawab Zidan sambil tersenyum
" Kau seorang dokter ?" Zidan mengangguk
" Ooh, ngomong ngomong siapa yang menjawab telepon kakak tadi ?" Tanya Zahir kembali ke mode dinginnya
" Dia menjawab telepon kakak ? "
" Iyah, dia yang memberi tahu ku semua nya !"
" Nanti kalau dia nelpon lagi jangan di angkat, blokir aja dulu nomor kakak yang itu mungkin dia akan mencari mu juga !" Ujar zakira cemas
" Sebenarnya dia siapa ? Dia yang melakukan semua ini pada kakak ?" Zakira langsung diam, melihat zakira terdiam berarti jawaban nya iya
" Aku akan menemui nya dan menghajar nya !" Zahir beranjak dari tempat duduk nya
" Jangan Zahir, jangan berurusan dengan dia, dia orang yang sangat mengerikan !" Zakira menghadang Zahir yang hendak pergi
" Lalu aku harus tetap diam setelah dia menyakiti kakak ku ? "
" Aku mohon Zahir, jangan !" Melihat mata zakira yang memohon Zahir pun mengurungkan niat nya