
Zakira mencoba menghubungi Zidan untuk membatalkan janji temu nya, tapi karena Zion selalu mengikutinya jadi zakira tidak punya kesempatan untuk menghubunginya
Bahkan saat Zidan menelpon nya zakira tidak bisa menjawab nya karena Zion akan marah saat tahu dia punya nomor pria lain
Alhasil Zidan menunggunya tanpa ada kepastian bahkan sampai hari menjelang malam, Zidan tetap menunggu kedatangan zakira
Sementara zakira sedang berada di sebuah aquarium raksasa tempat selanjutnya yang ingin dia kunjungi dalam list keinginan nya
Zion terlihat benar benar berusaha ingin menjadi pria yang baik bagi zakira
Entah apa yang harus zakira rasakan sekarang, senang atau malah gelisah karena Zion si tempramental semakin berusaha keras untuk memikat hatinya
Sedang zakira merasa tidak tertarik untuk menjadi pasangan nya. Hatinya pun bimbang bagaimana sebaik nya dia bersikap terhadap Zion, karena menjadi wanita kontrak nya pun di luar dugaan nya sekarang Zion berusaha memikat hatinya semakin membuat hatinya tak karuan.
Zakira pun menghela nafas panjang
" Ada apa ?" Tanya Zion mendengar nya menghela nafas
" Ng..nggak aku hanya lelah setelah seharian berada di luar !" Dalih zakira
" Setelah sampai rumah kamu bisa langsung istirahat !" Ujar Zion
Ponsel zakira bergetar ada yang menelpon nya, zakira langsung tegang karena takut Zidan menelponnya, tapi saat zakira periksa secara perlahan ternyata Nanda, zakira pun lega
Tapi tetap saja menjawab nya di dekat Zion agak membuat nya canggung
Zakira pun menolaknya
" Kenapa tidak di jawab ?" Tanya Zion
" Itu tidak penting !" Jawab zakira
Lalu ponsel nya berbunyi lagi kali ini satu pesan masuk dari Nanda , dia bilang kalau mamih Karin ternyata kabur keluar negeri, tanpa sadar zakira mengumpat di dekat Zion.
" Kenapa ?" Tanya Zion lagi dia penasaran hal apa yang membuat nya sampai mengumpat
" Ah nggak maaf aku keceplosan !" Ujar zakira merasa tidak enak
Namun Zion penasaran, dia pun merebut ponsel milik zakira, Zion melihat pesan dari Nanda itu tanpa basa basi Zion langsung menelpon nya untuk menanyakan hal apa yang membuat zakira mengumpat
Dengan terpaksa Nanda pun menjelaskan apa yang terjadi dengan zakira dan mamih Karin, setelah tahu masalah nya tanpa di minta Zion langsung menyuruh teman nya untuk mencari Karin dengan segera
" Itu..itu tidak perlu ! Biarkan saja dia pergi !" Ujar zakira khawatir Zion akan menyakiti Karin
" Aku memberikan uang sebanyak itu untuk kamu, bukan untuk dia !" Ujar Zion singkat
" Lain kali jika ada masalah beritahu aku, aku bisa membantu mu apapun itu !" Pungkas Zion, zakira hanya bisa mengangguk pelan
****
Saat sampai di rumah, zakira segera mengirimi Zidan pesan, dia sangat merasa tidak enak karena tidak memberi kabar yang jelas
Untung nya Zidan mengerti kondisinya, walaupun sudah menunggu nya beberapa jam namun Zidan memaafkannya dan bilang kalau mereka bisa bertemu lain waktu.
Saat hendak tidur zakira mendengar suara mobil Zion pergi, zakira tidak tahu Zion pergi kemana dia melihat nya dari jendela kamar nya
Zakira pun jadi membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya jika dia terus hidup bersama seorang Zion pria yang seperti bom waktu
Walaupun dia bersikap baik padanya sekarang tapi zakira tahu bahwa Zion adalah Zion sikap asli nya masih melekat kuat di dirinya yang asli, meski dia berusaha keras untuk menjadi baik tapi zakira masih khawatir dia bisa meledak kapan saja dan dimana saja
****
Malam tak terasa telah berganti menjadi pagi lagi, zakira melihat suasana rumah masih sepi itu berarti Zion tidak pulang
Namun baru beberapa menit kemudian Zion pulang, terlihat dia sedang kesal, zakira langsung ketakutan diapun segera mengunci kamar nya
Terdengar Zion marah marah tidak jelas, entah apa yang membuat nya marah, zakira tidak mau tahu yang penting sekarang zakira harus menghindar dari amukan Zion
" Benar dugaan ku, dia hanya berpura pura baik ! Dia hanya mencari muka di hadapan ku !" Gumam zakira sambil bersembunyi di sudut kamar
situasi seperti ini yang membuat zakira selalu ingin pulang dan mengakhiri kontrak nya dengan Zion. Karena saat dia marah dia selalu melampiaskan nya kepada siapa saja yang ada di hadapan nya
Dalam keadaan tegang, ada notifikasi masuk memberitahukan bahwa ada sejumlah uang telah masuk ke rekening nya, membuat nya tercengang dengan jumlah nya
Tak lama kemudian Nanda menelponnya memberitahu bahwa Karin telah mengembalikan uang nya, dan akan segera di transfer ke zakira
" Sekarang aku harus gimana ?" zakira bingung tidak di terima butuh di terima berarti dia harus hidup berdampingan dengan Zion selama 1 tahun lamanya
Setelah beberapa saat, keadaan di luar menjadi hening zakira penasaran untuk melihat keadaan Zion
Dia mengendap-endap melihat ke sekitar nya, tampak tak ada siapapun hanya saja barang barang di ruang sudah berantakan
Seperti tak punya rasa takut, zakira malah mencari keberadaan zion
Membuat zakira terkejut, awal nya zakira hendak pergi dan tidak peduli namun melihat kondisi Zion yang mengkhawatir kan rasa iba nya tidak bisa berbohong
" Apa yang terjadi ?" Tanya zakira cemas seraya melihat kondisi wajah Zion yang terlihat bengkak
" Euh kenapa aku melakukan ini !" Benak nya kesal karena hati dan pikiran nya lagi lagi tidak sejalan
" Apa ini sakit ?" Tanya zakira lagi sambil mengelus dagu dan pelipis Zion yang terlihat membiru, namun Zion tidak berkata apa apa dia hanya menatap zakira
Merasa perasaan nya tidak enak, zakira segera menjauhkan diri nya dari hadapan Zion, namun tak di sangka Zion malah menarik nya ke dalam pelukannya
" Aku butuh pelukan !" Ujar nya pelan sambil mengeratkan dekapan nya membuat zakira tertegun, zakira mengepal kan tangan nya berusaha untuk tidak terbawa suasana
Namun semakin lama zakira merasa pelukan Zion membuat nya nyaman juga, tanpa sadar dia membalas pelukan nya Zion sambil mengelus lembut punggung dan rambut Zion
Setelah merasa tenang, zakira membantu Zion untuk mengompres lebam nya dengan es, sebelumnya zakira sudah menenangkan diri supaya terlihat santai dan tidak gementaran
Karena lebam nya ada di wajah, otomatis wajah zakira berada cukup dekat dengan wajah Zion,
" Kenapa kau terus menatap ku ?" Tanya zakira menyadari Zion terus menatap nya
" Kau sangat cantik !" Ujar nya membuat zakira salting dan berhenti mengompres
" Kenapa kau berhenti ?"
" Aku mau ke toilet dulu ! " Zakira beranjak dari tempat duduk nya
" Kenapa tiba tiba ? " Zion menahannya, sehingga zakira kembali duduk, lalu Zion mendekatkan wajah nya
" Apa kamu masih takut kepada ku ?" Tanya Zion,
" Kadang kadang !" Jawab zakira gugup dan tidak sanggup menatap mata Zion
" Maaf aku masih sering marah marah di depan mu, pasti kamu merasa tidak nyaman dan takut !" Zion membekai wajah zakira
" Aku tidak akan menyakiti mu lagi !" Bisik Zion lalu dia mengecup pipi zakira
zakira kembali tertegun, wajah nya menjadi memerah dan terasa panas, zakira pun meminta ijin untuk ke toilet
Zion melihat nya pergi sambil tersenyum
" setiap menatap wajah mu aku jatuh cinta lagi dan lagi ! gumam Zion lalu dia membaringkan badannya di kursi
" aaah, aku harus menikahinya !" ucap nya sambil menutup mata mencoba tertidur
****
Zakira masuk ke kamar nya dengan perasaan bimbang nya lagi
" Dia membuat ku terus bingung !" Ucap nya
Zakira merasa Zion seperti sedang Menarik ulur perasaan nya, terkadang dia membuat nya takut, kadang membuat nya senang, kadang membuat nya kesal dan kadang membuat nya iba juga
" Sebenarnya dia ingin memperlakukan ku seperti apa ?" Gumamnya dalam lamunan
****
Hari ini zakira berencana untuk pergi ke rumah nya, karena surat perjanjian yang telah di sepakati jadi Zion tidak terlalu mengekang nya untuk pergi kemanapun
Sehingga zakira dengan bebas bertemu dengan adik nya walaupun terus di ikuti pengawal
Saat tiba di rumah Zahir sedang pergi sekolah, namun kondisi rumah nampak tertata rapih dan bersih
" Dia sangat rajin !" Ujar zakira lalu dia pergi ke kamar nya
Nampak kamar nya pun sudah tertata rapih, padahal waktu zakira pergi kondisinya sangat berantakan
" waw Dia juga membereskan kamar ku ! Ya ampun kasur jelek ku, aku merindukan mu !" Zakira menjatuhkan badan nya di atas kasur nya nampak dia sangat merindukan kasur jelek nya itu
Lalu zakira melihat barang barang pemberian Rendy yang masih terbungkus rapih, sekilas zakira memikirkan keadaan Rendy
" Apa dia baik baik saja ya ?" Pikirnya sembari duduk di meja belajar nya, saat melihat buku buku yang berjejer zakira merasa ada yang hilang
" Kemana buku harian ku !" Ucap zakira sambil mencari keberadaan buku harian nya, dia mencari keseluruh tempat bahkan Sampai ke kamar zahir, namun tidak ada
" Kemana benda itu ? Perasaan aku menyimpan nya di meja !" Zakira mencoba mengingat-ingat dimana dia meletak kan nya, tentu saja zakira tidak akan menemukan nya di rumah, karena Zion telah mengambil nya
" Dah lah bukan hal penting !" Zakira pun berkeliling di rumah nya, sudah satu bulan lebih dia tidak pulang ke rumah nya membuat nya rindu suasana rumah kecil dan sederhana nya
Namun kondisinya sudah sangat tidak nyaman untuk di tinggali, zakira pun berpikir untuk pindah ke rumah yang lebih layak