
✨Happy reading✨
Matahari mulai terbit dari ufuk timur.Suara burung berkicau tiada henti seperti sengaja membuat seseorang yang tengah tidur dengan lelapnya terpaksa harus membuka mata sambil menggeliat meregangkan tubuhnya yang masih sedikit ngilu akibat kegiatan kemarin malam.
Namun sepertinya Emily enggan untuk memulai aktivitasnya,ia menarik kembali selimut yang sudah merosot ke bawah.Albert nampak tersenyum melihat tingkah laku wanita yang masih terbaring sambil menutup rapat tubuhnya dengan selimut.
Cup...
“Morning kiss”ujar Albert memberi kecupan singkat di dahi sang calon istri.
Diluar dugaan Albert,Emily menarik lengannya sehingga tubuh kekarnya hampir mendarat di tubuh mungil Emily.
“Hey..”
“Temani aku sebentar saja”pinta Emily dengan mata yang masih terpejam.
“Apakah kegiatan semalam kurang?”tanya Albert menggoda
“Tidak..aku hanya ingin seperti ini sebentar saja sebelum bersandiwara lagi”cicitnya
“Kau tidak perlu bersandiwara lagi..aku akan akhiri semua ini sekarang juga”jawab Albert tegas
Emily mulai mengusap kedua matanya dan menyeimbangkan penglihatannya dengan cahaya silau sinar matahari.
“Apa kau serius?”
“Tentu saja..aku tidak suka bermain-main terlalu lama..semakin cepat semakin bagus”ucap Albert
“Baiklah aku akan bersiap”
Emily beranjak dari ranjang dengan selimut yang masih menggulung tubuh mungilnya.
“Honey”panggil Albert sembari berjalan ke arah Emily
“Ada a..?”jawab Emily sembari menoleh ke raja belakang
Belum sempat Emily melananjutkan kalimatnya,Albert telah membungkamnya dengan sebuah ciuman.
“Hhmmm”Emily hampir kehabisan nafas karena Albert tidak memberinya kesempatan.
“Hah..hah..hah..apa kau ingin membunuhku?”ucap Emily sedikit berteriak.
“Ternyata kau belum bisa mengimbangiku”ejek Albert lalu pergi meninggalkan Emily
“Tunggu saja..aku akan membuatmu meminta ampun karena permainanku”gerutu Emily.
Ditempat lain seorang wanita dengan keadaan bertelanjang bulat mulai bangun dari tidurnya.Seluruh badannya terasa remuk karena permainan laki-laki yang ia anggap sebagai Albert.
“Eenngghh...”Clara menggeliat meregangkan tubuh seksinya.
“Permainan Albert benar-benar gila”gumamnya
Clara memungut satu-persatu baju yang tergeletak di lantai.Namun sebuah pikiran licik terlintas ketika melihat baju yang ia kenakan masih bagus.
Ssrrekkk...
Ia merobek baju yang digunakan semalam untuk merayu Albert.
“Hhaahh...saat nya ke tahap akhir dari rencanaku”gumam Clara.
Kini semua orang sudah berada di meja makan terkecuali Clara.Tidak ada yang menanyakan keberadaannya hingga Jessi pun angkat bicara.
“Kemana kak Clara?”tanya Jessi
Albert mengangkat kedua bahunya pertanda ia tak tahu,lalu Jessi mencoba melirik sang ibu.
“Mom kemana kak Clara?”
“Aku tak melihatnya dari kemarin malam..handphone nya pun masih berada di dalam kamarku”ucap Mora
“Aaaaaa”suara teriakan seseorang dari atas sana.
“Clara...itu suara Clara”ucap Mora panik.
Mora meninggalkan meja makan dan berlari menuju lantai atas untuk memastikan sesuatu.
Albert dan Emily saling pandang seakan mengerti dengan permainan selanjutnya.
“Ada apa itu?”tanya Jessi yang ikut berdiri dan ingin menyusul.
“Lanjutkan sarapanmu”perintah Albert kepada sang adik
Jessi duduk kembali tak berani membantah perintah sang kakak meskipun rasa penasarannya sangat tinggi.
Mereka kembali melanjutkan sarapan tanpa memperdulikan Mora dan Clara di atas sana.
Hingga beberapa menit berselang Mora dan Clara turun dengan sandiwara yang sudah mereka rencanakan.
“Penjelasan apa yang ingin mommy dengar?”tanya Albert dengan mata tetap fokus pada makanan di depannya.
Emily menoleh ke arah belakang untuk melihat apa yang sedang terjadi.Emily mengernyitkan dahinya ketika melihat penampilan Clara saat ini.Rambut yang berantakan,baju sobek dan wajah yang terlihat ketakutan.
“Selain menjadi model..sepertinya di juga cocok menjadi seorang pemain film”gumam Emily dalam hati.
“Astaga kak Clara..apa yang terjadi?”tanya Jessi khawatir ketika melihat keadaan Clara.
Melihat sikap Albert yang cuek terhadap mereka,Mora menjadi kesal.
“Clara katakan pada ku apa yang terjadi?”tanya Mora
“Hiks..hiks..AL..Albert telah menodaiku Aunty”ucap Clara sambil menangis sesenggukan.
“Apa!!!...Albert kenapa seperti ini?”teriak Mora
“Aku tidak tahu apa-apa mom”sahut Albert santai.
“Apa kau lupa kejadian semalam?”tanya Clara
“Kejadian yang seperti apa maksudmu?”
Albert sengaja membuat mereka berdua kesal.
“Cukup Albert..mommy benar-benar kecewa denganmu..mommy tahu Clara tidak mungkin berbohong..mommy mau kau harus menikahi Clara karena kau sudah me...”Mora menghentikan bicara nya dan tersentak kaget karena Albert menggebrak meja.
Bbbrraakk...
“Sudah cukup aku membiarkan kalian bermain-main”ucap Albert menatap tajam ke arah Mora dan Clara.
“Jessi..bawa Leon naik ke atas”perintahnya pada sang adik karena ia tak mau anaknya melihat pertengkaran di antara mereka nantinya.
Jessi menganggukkan kepala lalu menggendong Leon untuk naik ke atas.
Mora dan Clara menelan ludahnya dengan bersusah payah ketika mata tajam Albert terus menatapnya tanpa berkedip sedikit pun.
“Clifton..”panggil Albert
Clifton masuk dengan membawa sebuah meja yang di atasnya berisi TV berukuran besar.
“Mulai..”perintahnya.
Layar TV itu mulai menyala dan menampilkan sebuah rekaman ketika Clara pergi ke dapur untuk menyiapkan anggur dengan memberi obat perangsang di dalamnya hingga adegan dimana Clara merayu dan bermain bersama pria lain.
Tentu saja ekspresi Clara berubah 180 derajat ketika mengetahui pria yang bermain dengannya bukanlah Albert.
“Ini tidak benar..ini semua tidak benar”teriak Clara.
“Apanya yang tidak benar?”tanya Albert tersenyum puas.
“Ah aku mempunyai satu video lagi..dan yang pasti mommy akan menyukainya”ucap Albert melirik ke arah sang ibu.
Layar besar kembali memperlihatkan sebuah rekaman sepasang lelaki dan perempuan.Dalam video tersebut terlihat Clara dan seorang laki-laki tengah berbincang di kantin perusahaan.
“Setelah rencana kU berhasil maka aku akan menyingkirkan nenek tua itu”ucap Clara
“Nenek tua?”
“Ya nenek tua..Aunty Mora”
Klik...
Vidio itu terhenti
Wajah Clara semakin pucat karena ia sudah terpojokkan.
“See..wanita yang mommy banggakan menusukmu dari belakang”ujar Albert
“Kurang ajar..tidak tahu terima kasih”teriak Mora
Ppllaakkk...
Satu tamparan keras berhasil mendarat sempurna di pipi mulus Clara.
“Aku punya kejutan terakhir untukmu”
Seorang lelaki masuk dengan santainya menuju arah mereka.
“ROY..kenapa kau bisa ada disini”tanya Clara dengan wajah terkejut.
“Kau terlalu bodoh untuk menjadi lawanku Clara..bahkan bisa dibilang sangat bodoh..sebelum memilih lawan ada bagusnya jika kau mencari tahu tentang musuhmu terlebih dahulu..tapi kau malah menyepelekan hal itu sehingga menjadi boomerang untuk dirimu sendiri”
Bersambung...