
✨Happy reading✨
Emily mengerjapkan mata nya perlahan,mencoba mengimbangi cahaya silau lampu lalu lintas.Entah kenapa ia merasa sudah tidur terlalu lama sehingga menimbulkan rasa pusing dikepala nya.
“Hhmmm..”Emily memperhatikan suasana sekitarnya dan ternyata ia masih di dalam mobil taksi.
“Ternyata aku masih di dalam mobil”gumam Emily dalam hati.
“Nona..bangun nona”ucap sang supir menyadarkan Emily
“Maaf pak..seperti nya saya tertidur terlalu lama”ucap Emily merasa tidak enak.
“Tidak apa nona..sedari tadi saya sudah membangunkan nona akan tetapi nona tidak merespon seperti nona sangat kelelahan”jelas sang sopir.
“Kalau boleh tahu ini jam berapa?”tanya Emily ketika melihat keadaan diluar yang mulai gelap.
“Ini sudah pukul 7 malam nona”
“Jam 7?...berarti aku sudah tertidur 2 jam lamanya”gumam Emily dalam hati.
“Apakah nona ingin melanjutkan perjalanan?”tanya sang sopir
“Hhmm sepertinya saya tidak jadi pergi ke jalan X pak..antarkan saya ke jalan A saja”jawab Emily
Sang sopir menganggukkan kepala dan melajukan kendaraannya menuju mansion Albert.
Di mansion ,Mora dan Clara tengah berbincang setelah beberapa jam lalu Clara datang dengan membawa berita bagus.
“Aku sudah tidak sabar melihat pertengkaran di antara mereka”ucap Mora tersenyum senang
“Aku pun sama Aunty”jawab Clara menimpali Mora
Bbrroommm...
Suara mobil Albert sudah terdengar dan itu menandakan Albert telah kembali dari kantor.
“Albert sudah datang..bersikaplah seperti biasa”ucap Mora sembari berdiri untuk menyambut kedatangan Albert
Clara menganggukkan kepala lalu ikut berdiri dan mengekori Mora.
“Selamat malam tuan”sapa Willy
“Apakah Emily sudah kembali?”tanya Albert
“Maaf tuan..nona Emily belum kembali”jawab Willy
“Malam Albert”sapa Mora
“Malam mommy”jawab Albert
“Kemana wanita itu?”tanya Mora mencari sosok Emily
“Dia pergi berkunjung ke rumah orang tuanya”jawab Albert sembari berjalan menuju meja makan diikuti oleh Clifton di belakangnya.
Mora dan Clara saling menatap dan setelah itu mereka tersenyum penuh makna.
Dddrrtttt....
Ponsel milik Albert bergetar menandakan ada pesan masuk.
Sebuah nomer yang tidak terdaftar di ponsel mengirimkan sebuah pesan kepadanya.Awalnya ia merasa bingung,namun di detik berikutnya beberapa gambar masuk kedalam ponselnya.
Terlihat jelas raut wajah Albert benar-benar berubah.Foto yang ia lihat membuat emosinya tersulut.
“Sialan”umpat Albert
Clifton terlihat bingung dengan perubahan raut wajah sang tuan,namun setelah melirik ke arah 2 wanita yang tengah tersenyum,ia mulai mengerti.
“Clifton..cari keberadaannya sekarang juga!”perintah Albert dengan nada yang mulai meninggi.
“Baik tuan”
Belum sempat Clifton melangkah menuju pintu,tiba-tiba perhatian semua orang teralihkan oleh kedatangan seseorang.
“Maaf aku terlam..”ucapan Emily terpotong ketika semua mata melihat ke arahnya.
“Dari mana saja kau?”tanya Albert dengan menatap tajam ke arah Emily
“Bukankah aku sudah meminta ijin padamu untuk pergi kerumah orang tuaku..tapi diperjalanan aku mengantuk dan terti..”lagi-lagi ucapan Emily dipotong
“Tertidur maksudmu?”tanya Albert
“Ii..iya aku tertidur di dalam taksi”jawab Emily yang mulai gugup karena ia tak tahu kenapa Albert menatapnya seperti itu.
“Apakah kau yakin tertidur di dalam taksi bukan di sebuah hotel?”albert kembali menekankan setiap kata-katanya.
“Dihotel?..apa maksudmu?”emily bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Albert
“Lihat ini”Albert melemparkan ponselnya ke arah Emily
HAP...
Ponsel milik Albert berhasil ditangkap oleh Emily dan dengan perlahan ia membuka ponsel Albert.
Mata nya membulat sempurna ketika ia melihat fotonya tengah berbaring bersama seorang pria tanpa busana.Seingatnya ia tidur di dalam taksi tapi kenapa di foto ini dia tidur didalam kamar hotel bersama seorang pria.
“Tidak..ini tidak benar...aku benar-benar tertidur didalam taksi tadi..sungguh percayalah padaku”Emily mencoba menjelaskan kejadian yang ia ingat.
“Hah...ternyata kau hanya seorang wanita murahan”sindir Mora
“Benar Aunty...aku tidak menyangka wanita yang berwajah polos seperti mu ternyata seorang J*lang”imbuh Clara
“Diam!!!...kalian tidak tahu apa-apa..”Emily spontan membentak kedua wanita yang tengah asik memperkeruh suasan.
“Berani-beraninya kau membentakku”Mora ikut berteriak karena tak terima dibentak oleh Emily.
“CUKUP!!”kali ini suara Albert mampu membungkam semua orang yang ada disana.
“Kalian semua kembali ke kamar masing-masing...dan kau ikut aku..jelaskan semua nya padaku”ucap Albert sembari berjalan menuju lantai atas.
Satu persatu dari mereka mulai meninggalkan ruangan itu dan kembali ke kamar masing-masing tak terkecuali Mora dan Clara.
“Kenapa Albert tidak menampar wanita itu Aunty”kesal Clara
“Aku juga tidak tahu..tapi kita akan menguping nanti..aku sangat penasaran bagaimana nasib wanita itu menghadapi kemarahan Albert”ucap Mora tersenyum penuh arti ketika membayangkan bagaimana jika Albert menghukum Emily.
Bersambung....