
#happyreading
Semua orang telah berkumpul di meja besar yang sudah dipenuhi oleh hidangan lezat buatan para koki handal di mansion utama.
Orang-orang yang tengah duduk di kursi masing-masing sibuk berbincang-bincang sembari menunggu kedatangan sang pemilik mansion.
Tap..tap..tap..
Terdengar sebuah langkah khas seorang Albert turun dari tangga.Perhatian semua orang mulai tertuju ke arahnya.
“Maaf karena telah membuat kalian menunggu lama”ucap Albert
“Tidak masalah...kami bisa memaklumi mu”jawab Dannis
“Jessi maafkan kakak mu ini karena tidakbisa menjemputmu saat kau keluar dari rumah sakit”nada bicaranya benar-benar berbeda ketika ia berhadapan dengan sang adik.
“Tidak apa kak..aku tahu bagaimana sibuknya kau”jawabnya dengan senyuman hangat.
Suasana kembali hening dan semua orang sudah bersiap untuk menyantap makan malam mereka,seorang wanita datang dengan langkah yang terburu-buru.
“Maaf semua aku sedikit terlambat”menampilkan senyum ramah dengan wajah yang sudah merona.
Tanpa menunggu jawaban dari siapapun,Emily duduk di kursi yang masih kosong.Semua mata kini tertuju pada Emily,wanita itu benar-benar mampu menghipnotis lelaki yang berada di meja makan terkecuali Clifton sang sekretaris dingin.
“Eekkmm..bisa kita mulai acara makan malamnya”Jessi mencoba untuk menyadarkan para lelaki.
Makan malam pun dimulai,para maid mulai mengisi piring setiap orang dengan hidangan yang ada di atas meja.Suasana meja makan benar-benar sangat hening,hingga mata Dannis tidak sengaja menangkap sebuah pemandangan yang janggal.
“Wah..sepertinya di mansion ini mulai di penuhi oleh serangga”sindir Dannis hingga semua mata mulai tertuju padanya.
“Jangan sembarangan bicara Dannis..mansion ini sangat bersih tidak mungkin ada serangga disini”Damian mencoba untun protes.
“Rumah yang bersih tidak bisa menjamin jika di dalamnya tidak terdapat serangga”sanggahnya lagi.
“Uuhhuukk..uuhhuukk”Dareen benar-benar terkejut melihat ini semua.
“Wah..wah ada apa dengan mu Dareen?..apa mulutmu kemasukan serangga saat ini?”ledek Dannis.
Damian dan Dion hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan dari sahabatnya yang satu ini.Di antara mereka hanya seorang Dannis yang berani memancing api amarah dari mereka berempat.
Sepasang mata tajam mulai menatap ke arah Dannis.Tatapan mata itu seolah menyiratkan bahwa saat ini juga ia ingin menguliti Dannis hidup-hidup.
“Jika kau masih berbicara,maka akan ku buat kau bungkam seumur hidupmu”ancam Albert dengan tatapan tajam ke arah Dannis.
“Ho..HO..HO..tenang brother..aku hanya bercanda,,mana mungkin di mansion ini terdapat serangga”ledeknya lagi.
“Sudahlah..kita lanjutkan makan malamnya..tidak baik bertengkar saat di meja makan.”Jessi mencoba mengembalikan suasana agar tenang kembali.
Setelah makan malam selesai,Albert memilih untuk mengadakan pertemuan dengan para sahabatnya untuk membahas bisnis mereka di dunia hitam.
“Sejauh ini apakah ada yang berani mengganggu kita?”tanya Albert membuka pembicaraan.
“Tidak ada Albert ..hanya saja aku dengar beberapa hari ini kau diserang oleh sekelompok orang..apakah itu benar?”ujar Damian sembari menikmati minuman yang telah di sediakan khusus oleh Albert.
“Siapa yang berani menyerang seorang Albert?...apa dia tidak sayang dengan nyawa nya sendiri?”imbuh Dion
“Aku belum tahu pasti siapa yang telah berani mengusikku..tapi aku rasa semua ini ada hubungannya dengan Justin”kini tatapannya mulai terlihat serius.
“Justin?...apa alasannya hingga dia berani menyerangmu?”dareen mulai masuk ke obrolan.
“Aku tidak tahu..ini baru perkiraanku saja..tapi jika benar dia orangnya..maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya.”aura mafia mulai terlihat jelas di dalam dirinya ketika berhubungan dengan pembunuhan.
Bersambung...