The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 36



#happyreading


“My lipstik”


“My blush on”


“My eye shadow”


“Oke My perfect face..and next My outfit”


Begitulah dialog seorang model terkenal yang kini tengah sibuk bersolek di depan cermin.


Malam ini Emilia akan pergi ke salah satu bar yang berada di negara A,hal ini ia lakukan untuk menghibur diri,mengingat sejak hari itu ia harus bersembunyi dan berpindah negara demi menghindari kejaran seorang Albert.


“Wow..My sexy body and i Love it”puji Emily kepada diri nya sendiri.


Dengan balutan busana sexy,Emily keluar dari hotel,berjalan dengan anggun khas seorang model terkenal.


Banyak orang berdecak kagum dengan penampilan Emilia yang begitu menawan,beberapa kali ia menebar senyum ramahnya kepada orang-orang yang ia lintasi sepanjang jalannya.


Namun banyak juga wanita-wanita yang melihatnya dengan sinis,menunjukkan ekspresi ketidaksukaannya kepada Emilia,hal itu terjadi karena pasangan dari wanita-wanita itu melihat Emilia dengan tatapan seperti serigala melihat mangsa.


Hingga akhirnya sebuah mobil mewah berhenti di depan loby hotel,terlihat kaca mobil itu mulai diturunkan.


“Come on baby”ucap seorang laki-laki dari dalam mobil


Dengan senang hati Emily membuka pintu mobil itu dan masuk ke dalamnya.


“Apa kau sudah lama menunggu?”tanya Brain


“Aku baru saja sampai Brain”jawab Emilia


“Baiklah..Are you ready for a surprise tonight”


“Oh Brian kau sungguh membuatku penasaran”


“Kita berangkat”seru Brain


“Let’s go...”teriak Emilia


Sepanjang perjalanan mereka asik mengobrol,memuji satu sama lain,dan beberapa kali Brain mencoba memberi sinyal kepada Emilia.


Tak terasa kini mereka sudah sampai di sebuah bar yang begitu megah,bisa dibilang bar ini adalah tempat khusus bagi orang-orang elit karena dari parkirannya saja sudah berderet mobil-mobil mewah.


“Silakan tuan putri”ucap Brain sembari membukakan pintu untuk Emilia.


“Terima kasih Brain”ujar Emilia dengan senyum ramah.


Kini mereka mulai menginjakkan kaki di lantai bar yang di dalamnya sudah di penuhi oleh puluhan pengunjung.


Sambil bergandengan tangan bak pasangan yang romantis,mereka berjalan ke lantai paling atas dari bar ini.


Brain memesan khusus salah satu meja yang berada di lantai atas untuk bersenang-senang bersama Emilia.


“Silakan duduk tuan putri”Brain menggeser kursi Emilia dan mempersilakannya untuk duduk.


Emilia merasa aneh dengan tempat ini,ia bingung di tempat seramai ini,lantai atas hanya di tempati oleh beberapa orang saja,bisa dibilang hanya ada dirinya dan juga Brain


“Kenapa hanya ada kita berdua di lantai ini Brain?”tanya Emilia yang sedikit bingung


“Aku memesan tempat ini khusus untuk malam kita berdua”jawab Brain


“Oh My kenapa kau harus repot-repot Brain”


“Aku tidak merasa direpotkan sama sekali,aku sengaja melakukan ini untuk mu Emilia”


“Aku sangat tersanjung”


“Apapun akan aku lakukan asalkan itu membuat kau merasa senang”kini Brain mulai menggenggam tangan Emilia


Emilia terdiam ketika tangannya tengah di genggam oleh Brain.


“Aku sengaja memesan tempat ini untukmu,aku ingin ketika aku menyatakan perasaanku padamu,kau akan mengingat moment manis ini suatu saat nanti”ucap Brain dengan senyum tulus


“Maksudmu?”emilia masih bingung dengan arah pembicaraan Brain


“Emilia...would you My girlfriend?”tanpa di duga Brain mengeluarkan kotak kecil berisikan cincin berlian.


Sontak Emily terkejut dan langsung menurunkan tangannya dari atas meja.


“Ma...maaf Brain aku tidak bisa”tolak Emilia


“Ada apa?...apa kau meragukanku?”tanya Brain yang kaget dengan penolakan Emilia


“Aku tidak bisa menerima mu Brain,aku hanya menganggapmu sebagai teman tidak lebih”tolak Emilia untuk ke dua kalinya


“Tapi apa artinya selama ini,kebersamaan kita,perhatianmu padaku,apa arti dari semua itu?” Brain mulai emosi


“Maaf Brain jika semua yang aku lakukan membuatmu salah paham tapi sedari dulu kau aku anggap sebagai seorang sahabat tidak lebih dan juga aku sudah menempatkan seseorang di dalam hati ku”ucap Emilia


“Siapa orang itu?...katakan padaku emilia!..kenapa kau memberi ku harapan selama ini?...apa kau kira semua yang aku lakukan hanya sebatas karena kau adalah Temanku?”brain sedikit meninggikan nada suara nya karena saat ini ia benar-benar emosi


“Dari awal aku tidak pernah memberimu harapan apapun Brain,aku sudah bilang kau hanya aku anggap sebagai seorang sahabat tidak lebih”Kini Emilia juga merasa emosi karena Brain tidak mengerti dengan apa yang ia sampaikan.


“Aku tidak terima penolakan,aku ingin kau menjadi milikku!...hanya milikku!”teriak Brain sembari memegang pundak Emilia


“Lepaskan aku Brain..kau tidak boleh memaksaku”Emilia ikut berteriak


Pppllaakkk...


Emily menampar Brain dengan cukup keras dan langsung berlari ke bawah.


Ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Brain.


Ketika hendak keluar dari bar yang ia kunjungi bersama Brain,mata Emily menangkap sosok laki-laki yang mampu membuatnya menolak seorang Brain.


“Dia...kenapa bisa dia berada di tempat ini?”gumam Emily


Tidak ingin membuang waktu Emily segera berlari keluar dan memesan taksi untuk kembali ke hotel tempat ia menginap.