
#happyreading
Seorang wanita yang berusia 26 tahun tengah duduk di depan layar komputernya untuk mengawasi jalannya pertempuran antara sang tuan dan musuhnya.Ia juga dapat melihat beberapa Drone melintas di depan layar CCTV yang dipasang oleh tuannya.
Mata tajamnya tengah bergerak kesana kemari untuk mencari sesuatu.Ia sangat hafal akan teori seperti yang dilakukan oleh Dannis.Jika dannis memasang kamera,sudah dapat dipastikan ia akan memasang alat komunikasi juga untuk rekan-rekannya.Beberapa kali ia mencoba memperbesar tampilan layar komputernya ketika kamera berhasil merekam bagian telinga dari musuh tuannya.
“Teorimu sangat rendahan tuan Dannis”gumam wanita itu.
Mata biru wanita itu berbinar setelah mendapat sesuatu yang ia cari.Dengan kemampuannya yang sudah di atas rata-rata,jari-jari lentiknya mulai bergerak menekan setiap tombol yang ada.Sebuah kode yang ia ketikkan akan membuat alat komunikasi itu berhenti untuk beroperasi.
“Selamat bersenang-senang tuan Dannis”wanita itu mengulum senyuman ketika tangannya menekan tombol Enter di keyboard komputernya.
Di sisi lain Dannis merasakan sakit di bagian telinga nya karena alat komunikasi yang ia buat tiba-tiba berdengung dengan nyaring.
“Aakkhhh...sstttt”dengan segera ia melepas alat itu dan melemparnya ke sembarang arah.
Hal yang sama pun pasti akan dirasakan oleh rekan-rekannya yang lain.
“Kurang ajar..aku tidak akan mengalah lagi”
Tidak ingin kalah dari musuh,ia mengetikkan kode di keyboard komputernya.Tujuannya kali ini adalah seorang hacker yang berada di balik rencana Justin.
“Dad ini adalah kode komputer yang mommy gunakan...kau bisa menyapanya melalui pesan seperti yang aku lakukan”
Sebuah tulisan muncul di layar komputer Dannis dan dibarengi dengan sebuah kode yang membuat ia tersenyum menang.
“Baiklah setelah aku menonaktifkan kamera CCTV yang Justin pasang..aku akan menyapa mu”gumam Dannis
“Klik” Dannis menekan tombol enter dan semua kamera CCTV yang berada di gedung itu mati seketika.Setelahnya ia mengetikkan kata-kata untuk hacker yang berada di balik rencana Justin.
“Bersiaplah aku akan menemukanmu”
Pesan sudah dikirim dan tentu saja wanita itu membulatkan mata nya ketika menerima pesan singkat dari Dannis.
Tidak ingin membuang waktu lebih lama,segera ia membereskan barang-barang nya untuk pergi dari negara itu karena Dannis sudah mengetahui keberadaannya.
“Cepat boy kita harus pergi dari negara ini”perintahnya kepada sang putra
“No mommy..aku ingin menunggu daddy disini”tolaknya
“Tidak ada waktu lagi dan jangan membantah mommy”titahnya tegas agar sang anak tak berani membantah.
Ia menggendong sang putra dan berlari keluar untuk pergi ke bandara.
Di tempat lain Clifton dan Chiko masih bertarung hingga detik ini,diantara mereka belum ada yang hendak mengalah.Clifton masih tetap memilih untuk menghindari serangan tanpa menyerang balik.
“Ggrreekkk” suara mata pedang yang saling bergesekan dan Clifton sengaja berhenti untuk mundur sembari menahan pedang chiko.Dengan gerakan cepat Clifton mendorong chiko hingga mundur kebelakang.
“Kau terlalu sibuk bermain sampai kau lupa bahwa aku adalah musuhmu..aku memberi kesempatan untuk melukai tubuhku namun kau tidak menggunakan kesempatan yang aku berikan..sekarang giliranku bersiaplah”ujarnya dengan tatapan mata tajam.
Clifton mulai menyerang dengan lincah,bahkan ia tidak memberi Chiko kesempatan untuk sekedar mengedipkan mata.Ia terus mendorong Chiko untuk mundur dengan menyabetkan pedangnya berkali-kali ke arah Chiko.
“Ssrraahhsss” pedang Clifton berhasil menggores bagian dada bidang milik Chiko hingga darah segar pun keluar deras.
“Aakkhhhh” Chiko berteriak ketika merasakan panas dan sakit secara bersamaan di bagian dada nya.
“Kurang ajar!!!!”teriak Chiko yang merasa geram.
Tanpa ampun Clifton mulai menyerang Chiko kembali,kali ini ia membidik bagian tangan Chiko.
“Srraasshhsss....traanngg” suara pedang jatuh pun terdengar diikuti dengan tangan Chiko yang sudah terpisah dari tubuhnya.
“Aakkhhhh” Chiko kembali berteriak ketika merasakan sakit di bagian tangannya.
“Itu karena kau sudah berani meremehkan ku”ujar Clifton ketika berhasil menebas tangan Chiko.
“Ssrraahhsss” suara sabetan pedang kembali terdengar dan kali ini pada bagian kaki kiri milik Chiko
“Aakkhhhh”
“Itu karena kau bersekutu dengan musuh dari tuanku”
“Sssrraaahhsss” bagian kaki kanan Chiko pun tak luput dari sabetan pedang Clifton.
“Aakkhhhh” suara Chiko mulai terdengar melemah karena menahan sakit yang luar biasa dari semua bagian tubuhnya yang telah di tebas oleh Clifton.
“Itu karena kau telah berani menculik gadis yang aku cintai”
Ketika ia mengangkat pedangnya untuk memotong bagian tubuh Chiko selanjutnya,ia segera menghentikkannya.
“KU beri kau penawaran..katakan dimana kalian menyembunyikan nona Jessi maka aku akan mempertimbangkan untuk membunuhmu”ujar Clifton dengan ujung pedang berada di atas leher Chiko
“Hahaha..apa kau kira aku bodoh?..aku tidak akan percaya dengan bualanmu itu Clifton..setelah aku mengatakannya kau pasti akan membunuhku juga..jadi jangan berharap kau akan menemukan gadis itu dengan mudah...lebih baik segera bunuh aku”ucap nya dengan tertawa lemah.
“Aku akui kau cukup pintar..baiklah aku akan mengikuti kemauanmu...bersiaplah untuk bertemu dengan ibukku karena dia yang akan menghukummu di alam sana”
“Trraasss” tanpa ragu Clifton mengayungkan pedangnya ke arah leher Chiko dan akhirnya kepala dan tubuh chiko terpisah.
“Dan itu karena kau telah membunuh ibukku “lirihnya ketika ia teringat bagaimana Chiko telah menbunuh ibunya dengan kejam.
Bersambung...