The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 89



#happyreading


Beberapa minggu kemudian luka pada kaki Emily sudah mulai mengering,jahitan nya pun sudah dilepas beberapa hari yang lalu.Hari ini Emily berencana untuk melakukan aktivitas pergi ke kantor,Setelah hampir sebulan lebih ia berada di dalam mansion.Rasa bosan mulai menghampiri mengingat ia harus selalu berada di dalam kamar dan hanya menemani sang putra untuk bermain maupun belajar.


“AL..aku sangat bosan”keluh Emily sembari memasangkan dasi untuk sang calon suami.


“Lalu?”


“Ijinkan aku untuk ikut bekerja bersamamu..”pinta Emily dengan nada yang sengaja di buat sedih.


“No..aku tidak ingin kau terlalu lelah..diamlah di mansion dan jaga Leon untukku”tolak Albert


“Ayolah..aku tidak bisa seperti ini..aku mohon..ijinkan aku kembali bekerja bersama mu..please!!”emily menyatukan kedua tangannya,masih berusaha merayu Albert


Tatapan puppy eyes Emily benar-benar tak bisa ditolak seorang Albert.


“Aarrgghhh...baiklah,tapi kau tidak boleh terlalu lelah.”dan akhirnya Albert mengalah demi kesenangan wanitanya.


“Oh AL..aku benar-benar mencintai mu”


Cup...


Satu kecupan ia hadiahkan di pipi Albert,lalu ia berjalan menuju lemari besar untuk mengambil baju kantor yang sudah ia siapkan dari semalam.


Setelah semua persiapan selesai,Albert dan Emily turun untuk sarapan pagi.Semua orang sudah nampak menunggu mereka berdua.


Dengan sikap manisnya,Albert menarik kursi dan mempersilakan Emily untuk duduk,sungguh pemandangan yang indah bagi para maid dan juga Jessi.Namun akan beda di pandangan 2 wanita yang memutar bola matanya malas melihat pemandangan itu.


“Albert mommy punya 1 permintaan untukmu”ucap Mora membuka pembicaraan.


“Katakan!”jawab Albert singkat.


“Untuk sementara waktu,ijinkan Clara bekerja di kantormu sambil menunggu ia kembali ke negaranya”pinta Mora dengan suara lembut.


“Bukankah dia seorang model,jadi untuk apa dia bekerja di kantorku?”


“Eemmm..dia ingin belajar tentang sebuah perusahaan karena sebentar lagi ia akan menggantikan posisi ayahnya sebagai direktur”jelas Mora membela Clara.


“Jika dia ingin belajar kenapa harus diperusahaanku?...diluar sana ada banyak tempat belajar dan kenapa harus di kantorku?”lagi-lagi Albert menolak permintaan Mora.


“Dia terlalu takut belajar dengan orang lain..jika belajar denganmu itu pasti akan lebih mudah karena kalian sudah saling mengenal”Mora masih berusaha membujuk Albert.


“Satu kali ini saja aku mohon penuhi permintaanku”Mora sudah memasang wajah super sedihnya saat ini.


“Baiklah..aku menerimanya bekerja diperusahaanku tapi dia harus mengikut semua aturan yang ada karena aku bukan tipe orang yang akan memanjakan orang terdekatku”jelas Albert kemudian memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Dalam hati Mora dan Clara bersorak senang karena rencana yang mereka susun baru saja dimulai,lihat..rencana awal mereka sudah berjalan dengan mulus.


“Kenapa ini menjadi sangat mudah”gumam Clara dalam hati


Emily melirik ke arah Clara saat ini,entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak.


“Untung saja Albert mengijinkan aku untuk ikut..jadi aku bisa mengawasi wanita ini”gumam Emily dalam hati.


Setelah merasa kenyang,Albert menghentikkan aktivitas sarapannya dan berdiri dari tempat duduknya.


“Ayo aku harus segera berangkat”ajaknya kepada Emily.


Emily menganggukkan kepala lalu menghampiri Leon untuk berpamitan”


“Leon..hari ini mommy akan pergi ke kantor bersama daddy..jadi kau diamlah di mansion bermain bersama Aunty Jessi...oke”ucap Emily dengan tangan yang membentuk huruf ‘O’.


Cup..


Emily memberikan kecupan pada dahi Leon sebelum akhirnya dia pergi menyusul Albert yang sudah menunggunya di dalam mobil.


Sesampainya di didepan,Emily sedikit terkejut karena di sana juga terdapat wanita yang tidak ia inginkan keberadaannya.


“Masuklah cepat”perintah Albert.


“Aahh tunggu..bisakah aku duduk di bagian belakang?..aki tidak biasa duduk di depan karena itu membuat kepalaku pusing”ucap Clara


“Ahh...silakan..aku akan duduk di depan”ucap Emily mengalah.


Melihat hal itu,Albert mempunyai sebuah ide untuk memberi Clara sebuah pelajaran.


“Clifton..turun!”perintahnya


Tanpa bertanya lagi,Clifton sudah mengerti kemaun dari tuannya.Dengam cepat ia turun dari kursi pengemudi.


Bbrraakk...


Albert masuk dan duduk di kursi pengemudi.


Emily merasa sedikit heran dengan apa yang dilakukan sang calon suami,namun setelah dipikir-pikir ia merasa sedikit senang karena Albert tidak membiarkannya merasa cemburu.


Lain halnya dengan Emily,Clara merasa kesal karena Albert menghindar dari nya dan dia harus duduk bersama sekretaris Albert.


“Awas saja kau Albert..sebentar lagi kau akan bertekuk lutut dihadapanku”gumam Clara dalam hati.


Setelah semua penumpang naik,Albert melajukan mobilnya menuju perusahaan miliknya.


Suasan kantor hari ini terlihat begitu tenang karena beberapa dari mereka masih bersiap untuk melakukan pekerjaan.


Mobil Albert akhirnya berhenti di loby perusahaan setelah melaju dengan cepat di jalanan ramai pagi hari ini.


Semua karyawan nampak berdiri membentuk pagar Ayu untuk menyambut kedatangan sang CEO perusahaan.


Suasana yang awalnya tenang tiba-tiba menjadi ramai ketika seorang wanita cantik turun dari mobil Albert.Bisik-bisik para karyawan wanita mulai terdengar.


“Siapa itu?”


“Siapa wanita itu?”


“Apakah itu istri tuan Albert”


Bla..bla..bal..bla dan masih banyak lagi perbincangan dari mereka.


Albert tak menghiraukan itu,ia tetap berjalan menuju lift VIP.Namun ketika ia sampai didepan lift,Albert menghentikkan langkahnya diikuti oleh orang-orang berada di belakangnya.Albert melirik ke arah Clifton.


Tanpa bertanya lagi,Clifton sudah tahu arti dari tatapan itu.


“Maaf nona Clara..anda tidak ikut naik di lift VIP bersama kami..karena di perusahaan ini status anda adalah karyawan magang..jadi silakan anda naik menggunakan lift karyawan”jelas Clifton.


Clara semakin dibuat kesal oleh sikap Albert.Lagi-lagi dia diperlakukan tidak adil,tapi itu tidak masalah bagi nya karena sebentar lagi ia akan menjadi nyonya di perusahaan ini.


“Baiklah”jawab Clara pasrah.


Clara pergi meninggal 3 orang itu dan berlalu menuju lift karyawan dengan perasaan jengkel.


Bersambung....