
#happyreading
Seorang wanita cantik dengan kulit mulus dan tubuh bak model internasional turun dengan anggunnya dari mobil yang ditumpangi,sambil menarik koper ukuran sedang dan tas jinjing di tangannya.Sebuah restaurant terkenal di kota itu adalah tujuannya saat ini.Kini kaki jenjangnya sudah masuk ke dalam restaurant tersebut dan selanjutnya melangkah ke arah salah satu meja yang sudah di pesan oleh seseorang.
“Hallo Aunty Mora..”sapa nya dengan ramah.
“Hey Clara..”Mora tersenyum hangat ke arah gadis itu dengan merentangkan kedua tangan.
Clara membalas pelukan Mora tak kalah hangat.Senyum ceria pun tak luput dari wajah cantiknya.
“Duduklah...”ucap Mora ramah
“Bagaimana kabar mommy mu?”tanya Mora membuka percakapan.
“Baik Aunty..mommy ku juga menitipkan salam untuk mu”jawab Clara
“Syukurlah...kau ingin memesan sesuatu?”
“Segelas minuman dan cemilan sudah cukup untuk menemani obrolan kita Aunty”
“Baiklah..kita akan membahas rencana ku kedepannya..mulai saat ini kau akan tinggal di mansion Albert bersama kU selama 1 bulan kedepan..aku harap kau menggunakan kesempatan itu untuk mendekatinya dan membuatnya mencintai mu agar aku bisa menendang wanita iblis itu dari sisi anakku..apa kau mengerti?”jelas Mora dengan raut wajah serius
“Tentu tante..serahkan saja semua itu padaku..”ucapan Clara di potong begitu saja oleh Mora
“Jangan menganggap semua itu akan berjalan dengan mudah..Albert adalah sosok yang sulit untuk didekati wanita dan juga cucu ku memiliki sifat yang sama dengan anakku..jika kau ingin mendekati anakku kau harus mendekati cucuku terlebih dahulu”imbuh Mora
“Baik Aunty aku akan mencobanya..selagi Aunty berada dibelakangku maka aku pasti bisa dengan mudah untuk menjalankan semua rencana ini”senyum licik terukir jelas di wajah cantik Clara saat ini.
“Bagus..aku suka dengan semangat mu Clara..mari kita mulai rencananya”Mora nampak sangat antusias.
*******
Di sisi lain,Emily tengah bermain bersama Leon di taman belakang mansion.Tidak hanya bermain sesekali Emily memberikan pemahaman mengenai tumbuhan yang ada di taman tersebut.Tentu saja bocah laki-laki itu sangat antusias mengikuti pelajaran yang menurutnya sangat menyenangkan.
“Mommy...Leon lapal..”rengeknya sembari memegang perut mungilnya.
“Astaga..maafkan mommy Leon..mommy lupa jika hari sudah semakin siang...ayo kita pergi ke meja makan sekarang”Emily meraih tubuh mungil itu dan membawa ke dalam gendongannya.
Di meja makan sudah tertata rapi hidangan makan siang untuk orang-orang yang ada di mansion utama.Para maid terlihat sibuk menata setiap hidangan yang di masak oleh para koki.
“Selamat siang tuan..”sapa salah satu maid kepada Albert
“Apakah nona dan tuan muda sudah makan?”tanya Albert sembari melangkah ke arah meja makan.
“Belum tuan”
“Panggilkan mereka....”
“Aku disini AL”suara lembut Emily membuat Albert menoleh ke arah belakang.
Leon turun dari gendongan Emily dan berlari menghampiri Albert.
“Daddy....”teriak Leon sembari berlari ke arah Albert.
“Hey boy...”Albert menghampiri putra nya dan meletakkannya di kursi,diikuti oleh Emily yang ikut duduk di kursi.
Para maid mulai menghidangkan makanan yang berada di atas meja ke dalam piring.
“Tidak biasanya tuan pulang ketika jam makan siang”gumam Emily dalam hati.
“Mommy meminta kU untuk pulang saat jam makan siang.”ucap Albert seolah tahu apa yang sedang Emily pikirkan.
“Aaiiss kenapa dia bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan?...apa dia bisa membaca pikiran orang”Emily masih setia bermonolog kepada diri nya sendiri.
“Aahh aku hanya merasa aneh saja..karena tidak biasanya anda pulang di jam makan siang”jelas Emily menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
“Kau sudah datang rupa nya..”suara Mora yang baru saja tiba bersama seorang wanita cantik.
“Duduklah mom..nikmati makan siangmu terlebih dahulu”perintah Albert tanpa menoleh ke arah sang ibu.
Mora sangat tahu sifat anak laki-laki nya,ia tidak berani membantah sedikitpun perkataan sang anak karena jika itu ia lakukan maka dia harus bersiap-siap menerima kemarahan Albert.
“Duduklah”perintah Mora kepada Clara.
Clara melirik sekilas ke arah Emily,tidak lama setelah itu mata nya melirik ke arah anak kecil yang sedang menikmati makanannya.
“Hai boy boleh aku duduk disini?”tanya Clara lembut sembari menunjuk ke arah kursi kosong sebelah Leon.
Leon hanya menganggukkan kepala tanpa berniat menoleh ke arah Clara.
“Beraninya dia mengabaikkanku”geram Clara dalam hati.
Clara akhirnya duduk di kursi kosong itu begitu pun dengan Mora yang kini tengah mengambil beberapa menu yang telah di hidangkan di atas meja.
“Mommy aku mau ayam itu”pinta Leon kepada Emily.
Emily mengangkat tangannya untuk mengambil makanan yang diminta oleh Leon,namun tiba-tiba dengan gerakan cepat Clara mengambilkan sepotong ayam untuk Leon.Anak laki-laki itu menoleh ke Clara dengan menunjukkan wajah ketidaksukaan.
“Aku ingin diambilkan oleh mommy..aku tidak mau ayam ini kalena bukan mommy yang mengambilkan.”ucap Leon kesal
Clara hanya terdiam menerima penolakan dari seorang bocah laki-laki yang berada di depannya saat ini.
“Kurang ajar anak ini”Clara semakin geram dibuatnya.
“Ambilkan ayam untuknya”perintah Albert kepada Emily.
Dengan sigap Emily mengambil makanan yang diminta oleh Leon.Dengan telaten ia menaruh ayam itu ke dalam piring Leon.
“Thanks mommy..”ucapnya
Setelah beberapa menit berlalu,jam makan siang pun telah usai.Semua orang yang di meja makan sudah menghentikkan aktivitas makan mereka.
“Albert kenalkan..nama nya Clara..dia adalah anak dari teman ibu.”ucap Mora membuka pembicaraan.
“Clara...”ucap Clara sembari mengulurkan tangan ke arah Albert
Albert tetap diam,dia enggan untuk menjawab dan membalas uluran tangan Clara untuk mengajaknya berkenalan.Dengan berpura-pura tersenyum,Clara menarik kembali tangannya meskipun dalam hati nya ia merasa sangat jengah.
“Ayah dan anak sama-sama sombong rupanya”gumam Clara dalam hati.
“Hhhmm dia akan tinggal di mansion ini selama 1 bulan kedepan bersama mommy”jelas Mora.
“Apakah sudah selesai?”tanya Albert
“Sudah..”
“Baiklah jika tidak ada yang ingin mommy bicarakan lagi maka aku akan kembali ke kantor”kata Albert sembari berdiri dari posisi duduknya.
Namun tiba-tiba ia duduk kembali ke posisi awal.
“Ingat 1 hal mommy...jangan sampai ada keributan di mansion ini..jika itu sampai terjadi maka kau tahu sendiri akibatnya”titah Albert tegas.
Mora menganggukkan kepala dan ikut berdiri ketika Albert kini sudah berjalan menuju pintu keluar.
“Aku tidak akan membiarkan wanita ini menguasai mansion ini”gumam Mora dalam hati.
Bersambung....