The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 73



#happyreading


Suara kicauan burung di luar jendela berhasil membuat seorang wanita yang masih menikmati tidur nya merasa terusik.Ia mengusap matanya perlahan dan melirik ke arah jam.


Setelah berhari-hari akhirnya luka yang di dahi sudah mulai mengering dan hari ini ia berencana akan ikut pergi ke kantor.Dengan semangat yang berapi-api,ia bergegas beranjak dari ranjang dan pergi membersihkan diri.


Ditempat lain,Albert sudah bersiap untuk berangkat ke kantor karena hari ini ia akan menghadiri rapat penting dengan beberapa pemilik saham.Seperti biasa ia akan meminta bantuan seseorang untuk memasangkan dasi nya,meskipun ia sudah bisa melakukan hal itu.Namun entah kenapa beberapa hari kebelakang kebiasaan itu benar-benar membuatnya candu.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,ia masuk ke kamar Emily berbekal dasi di tangannya.Tidak lupa ia menutup kembali pintu itu sembari mengunci nya dari dalam agar kejadian beberapa hari yang lalu tidak terjadi lagi.Albert mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang telah mengisi hati nya.Dia enggan memanggil nama Emily karena rasa gengsinya yang terlalu tinggi.


“Kemana pergi nya wanita itu”gumam Albert


Ceklek...


Seseorang keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya.Dengan santainya ia berjalan keluar menuju lemari besar tempat baju-baju yang ia simpan.Namun beberapa menit kemudian matanya menangkap sesuatu yang aneh dari arah ranjang.Dengan perlahan ia menoleh untuk memastikan apa yang baru saja ia lihat.


“Astaga..AL..”Emily terlonjak kaget karena kehadiran Albert yang tiba-tiba.


“Ke..kenapa kau bisa masuk ke kamarku”tanya Emily yang mulai gugup dengan tangan memegang kuat handuk yang ia kenakan.


“Kenapa tidak bisa..pintu kamarmu tidak terkunci”jawab Albert sembari berjalan ke arah Emily.


“Ta..tapi kenapa kau tidak mengetuknya terlebih dahulu”Emily semakin gugup dan mulai berjalan mundur karena Albert kini semakin dekat.


“Bukannya ini mansionku..aku bebas masuk kemana saja yang aku mau”bisik Albert yang kini sudah bisa meraih tubuh Emily.


Seluruh tubuh Emily terasa panas saat ini,detak jantungnya sudah tidak beraturan.Albert benar-benar membuatnya salah tingkah kali ini.Tangan kekar Albert kini sudah berada di pundak mulus Emily.sesekali ia mengusap pundak mulus itu dengan sentuhan lembut sehingga Emily semakin salah tingkah.


“A..AL bisakah kau melepaskan kU terlebih dulu..setelah itu aku akan memasangkan dasi untukmu”ucap Emily gugup


“Aku lebih suka jika kau memasangkan dasi kU dengan handuk seperti ini”goda Albert tanpa melepas kedua tangannya dari pundak Emily.


“Pasang lah..”titah Albert


Emily mulai mengangkat tangannya lalu meraih dasi yang ada di tangan Albert.Dengan perlahan dia mengalungkan dasi itu di leher Albert dan mulai membuat simpul.Belum selesai ia memasangkan benda itu,Albert sudah melancarkan aksinya.


Tanpa aba-aba ia mencium bibir Emily lalu mel*matnya.Mata Emily membulat sempurna menerima serangan dari Albert.Dia sedikit memberontak dengan memukul pelan dada bidang Albert,sehingga Albert menghentikkan aksi nya.


“Apa yang kau lakukan”tanya Emily


Albert tidak menjawab pertanyaan Emily,saat ini ia benar-benar sudah di kuasai hawa nafsu.Detik berikutnya ia mencekal kedua tangan Emily dan mengangkatnya ke atas kepala Emily agar ia lebih leluasa untuk menjalankan aksinya.


“Aakkhh..AL apa yang kau m..”


Albert membungkam bibir Emily dengan mel*mat bibir mungil itu.Emily tidak bisa melawan karena kedua tangannya sudah dicekal oleh Albert.Tanpa di duga tubuh Emily merespon tindakan Albert,ia ikut terhanyut dengan rayuan bibir Albert yang menuntunnya untuk merasakan kenikmatan.


Setelah merasa Emily sudah masuk ke dalam permainannya,Albert melepas cekalan pada tangan Emily.Kini sedikit demi sedikit ia menuntun Emily ke arah ranjang.Akal sehatnya benar-benar sudah tidak bekerja,yang ada dalam otaknya saat ini hanya tubuh indah Emily.


Albert melepas ciumannya dan menjatuhkan tubuh Emily ke atas ranjang.Handuk yang dikenakan Emily sedikit tersingkap,hal itu semakin menambah nafsu dalam diri Albert.Emily terkejut karena dirinya sudah terjatuh di atas ranjang dan mata nya tengah menangkap sosok tegap itu sedang melepas kancing kemeja yang ia kenakan.Namun otak kecilnya tiba-tiba mengingat sesuatu yang kelam di masa lalu.


“Aaaaaaaaa...”tiba-tiba Emily berteriak dengan tubuh yang gemetar.


“Tolong jangan sentuh aku...aku tidak mengenalmu...aaaaaa”bibir Emily meracau mengeluarkan kata-kata yang membuat kesadaran Albert kembali.


“Sialan..”umpat Albert yang merasa lepas kontrol


Albert mencoba mendekati Emily.


“Hey..ini aku..aku tidak akan menyentuhmu..tenanglah..”ucap Albert


“Tidak..jangan sentuh akuuuu..pergiiiii”Emily semakin tidak terkendali dan terus berteriak.


Albert mulai frustrasi dengan keadaan ini,namun tiba-tiba dia mengingat sesuatu.


“Suara ini...”gumamnya.


Kejadian 5 tahun silam terlintas di kepala nya,dengan segera ia menghubungi Clifton.


“Clifton panggilkan seorang dokter psikiater ke mansion sekarang dan antar dia ke kamar e..Emily ”perintahnya melalui sambungan telepon.


Setelahnya ia kembali menekan tombol yang ada di layar ponselnya untuk menghubungi seseorang selanjutnya.


“Hello brother”sapa Dannis dari seberang sana.


“Cari tahu kejadian 5 tahun lalu di hotel A”perintah Albert


“Wah seperti nya telah terjadi sesuatu” jelas Dannis


“Apa maksudmu?”


“Dia adalah gadis yang kau tiduri di sebuah hotel 5 tahun silam Albert”


“Aku tidak mengerti”


“Kau bisa tanyakan semua ini kepada orang tua gadis itu”


Tut..tut..tut..


Dannis menutup sambungan telponnya setelah mengatakan hal itu.


“Sialan...”geram Albert


Tok...tok...tok...


Albert tersentak dengan suara ketukan pintu dan bergegas membuka nya.


“Permisi tuan saya sudah membawa seorang dokter psikiater yang bernama dokter Keira”ucap Clifton


“Bawa dia masuk”perintah Albert


Seorang dokter psikiater yang kebetulan adalah seorang perempuan masuk ke kamar itu.Ia sedikit terkejut melihat keadaan Emily yang meringkuk di atas ranjang dengan handuk yang melilit tubuhnya.Tubuh yang bergetar dan suara tangisan yang terdengar menyayat hati.


Perlahan ia mendekati tubuh Emily,namun tentu saja Emily terkejut dan ingin menghindar.


“Nona tenanglah..saya seorang wanita jadi anda tidak perlu takut..”ucap sang dokter Keira


Ia mencoba mengelus punggung Emily dengan lembut sembari memberikan kata-kata yang bisa membuat Emily tenang.


“Kemarilah nona..saya akan melindungi nona..anda tidak perlu takut karena saya adalah orang baik”


Perlahan Emily mendekat ke arah dokter Keira dan memeluk dokter itu dengan erat.Dokter Keira tersentak menerima pelukan dari Emily,namun segera mengelus punggung Emily dengan lembut sambil mengucapkan beberapa kalimat yang membuat Emily perlahan tenang dan tertidur.


Bersambung...