The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 63



✨jangan lupa tinggalkan like✨


#happyreading


Ddoorr..Ddoorr..Ddoorr..Ddoorr..


Terdengar suara 4 tembakan sekaligus dalam ruangan itu.Selain Emilia ada 3 orang lagi yang melepaskan timah panas milik mereka.Peluru Emilia meleset dari sasaran dan hanya meninggalkan goresan di tangan Albert.Peluru yang kedua berasal dari pistol Lukas yang ia bidikkan ke tangan Emilia yang memegang pistol.Dua peluru lagi berasal dari Dareen dan Dion yang dengan tepat bersarang di bagian dada anak buah Justin.


Emilia jatuh tersungkur menahan sakit dibagian tangannya.Tidak ingin membuang kesempatan yang ada,Jessi beranjak dari tempatnya hendak berlari ke arah Albert.Namun belum sempat ia berlari,Justin sudah menariknya dengan sisa tangan yang ia punya.Dengan sigap Justin memegang leher Jessi dengan tangan yang sudah kehilangan telapaknya,tangan yang masih utuh ia gunakan untuk menodongkan senjata ke arah kepala Jessi.


“Jika kalian berani menembak maka aku akan melenyapkan gadis ini.”ancam Justin


Albert dan yang lain menghentikan gerakan mereka ketika menyadari suasan semakin mencekam.Ketika semua orang diam,seseorang masuk dengan seorang sandera di tangannya.


“Jika kau berani menembak,maka orang yang berada di tanganku akan menjadi gantinya”ujar Dannis yang datang bersama Clifton dan juga sang penghianat yang berada di cengkramannya.


Semua orang menoleh ke arah sumber suara.Reaksi Justin pun tidak dapat diduga,mata nya membulat sempurna ketika seseorang yang ia lindungi sudah tertangkap.


“Ana..”pekik Justin


“Kau datang di saat yang tepat Dannis”ucap Dion sembari bertepuk tangan.


“Lepaskan dia!!”teriak Justin


“Bagaimana kalau kita melakukan barter?”tawar Albert dengan seringai di bibirnya.


“Tidak..kau lepaskan dia maka gadis ini akan selamat”tolak Justin dengan wajah yang penuh emosi.


Merasa mendapatkan celah untuk menyelamatkan diri,Jessi menendang bagian alat vital milik Justin dengan sangat kuat hingga Justin jatuh tersungkur.Jessi berlari ke arah Clifton dan Albert memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Justin.


Bugh..


Satu tendangan keras Albert berhasil mengenai dada Justin.Darah segar mulai mengalir dari mulut Justin.Dengan emosi yang sudah memuncak,Albert menyerang Justin tanpa ampun,tendangan dan pukulan ia layangkan berkali-kali ke wajah maupun tubuh Justin.


“Kau tahu..mungkin aku tidak sehebat ayahku..namun aku jauh lebih beruntung dari mu”ucap Albert yang tengah berjongkok di hadapan Justin yang sudah lemah tak berdaya.


Albert mengambil pedangnya dan menempatkan pedang itu di bagian dada Justin.Semua orang fokus menyaksikan pertarungan Albert dengan Justin,hingga tidak ada yang menyadari seseorang yang berada di Cengkraman Dannis mengambil pistol yang ia simpan di balik bajunya dan mengarahkan nya ke arah Albert.


“Tuan awas!!!”teriak seseorang yang tengah berlari.


Ddoorr...


Peluru melesat dengan cepat ke arah Albert.Semua orang terkejut dengan suara tembakan itu,namun tanpa di duga peluru itu tidak berhasil mengenai Albert karena seorang perempuan berlari ke arahnya untuk menghalau peluru.


“Emily...!!”teriak Dareen yang melihat seseorang yang ia cintai terkulai lemas dengan luka tembak di bagian dada nya.


#Flashback oN


Emily masih mencoba melepas ikatan yang menjerat tangannya,dengan sekuat tenaga ia menggesek tali yang mengikat tangannya di kursi tempat duduknya.


Setelah berhasil terlepas,ia mulai keluar dari ruangan itu dengan jalan yang mengendap-endap.Di sepanjang lorong ia tidak menemukan penjaga sama sekali,dengan bersusah payah ia sampai di halaman depan mansion Albert.


Ia tidak tahu apa yang terjadi namun jika diperhatikan suasana mansion sangatlah sepi hanya ada beberapa maid yang berlalu lalang di dalam sana.Ketika hendak berjalan keluar tidak sengaja ia melihat Dannis keluar dari mansion bersama seorang maid yang di pegang oleh 2 pengawal.Mereka mulai masuk ke dalam mobil jeep wrangler willy’s.Emily berlari dan naik ke bagian belakang dari mobil itu.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di sebuah bangunan tua yang begitu besar.Emily sedikit mengernyitkan dahinya ketika turun dari mobil itu.Ia masih bersembunyi di belakang sana sambil menunggu Dannis masuk kedalam sana.Belum sempat masuk langkah mereka sudah di hadang oleh 2 ekor singa,tanpa pikir panjang anak buah Dannis menembak 2 ekor singa itu.


Setiap lorong mereka telusuri hingga sampai di sebuah ruangan yang menjadi tempat untuk Albert dan Justin bertarung.Emily hanya bisa mengintip dari balik pintu,menyaksikan semua kejadian yang ada didalam sana.Hingga tidak sengaja ia melihat sesuatu dari celah tangan Dannis,seseorang tengah menarik pistol dari balik baju yang ia gunakan.Ketika melihat arah dari pistol itu ia mulai berlari dan menghalau peluru itu agar tidak mengenai Albert.


“Tuan Awas!!!”teriak Emily sembari berlari.


#flasback off


Dannis yang sadar dari keterkejutannya segera menikam Ana dengan kedua tangannya sehingga Ana jatuh tak sadarkan diri.Albert yang sempat menoleh,melihat dengan jelas bagaimana wanita itu berlari dari arah samping dan berusaha menghalau peluru yang mengarah ke arah nya.


Dareen berlari ke arah Emily begitu juga dengan Clifton dan juga Jessi.Mereka terlihat panik karena darah mulai mengalir dari balik baju yang Emily gunakan.


“Emily bangunlah..”ucap Dareen dengan raut muka khawatir.


Sebelum ia menghampiri Emily,Albert memilih menyelesaikan misi nya yaitu menebas kepala Justin saat ini juga.Setelah berhasil ia melemparkan pedangnya ke sembarang tempat dan berlari ke arah Emily.


“Apa yang kalian tunggu cepat siapkan mobil!!”teriak Albert yang dengan sigap mengangkat tubuh Emily ke dalam gendongannya.


Semua orang beranjak pergi dari ruangan itu,namun Albert menghentikan langkahnya sejenak.


“Lukas kau urus wanita itu..kau bebas melakukan apapun yang kau mau asal jangan sampai membunuhnya”perintahnya kepada Lukas sembari melirik ke arah Emilia.


“Dion kau ikut ke rumah sakit Dan kau Dannis..perintahkan anak buahku untuk membawa pengkhianat itu ke markas setelah itu susul aku ke rumah sakit.”ucapnya dan kembali melanjutkan langkahnya.


Clifton dan Jessi berjalan terlebih dahulu untuk keluar dari gedung itu.Sesampainya di depan gedung itu,Albert meletakkan Emily di dalam dengan hati-hati.


“Kalian bereskan ini semua”perintahnya dan mobil Albert melesat pergi dari tempat itu diikuti oleh mobil Dion.


Saat ini hanya tersisa Lukas,Dareen,Dannis,Emilia dan Ana yang masih tidak sadarkan diri.


“Kalian bawa wanita ini ke markas”perintah Dannis kepada kedua anak buahnya.


“Ayo kita pergi dari sini...tapi sebelum itu aku akan meminta kalian untuk berhenti di depan gerbang karena aku akan memperlihatkan sebuah pertunjukkan”pinta Dareen kepada kedua sahabatnya.


Mereka mulai meninggalkan gedung itu dengan kendaraan masing-masing.Sesuai dengan permintaan Dareen,mereka berhenti tepat di depan gerbang bangunan itu.


“Kalian bersiap untuk menyaksikan sebuah pertunjukkan yang spektakuler?”tanya Dareen antusias.


“Tentu”sahut mereka bersamaan.


“Baiklah aku akan hitung sampai tiga...satu...dua..tiga..”


Booooommmmm.....


Bangunan itu meledak dengan dahsyat.


“Wooowwww”seru Lukas dan Dannis


“Apa kalian suka dengan pertunjukkan ya?”tanya Dareen


“Sangat suka..jika sudah selesai ayo kita pergi dari sini karena aku sudah tidak sabar untuk menjadi malaikat malam ini”ucap Lukas sembari menyeringai ke arah Emilia.


Akhirnya mereka meninggalkan tempat itu,bangunan itu benar-benar dibuat hancur oleh Dareen.


Bersambung....