
#happyreading
Siang dan malam berganti dengan cepat,tidak terasa kini sudah 2 minggu lebih Emily berada di mansion Albert.
Luka yang ada ditubuhnya juga sudah sembuh dengan sempurna hanya meninggalkan bekas yang Emily akan kenang selama hidupnya.
Setelah pengakuannya malam itu,Emily merasa sedikit lega karena telah berkata jujur.Selama ini ia sangat lelah bersandiwara menjadi bayang-bayang dari saudarinya.
“Apakah begini rasa nya menjadi diri sendiri,tidak perlu merubah penampilan hanya untuk menjadi bayangan orang lain.”hati nya benar-benar berbunga hari ini.
Dengan sedikit polesan di wajahnya,Emily terlihat begitu cantik.Beberapa kali ia memutar tubuhnya di depan cermin dan memuji diri nya sendiri.
Seperti biasa hari ini ia akan berangkat ke kantor bersama Albert,sejak malam itu sikap Albert terhadap dirinya sedikit mengalami perubahan,tidak ada lagi tindakan kasar yang ia dapatkan dari Albert meskipun Albert masih sering bersikap dingin padannya.Namun itu tidak menjadi masalah baginya dia masih diijinkan untuk menghirup udara segar saja sudah sangat bersyukur jadi dia tidak perlu menuntut agar Albert bersikap lembut padanya.
“Tuan semua berkasnya sudah saya letakkan di atas meja”kata Emily.
“Periksa kembali semua berkas itu..aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun”perintah Albert dengan mata yang masih menatap layar komputer.
“Hhuufftt..”Emily menghela nafas panjang karena Albert benar-benar menuntut kejeliannya.
“Clifton apa jadwalku hari ini”
“2 jam lagi anda akan meeting bermasa perusahaan tuan Vernandez”ucap Clifton sambil melihat ke layar tab miliknya.
“Apakah Damian akan mewakili ayahnya?”
“Untuk kali ini tuan Vernandez sendiri yang akan bertemu dengan anda..karena saat ini tuan Damian sedang berada di luar negeri”
“Baiklah atur semua nya..dan aku ingin kau yang menemani ku meeting kali ini”tunjuk Albert ke arah Emily.
“Eekkhhmm..”Clifton berusaha menyadarkan Emily.
Emily menoleh ke arah Clifton sambil mengangkat kedua alisnya seolah mengerti dengan sinyal yang diberikan Clifton.
“Tuan meminta mu untuk ikut bersama nya meeting dengan tuan Vernandez”jelas Clifton
“Ke..kenapa saya tuan?”protes Emily
“Bukankah kau sudah biasa menghandle klien?..apa kau lupa jika sebelumnya kau adalah seorang sekretaris Dareen Alexander?”sindir Albert
“Ba..baik tuan”jika sudah seperti ini Emily lebih memilih untuk mengalah ketimbang harus menghadapi kemarahan Albert.
Detik demi detik berlalu,Emily masih setia berkutat dengan layar komputer dan juga berkas-berkas yang di berikan oleh Albert.
“Kita berangkat sekarang”perintah Albert.
“Besok!”ketus Albert
Mendengar jawaban yang tidak mengenakkan dari tuannya,Emily membereskan semua berkas itu dengan terburu-buru.Dengan cerobohnya ia memasukkan berkas itu dengan asal ke dalam tasnya.
Melihat hal itu membuat Clifton menggelengkan kepala,ia bahkan sudah mengingatkannya untuk selalu bersiap di setiap waktu karena Albert adalah tipe orang yang tidak bisa ditebak.
Albert berjalan meninggalkan Emily yang terlihat kerepotan,ia berusaha berjalan dengan cepat untuk menyusul tuannya yang sudah berada jauh di depan.
Hari ini Albert akan melakukan pertemuan dengan ayah dari salah satu sahabatnya.Meskipun hubungan mereka sudah seperti keluarga,Albert tetap bersikap profesional jika sudah berhubungan dengan pekerjaan.
Albert adalah tipe orang yang tepat waktu,dia lebih baik menunggu dari pada ditunggu.Sepanjang kariernya,ia sama sekali tidak pernah telat jika sudah berhubungan dengan pertemuan penting.
Di sebuah cafe yang tidak jauh dari perusahaannya,ia dan Emily duduk di kursi yang sudah ia pesan khusus untuk pertemuannya dengan ayah dari salah sahabatnya.
“Selamat siang tuan muda Albert”sapa seseorang yang tidak asing bagi nya.
“Selamat siang uncle..duduklah dan jangan Memanggilku dengan panggilan itu karena terdengar sedikit aneh di telingaku”ucapnya ramah.
“Hahaha..bukankah kau memang seorang tuan muda wheeler corp?”gelak tawa Vernandez mulai memenuhi cafe tersebut.
“Terserah apa kata mu uncle”Albert hanya bisa pasrah karena ia tidak berniat berdebat dengan orang tau di depan ini.
“Baiklah bisa kita mulai uncle?”tanya Albert serius.
“Hhmm.. tunggu wanita ini ikut bersama mu?...bukankah?”vernandez menggantung ucapannya karena saat ini ia dapat melihat dengan jelas wanita di samping Albert tengah gugup.
“Lupakan...mari kita mulai”kini Vernandez mulai mengeluarkan tab miliknya.
“Terima kasih uncle..kali ini dia yang akan menyampaikan materi meeting kita.”ujar Albert yang sedikit menyentuh kaki Emily dengan kaki nya.
Sedari tadi Emily tengah sibuk mengutak Atik isi tas nya,ia masih berusaha mencari berkas yang tadi ia periksa di kantor.
“Astaga kemana pergi nya berkas-berkas itu”gumam Emily dalam hati
Melihat gerak gerik Emily yang terlihat panik,Albert sedikit mendekat dan berbisik di telinga Emily.
“Jika sampai kau melakukan kesalahan maka kau harus bersiap menerima hukuman dari ku”bisiknya di telinga Emily
Bersambung..
*Hallo readers jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen**💕💕*
*Semakin banyak masukan semakin semangat untuk menulis**❣️❣️*