The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 88



#happyreading


Setelah mengakhiri adegan panas mereka yang berlangsung selama berjam-jam lamanya dengan berbagai macam posisi,Clara dan juga laki-laki itu memilih untuk membersihkan diri lalu memakai pakaian mereka kembali.


“Jadi..katakan apa rencanamu?”tanya sang laki-laki.


“Cukup mudah...kau tahu bahwa saat ini aku tinggal di mansion megah milik Albert wheeler..aku ingin mengambil alih semua kekayaannya dan hidup bahagia bersamamu setelahnya.”ucap Clara sembari mengedipkan sebelah matanya.


“Wwooww..sepertinya itu ide yang sangat berilian..tapi kau jangan gegabah karena Albert adalah orang yang tidak bisa kita remehkan.”sang laki-laki beranjak mengambil minum yang berada di atas meja.


“Kau tenang saja baby..ada Aunty Mora di belakangku”Clara meyakinkan kembali sang kekasih.


“Baiklah aku akan membantumu dengan senang hati..jadi katakan bagaimana rencananya?”


Clara mendekat ke arah sang kekasih lalu membisikkan kalimat panjang yang berisikan rencana liciknya.Sang lelaki pun menganggukkan kepala pertanda bahwa ia mengerti dengan alur ceritanya.


“Bagaimana..apakah itu sebuah rencana yang bagus?”tanya Clara sembari menarik kembali wajahnya dari kuping sang kekasih.


“Bagus..tapi aku harap kau berhati-hati”ucap sang lelaki mengingatkan.


Clara tersenyum senang karena seseorang yang ia harapkan mau membantunya dengan senang hati,padahal jauh di dalam otak liciknya itu terdapat rencana yang berbeda.


“Bagus..aku bisa tidak perlu menyewa seseorang untuk membantuku dalam rencana ini”gumam Clara dalam hati.


Ditempat lain,Albert,Emily dan juga Leon sedang mendalami peran sebagai keluarga cemara.Mereka tengah asik tertawa dan bermain bersama.


“Daddy..”panggil Leon


“Yes...”


“Apa itu menikah?”tanya bocah itu dengan polosnya.


Emily mengkerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari sang putra.Sedangkan Albert mencoba mencari kata-kata yang pas untuk menjelaskan pertanyaan dari Leon.


“Hhhmmm..menikah itu adalah ketika seorang laki-laki dan perempuan dipertemukan kemudian menjalin hubungan yang dinamakan suami dan istri”jelas Albert singkat.


Leon memandang sang ayah dengan tatapan yang sulit diartikan,entah dia mengerti atau pun tidak hanya dirinya lah yang tahu.


“Apakah aku dan mommy bisa menikah?”


Kedua orang dewasa itu saling pandang dengan tatapan yang terkejut.


“Tidak”ucap Albert singkat


“Kenapa?...aku laki-laki dan mommy pelempuan.”


Astaga..Albert menjadi sangat bingung untuk menjelaskan seperti apa.


“Mmm begini Leon..”Emily akhirnya angkat bicara untuk menjelaskan lebih detailnya.


“Menikah itu hanya untuk orang dewasa yang saling mencintai satu sama lain..”


“Berarti ketika Leon dewasa..Leon bisa menikah dengan mommy?...Leon juga menyayangi mommy dan mommy sebaliknya”bocah itu benar-benar sangat penasaran.


Ia sangat tahu jika anak-anak seusia Leon memiliki rasa penasaran yang lebih,sehingga ia harus ekstra sabar ketika menjelaskan sesuatu hal.


“Baiklah..daddy rasa sudah cukup bermainnya..sekarang kau masuk ke kamar dan belajar bersama Aunty Jessi”perintah Albert


“No dad..aku masih ingin bermain bersama mommy”tolaknya


“Bukankah kau bilang ingin menjadi juara kelas ketika bersekolah nanti?”albert mencoba mencari cara lain.


“Yes..”


“Kalau begitu belajarlah yang rajin..jika tidak maka kesempatan itu akan diambil oleh orang lain”ucap Albert


Leon berpikir sejenak


“Baiklah daddy..aku akan pergi belajar bersama Aunty Jessi”anak kecil itu pun mengalah karena ambisinya juga sangat besar untuk menjadi juara di kelas nantinya.


Leon membereskan semu mainannya lalu permintaan untun pergi kedalam kamarnya.


“I Love you mom”


Cup..


Ia mencium pipi sang ibu


“I Love you too baby”


Cup


Emily pun mencium pipi gemas Leon.


Tanpa memperdulikan keberadaan Albert,Leon pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepadanya.


“Hey..apa kau melupakan aku?”teriak Albert ketika sang putra telah hilang dari balik pintu.


“Sudahlah..mungkin dia marah karena kau mengusirnya”ucap Emily


“Aku tidak mengusirnya..hanya saja aku ingin dia belajar lebih giat lagi karena suatu saat dia akan menjadi penerusku”jawab Albert tegas


“Apakah benar seperti itu?”tanya Emily memicingkan salah satu matanya


“Dan juga aku ingin quality time bersama mu”goda Albert sembari memeluk pinggang Emily.


“Hhaahh..aku sudah menduga nya”Emily memutar bola mata nya malas


Semenjak Albert mengungkapkan perasaannya tadi pagi,entah kenapa sikapnya berubah 180 derajat.


Sikap dingin,angkuh dan cuek sirna begitu saja.Dia berubah menjadi sosok manis,penyayang dan juga perhatian ketika berhadapan dengan Emily.


Bersambung....