The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 95



✨Happy reading✨


Langit pagi ini terlihat begitu cerah,udara segar menyeruak masuk ke dalam kamar melalui celah jendela.Seperti biasa Albert masih disibukkan dengan berbagai pekerjaannya dikantor.


Setelah merapikan kemeja yang ia pakai,ia melangkahkan kakinya menuju lantai dasar untuk sarapan bersama yang lain.Dari atas terlihat semua orang telah menunggu nya.


“Selamat pagi tuan”sapa Willy


Albert menganggukkan kepala nya lalu berjalan menuju kursi miliknya.


Para maid mulai menghidangkan makanan ke setiap piring yang ada di meja makan itu.Semua orang mulai menikmati sarapan mereka dengan khusyuk.


“Aku sudah selesai”ujar Albert


“Ada apa?..apa makanannya tidak enak?”tanya Mora yang merasa heran karena hidangan di piring Albert masih cukup banyak.


“Lanjutkan sarapan kalian,aku harus segera pergi ke perusahaan”Ucap Albert sembari berdiri dari posisi duduk.


2 wanita yang duduk berhadapan ikut menyudahi makan mereka dan berdiri untuk menyusul Albert.Clara berjalan mendahului Emily,sedangkan Emily berpamitan dengan sang anak.


Albert sudah masuk ke dalam mobil diikuti oleh Clifton dan juga Clara.Emily tampak berlari agar ia tak ditinggal.Ketika ia ingin masuk,handle pintu itu tidak bisa dibuka dan Emily terus mencobanya.


“Clifton...kenapa pintunya terkunci?”tanya Emily


“Kau akan diantar oleh supir”jawab Albert mewakili Clifton


Emily mengernyitkan dahi nya..kenapa dia harus diantar oleh supir?


Pertanyaan itu mengisi otaknya saat ini.


Tak ingin berdebat,Emily mengalah dan mundur dua langkah dari mobil Albert.


“Jalan”perintah Albert


Sedangkan di kursi penumpang bagian depan,Clara tersenyum karena ia merasa rencana nya berhasil.


“Hhaahhh..ternyata begitu mudah”gumam Clara dalam hati


Emily hanya diam mematung menatap kepergian mobil Albert yang melaju kencang meninggalkan mansion.Seperti yang dikatakan Albert,dirinya akan berangkat di antara oleh supir.


“Apakah aku membuat sebuah kesalahan?”gumam Emily dalam hati.


Sebuah mobil sudah terparkir rapi di hadapannya,lalu keluarlah seorang supir yang sudah ditugaskan khusus oleh Albert.


“Silakan nona”ucap sang sopir


Emily masuk kedalam disusul oleh sang sopir,mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang menuju perusahaan.


30 menit perjalanan Albert sudah sampai di perusahaannya,semua karyawan memberikan hormat kepadanya secara bergantian.Ia berjalan ke arah lift tanpa membalas sapaan dari karyawannya.


“Albert..apakah aku boleh naik lift yang sama denganmu?”tanya Clara memberanikan diri ketika mereka sudah sampi di depan lift.


Albert hanya menjawab dengan anggukkan kepala,tentu saja hal itu membuat Clara senang dan merasa bangga.


“Hahahah..seperti nanti malam akan jauh lebih mudah”gumam Clara dalam hati sembari menampilkan senyum merekahnya.


Selang waktu beberapa menit Emily sampai di perusahaan,dari kejauhan matanya tidak sengaja melihat Clara ikut masuk ke dalam lift VIP dan lift itu mulai tertutup.


“Kenapa Albert mengijinkannya ikut masuk?”gumam Emily


Ia melangkahkan kaki masuk kedalam perusahaan.Ketika lift karyawan terbuka,ia mempercepat langkahnya agar tidak ketinggalan.


Lift sudah terisi penuh dan Emily berada di tengah-tengah mereka.Namun tak disangka,seorang wanita dengan seragam magang datang dengan terburu-buru dan menahan pintu lift.


“Maaf..bolehkah saya ikut masuk?”tanya nya


“Lift ini sudah penuh..masuklah di lift yang lagi 1”jawab salah satu karyawan


“Lift yang satu juga sudah penuh kak”ucapnya tetap berusaha


“Lalu?...kau lihat sendiri disini pun penuh”ucap salah satu karyawan lagi.


“Aku mohon kak..ini haru pertama ku magang diperusahaan ini”ia tetap mencoba memelas agar bisa di kasihani.


Emily yang merasa kasian,melangkahkan kakinya keluar dari lift itu.


“Masuklah”ucap Emily singkat


Mata sang karyawan magang berbinar dan segera masuk.


“Terima kasih kak..aku akan membalas kebaikan kakak suatu hari nanti”ucap sang karyawan magang


Pintu lift sudah tertutup,tak lama kemudian pintu lift VIP terbuka dan tanpa pikir panjang ia masuk ke dalam sana.


Di tempat lain,Albert menyaksikan semua itu melalui komputer miliknya.Ia tersenyum kala sang kekasih rela mengalah demi karyawan magang.Ia tak salah dalam memilih orang,karena Emily mempunyai kasih sayang tulus.


Tok..tok..tok...


Suara ketukan pintu membuat Albert berdiri lalu bergegas membukakan pintu untuk seseorang di luar sana.


Pintu terbuka dan memperlihatkan wajah cantik Emily.Ia masuk kedalam tanpa memperdulikan seseorang yang telah membukakan pintu untuknya.


“Honey..”panggil Albert


Albert tahu saat ini Emily pasti sedang bingung dan marah.Tapi ia harus melakukan sandiwara itu didepan Clara dan juga Mora agar semua masalah ini cepat terselesaikan.


“Hey..kau mengabaikanku?”tanya Albert sembari berjalan ke arah Emily.


Emily tetap diam dan mulai mengambil beberapa berkas yang harus ia kerjakan.


“Honey...kenapa kau diam saja?”tanya Albert sembari memeluk Emily dari belakang.


“Hahh..AL..diamlah aku harus menyelesaikan semua ini”ucap Emily sembari melepas pelukan Albert


Albert dibuat kesal dengan sikap Emily,dengan cepat ia memutar kursi Emily menghadap ke arahnya.Ia menarik sebuah kursi yang ada di sampingnya lalu duduk tepat di hadapan Emily.


“Dengarkan aku....”ucap Albert menatap lekat mata coklat Emily.


“Maaf jika aku mengabaikanmu tadi pagi..aku terpaksa melakukan itu semua agar masalah ini cepat selesai dan kita bisa fokus untuk mempersiapkan acara pernikahan kita”jelas Albert


Emily membalas tatapan Albert mencoba mencari kebohongan dimata Albert.Namun yang dia dapat hanya tatapan ketulusan dari mata tajam Albert.


“Kita ikuti permainan ini..setelah itu kita fokus ke pernikahan kita”imbuh Albert sembari memegang erat kedua tangan Emily.


Emily menganggukkan kepala lalu memeluk tubuh Albert dengan erat.


“Satu lagi..apapun yang terjadi tetap percayalah kepada ku”bisik Albert


Bersambung....