
#Happyreading
Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam,namun seorang laki-laki masih setia memeluk wanita yang mampu membuatnya candu.Emily sudah membuka mata sedari tadi namun ia tidak berani menggerakkan tubuhnya takut jika hal itu bisa mengganggu tidur Albert.
Kkrryyuukk...
Seakan tidak setuju dengan apa yang ada di dalam otak Emily,perutnya mengeluarkan suara yang cukup nyaring,bukan tanpa alasan Emily terbangun karena rasa lapar mulai menghampirinya ditambah tadi siang ia tak sempat menikmati makan siangnya.
“Eemmmm..”Albert mencoba membuka matanya karena mendengar sesuatu.
Ia mengerjapkan mata perlahan lalu tatapannya bertemu dengan tatapan Emily.Tentu saja ia sedikit terkejut karena ia tidak tahu jika Emily sudah terbangun.Dengan spontan ia bangkit dari tidurnya dan terlihat salah tingkah.
“Eemm itu..maaf jika aku telah mengganggu tidurmu”kata Albert sambil merapikan kemeja yang ia kenakan.
Emily masih terdiam dan menatap Albert dalam.Albert merasa bingung dengan tatapan Emily,ia mencoba menghembuskan nafas sejenak lalu kembali duduk di samping ranjang.
“Ada apa?”tanya Albert lembut.
Emily mengernyitkan dahi mendengar ucapan Albert yang terkesan berbeda.
“Kenapa dia terkesan begitu perduli?”gumam Emily.
“Tidak ada apa-apa AL..”jawab Emily
“Apa kau sudah menikmati makan malammu hari ini?”albert kembali bertanya dengan nada bicara yang tak biasa nya.
“Ada apa ini?..sejak kapan ia berubah menjadi lemah lembut seperti ini?”Gumam Emily dalam hati.
Emily menggelengkan kepala pelan,karena jujur saat ini ia benar-benar lapar.
Albert mengkerutkan dahi nya dan melirik ke arah jam dinding.Waktu menunjukkan pukul 9 malam,tentu saja Albert sedikit terkejut ketika menyadari ia tertidur cukup lama di samping Emily.
“Baiklah aku akan memerintahkan salah satu maid mengantar makanan malam untukmu”ucapnya sembari mengusap kepala Emily dengan lembut.
“Aakkhh..”pekik Emily ketika Albert tidak sengaja menarik sehelai rambut Emily.
“Ada apa?..apa aku menyakiti mu?”tanya Albert
“Tidak..hanya saja sepertinya rambutku tersangkut di antara cincin yang kau gunakan”jawab Emily dengan senyum di bibirnya.
“Maaf aku tidak sengaja”
“Tidak apa-apa”
“Tunggulah disini..sebentar lagi pelayan akan datang membawakan makan malammu”titah Albert
“Maaf aku harus mencuri nya darimu karena aku harus menuntaskan semua ini sebelum aku benar-benar menyatakan perasaanku kepadamu”gumam Albert dalam hati.
Albert bangkit dan keluar dari kamar Emily menuju ruang kerja nya.Ia menggenggam erat sehelai rambut yang berhasil ia dapatkan dengan bersusah payah.
Dddrrtt..
Ponsel yang ada di dalam saku celana nya bergetar pertanda sebuah pesan masuk ke email miliknya.Segera ia merogoh benda kotak itu lalu membuka isi pesan yang dikirimkan oleh Dannis.Langkah semakin dipercepat agar ia segera tahu kejadian di dalam hotel itu di 5 tahun silam.
Sesampainya di ruang kerja ia meletakkan rambut Emily kedalam sebuah kota kecil dan dengan cepat ia memindahkan pesan yang baru ia terima ke dalam layar komputer.Ia mencoba membuka video itu dan terlihat durasi nya yang begitu lama.Awal video,terlihat seorang gadis dengan penampilan sederhana masuk ke dalam kamar yang bertuliskan angka 200.Video masih berjalan,hingga beberapa menit setelah itu terlihat dirinya berjalan dengan sempoyongan masuk ke dalam kamar yang sama.
“Apa aku salah memasuki kamar?”gumam Albert
Albert kembali fokus menatap layar komputernya,ternyata rekaman itu tidak hanya memperlihatkan dirinya masuk ke kamar tersebut.Di dalam rekaman itu terlihat jelas bagaimana Albert memaksa seorang gadis karena pengaruh obat yang ia minum.
“Kenapa video ini sama persis dengan video yang di Emilia perlihatkan 5 tahun silam”ujar Albert
Albert merasa sedikit bingung lalu menghubungi seseorang yang mengirimkan video tersebut kepada nya.
“Bagaimana Albert?”tanya Dannis
“Apa kau tidak salah memberikan video itu?”
“Tidak..memangnya apa yang salah dari video itu?”
“Apa Emilia yang memberikannya untukmu?”
“Benar..tapi dia tidak menunjukkan rekaman itu sedari awal..ia hanya menunjukkan bagaimana aku memaksa seorang gadis untuk bermain.”jelas Albert
“Dengarkan aku..ketika kita berada di hotel tersebut..secara bersamaan Emilia tengah melakukan Fashion show di luar kota..lalu bagaimana dia melakukan sesuatu secara bersamaan jika ia tidak mencari pengganti untuk salah satu perannya.”
“Tapi bisa saja yang melakukan Fashion show itu adalah orang lain”
“Bakat seseorang tidak bisa di duplikat Albert”
Albert sejenak berpikir,kenapa dia tidak menyelidiki semua itu sebelumnya.
“Aku mengerti..seperti nya aku harus bertemu dengan Emilia saat ini”
“Baiklah..kau bisa menemui nya di mansion Damian.”
Albert menutup sambungan teleponnya lalu kembali menatap layar komputer yang masih memperlihatkan adegan panasnya bersama wanita yang ada di video itu.Tiba-tiba mata tajam menangkap sesuatu,di bagian bahu wanita itu terdapat lingkaran hitam yang cukup besar.Ia menjeda video tersebut dan memperbesarnya pada bagian bahu.
“Aku seperti tidak asing dengan tanda lahir ini”Albert kembali berpikir keras
Setelah video itu berakhir,ia berdiri dan beranjak dari ruangan kerjanya.Kini ia berjalan menuju kamar Emily untuk memastikan sesuatu.
Tok..tok..tok..
“Masuk”teriak Emily
Albert membuka pintu kamar Emily dan dengan terburu-buru ia masuk ke dalam,tidak lupa ia menutup serta mengunci kamar tersebut dari dalam.
“Ada apa AL?”tanya Emily
“Apa kau sudah selesai menyantap makan malammu?”Tanya Albert melawan rasa gugupnya.
“Sudah..apa kau perlu sesuatu?”
“Tidak..aku hanya ingin memastikan sesuatu”
“Sesuatu?”
“Hhmm..bolehkah aku melihat bahu kirimu?”
Emily mengernyitkan dahinya,untuk apa Albert ingin melihat bahunya?
“A..ada apa?”
“Tidak ada apa-apa..aku hanya ingin memastikan sesuatu..aku harap kau tidak keberatan”
Emily mengangguk lalu memiringkan kerah bajunya dan memperlihatkan bahu mulusnya.Albert mendekat dan menyentuh bahu itu berusaha mencari sesuatu seperti di video tersebut.
Bersambung...
#Haireaders
Terima kasih telah mendukung karyaku..terima kasih juga karena tetap setia menunggu up dari cerita ku.
Tapi aku ingin kalian berpendapat sesuatu tentang karya ku agar kedepannya aku bisa menulis dengan lebih baik lagi.Aku ada 2 pertanyaan untuk kalian.
Pertama..apakah ceritaku terkesan tidak nyambung?
Kedua..apakah aku terkesan asal-asalkan dalam menulis setiap bab nya?
Jika kalian berkenan mohon menulis di kolom komentar.
Karena jujur aku adalah seorang pemula yang belajar otodidak jadi harap maklum jika bahasa dalam novel ini terkesan kaku.
Salam,
Author baper😄