The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 44



#happyreading


Dengan sedikit mempercepat langkahnya,Albert menyusuri setiap lorong rumah sakit menuju kamar sang adik.Seperti biasa ekspresi yang di tunjukan Albert sangat sulit untuk di tebak.


Bbrraakk...


Ia membuka pintu dengan sedikit kasar dan membuat seisi ruangan terkejut akan hal itu.


“Bisakah kau sedikit lebih sopan..dan juga bisakah kau tidak merusak fasilitas rumah sakit ini..”gerutu Dion yang kesal dengan sikap sahabatnya yang satu ini.


Seolah tuli,Albert tidak berniat membalas ucapan Dion sama sekali.Dengan santai nya ia berjalan menuju sisi ranjang Jessi.


“Apa kau sudah merasa lebih baik?”tanya Albert kepada sang adik yang masih terlihat lemas.


“Aku sudah merasa jauh lebih baik kak”jawab Jessi dengan suara yang terdengar lemah.


Di detik berikut nya,2 orang kembali masuk ke ruangan itu.Terlihat seorang laki-laki tampan yang tetap terlihat cool dan seorang perempuan dengan nafas tersengal-sengal.


“Kakak kenapa aku berada di tempat seperti ini?”tanya Jessi yang membuat Albert dan Clifton sedikit merasa bingung.


“Kau tidak ingat kejadian yang menimpamu beberapa minggu yang lalu?”tanya Albert


“Aku tidak ingat apapun kak”jawab Jessi dengan raut wajah sedih.


Mendengar jawaban Jessi,Albert menatap tajam ke arah Dion meminta penjelasan dari nya.


“Ikut ke ruanganku..ada hal yang ingin aku sampaikan.”pinta Dion yang langsung bergegas meninggalkan ruangan.


Sebelum mengikuti kepergian Dion,Albert menyempatkan diri untuk berbicara dengan adiknya.


“Kau beristirahatlah terlebih dahulu sampai kondisi mu benar-benar pulih..aku harus pergi ke ruangan Dion saat ini.”ucap Albert lembut membuat seorang wanita merasa iri saat ini.


“Baik kak”jawab Jessi singkat


Tidak ingin membuang waktu,Albert bergegas pergi ke ruangan Dion untuk menanyakan kondisi Jessi saat ini.


“Bagaimana kondisi nya saat ini?”tanya Albert to the point


“Kondisi nya saat ini sudah lebih baik karena dia telah berhasil sadar dari koma nya,,namun ada sedikit berita buruk yang akan kU sampaikan saat ini..”jelas Dion dengan sedikit menggantung kalimat terakhirnya.


“Saat ini Jessi mengalami amnesia...dari hasil pemeriksaanku,ia kehilangan setengah dari ingatannya.Kejadian-kejadian yang pernah ia alami terhapus dari memori nya.”


“Apa semua itu berdampak pada kesehatannya di kemudian hari?”


“Tentu saja hal ini akan berdampak kedepannya karena hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup,Jessi akan mengalami kesulitan saat bersosialisasi akibat kondisi ini.Ketika sebuah kejadian yang ia pernah alami melintas di pikirannya otomatis ia akan memaksakan diri untuk mengingat semua hal itu bisa menyebabkan ia akan merasakan sakit yang luar biasa pada bagian kepala nya.”


“Lalu apa yang harus aku lakukan untuk kesembuhannya?”


Dengan penjelasan yang panjang lebar Dion berusaha membuat Albert mengerti keadaan adiknya saat ini,karena hal ini juga dapat dimanfaatkan musuh untuk menyerangnya.


Di ruangan Jessi,Clifton dan Emily masih setia berdiri di depan pintu masuk layaknya sepasang patung selamat datang.Mereka masih sibuk dengan pikiran masing-masing.


“Apa dia akan menyerangku setelah ini karena Emilia lah penyebab dirinya terbaring di rumah sakit.”gumam Emily dalam hati.


“Clifton..”suara lemah itu menyadarkan kedua nya


“Apa nona memerlukan sesuatu?”tanya Clifton sembari menghampiri Jessi


“Siapa wanita itu?...apa dia kekasihmu?”Tanya Jessi polos.


Ddeeggg...


“Ada apa ini..?”gumam Clifton dalam hati


Belum sempat Clifton menjawab,seseorang datang dan langsung menjawab pertanyaan Jessi.


“Dia adalah pengawal wanita baru yang akan menjaga mu setelah kau sembuh nanti”ucap Albert menjawab pertanyaan dari adiknya.


“Benarkah?..tapi kenapa wajahnya seperti tidak asing bagiku”Jessi mencoba mengingat kembali seseorang yang berada di depannya saat ini.


“Aakkhh..kepala ku”pekik Jessi merasakan sakit yang begitu hebat pada bagian kepala nya setelah berusaha mengingat wajah wanita yang ada di depannya.


Refleks Clifton menghampiri Jessi dan memeluk wanita itu sembari mengelus kepalanya dengan wajah yang menunjukkan kekhawatiran.


“Jaga sikap mu Clifton”peringatan Albert untuk Clifton


“Maafkan saya tuan”ucap Clifton merasa telah salah dalam bertindak.


Dokter Dion kembali masuk ke ruangan itu setelah mendapat kabar bahwa Jessi merasakan sakit akibat berusaha mengingat kenangan di masa lalu.


“Jangan pernah kau mencoba untuk memaksa mengingat sesuatu di masa lalu,biarkan semua itu berjalan begitu saja sampai suatu hari nanti ingatan itu kembali dengan sendiri nya.Jika kau terus memaksa maka kau akan kehilangan seluruh ingatanmu..kau mengerti!”perintah Dion kepada Jessi


Jessi hanya bisa menganggukkan kepala nya lemah mengingat saat ini masih tersisa rasa sakit yang ia rasakan akibat terlalu memaksakan diri untuk mengingat.


Bersambung


*Hallo readers jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen**💕💕*


Semakin banyak masukan


*semakin semangat untuk menulis**❣️❣️*