The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 40



#happyreading


Bbrraakk....


“Jadi mereka gagal?”teriak Justin dengan deru nafas yang memburu karena emosi benar-benar memuncak.


“Benar tuan”ucap chiko yang merupakan tangan kanan Justin


“Apakah salah satu dari mereka ada yang tertangkap?”justin mulai terlihat panik.


“Beruntungnya tidak ada satu pun dari mereka berhasil tertangkap karena sekretarisnya meledakkan mobil beserta anak buah tuan tanpa tersisa”jelasnya


“Bagus setidaknya mereka tidak membuka mulut.”Justin kembali berpikir


“Sepertinya kita harus segera menuntaskan ini semua...chiko persiapkan semuanya karena kita akan segera memulai rencana yang telah aku susun..aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun.”perintah Justin


“Segera saya laksanakan tuan”jawab chiko.


******


Malam ini terasa begitu sunyi,jika biasanya ada Leon yang akan menghampiri nya dan menemani tidurnya, malam ini ia harus merasakan kesepian karena ia tidak tahu kenapa Leon tidak terlihat dari beberapa hari yang lalu.Setelah membersihkan tubuhnya dan mengobati luka yang masih sedikit basah,Emily memilih untuk berbaring sambil membaca beberapa buku yang berada di atas meja nya.


Ceklek....


Pintu kamarnya terbuka dan seseorang masuk kedalam.Dengan sigap Emily duduk dan meletakkan kembali buku-buku itu di atas meja.


“Tuan”sapa Emily


“Aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu”ucap Albert dengan nada yang sedikit terdengar dingin.


Aura mengintimidasi mulai Emily rasakan ketika mata Albert menatapnya dengan tajam.Bahkan saking tajamnya Emily merasa akan dikuliti hidup-hidup.


“Tu..tuan ingin membicarakan apa?”emily mulai gugup


Albert tidak menjawab,kali ini dia mengambil kursi dan menggesernya tepat di depan Emily.Albert duduk begitu dekat dengan Emily hingga gadis itu merasakan sesak.


“Aku ingin kau mengakuinya malam ini”suara Albert terdengar berat.


“Maksud tuan?”tanya Emily yang sedikit kebingungan


“Apa tujuanmu datang ke mansion ini?”Tanya Albert to the point


“Sa..saya tidak mengerti tuan.”Emily menggigit bibir bawahnya menahan gugup.


“Apa dia sudah mengetahui penyamaranku?”gumam Emily dalam hati


“Apa kau pikir aku seorang yang bodoh selama ini..aku membiarkan mu tetap hidup karena putraku menganggapmu sebagai ibu nya jika tidak sedari awal sudah ku pastikan tubuhmu hanya tersisa tulang belulang di kandang draco dan drake...Aku tidak suka berbelit-belit cepat katakan.”kini Albert mendekatkan wajahnya dengan wajah Emily


“Jika kau tidak mau berkata jujur,maka kau tahu sendiri akibatnya”gertak Albert


Emily masih diam bingung harus melakukan apa saat ini.Satu sisi ia harus melindungi keluarga nya dari ancaman pamannya,satu sisi ia takut Albert akan bertindak gila seperti sebelumnya.


“Apa tujuanmu datang ke mansion ini?”albert kembali bertanya namun dengan penuh penekanan di setiap kata nya.


Bbrraakk..


Ia benar-benar sudah sangat sabar dengan diam Emily,Albert memukul meja yang berada tepat disisi ranjang hingga hancur begitu saja,Emily tersentak kaget dengan apa yang dilakukan Albert.


“Jawab!!!...atau aku akan menghancurkan mu seperti meja ini”emosi Albert sudah tidak terbendung lagikarena sedari tadi wanita yang berada di depannya hanya diam membisu.


“Ampun tuan saya tidak berniat untuk menipu tuan”Emily tiba-tiba bersujud di kaki Albert sambil menangis sesenggukan.


“Lalu apa tujuanmu datang kesini?”tangan Albert meraih dagu wanita yang sedang bersujud di kaki nya,dengan emosi yang sudah memuncak tangannya sudah mencengkram dagu Emily dengan kuat,menatap tajam ke arah mata yang kini sudah basah oleh air mata.


“Ak..u hanya ingin melindungi kedua orang tua ku..hiks..hiks..”jawab Emily dengan isakan kecil.


Albert benar-benar tidak mengerti dengan apa yang Emily katakan.Kenapa ia membawa nama kedua orang tuanya,sepersekian detik Albert mempertimbangkan alasan Emily dan sepertinya ia akan mendengarkan penjelasan gadis yang ada di depannya ini.


“Duduk dan ceritakan semuanya”pinta nya dengan tegas


Emily kembali mendaratkan bokongnya di atas ranjang empuk itu,rasa lega sedikit menghampiri.Namun lagi-lagi ia teringat dengan kata-kata dari pamannya,ancaman itu mulai terngiang-ngiang di kepala nya seakan menghantui perasaan Emily.


“Saya tidak bisa tuan...”lagi-lagi Emily mengurungkan niatnya untuk berbicara jujur


“Apa maksudmu?...apa kau benar-benar ingin menguji kesabaranku kali ini?”albert semakin dibuat emosi dengan jawaban Emily.


“Jika saya berkata jujur kepada tuan..apakah tuan bisa menjamin keselamatan kedua orang tau saya”ucap Emily dengan penuh keraguan


“Apapun yang kau minta”mata Albert semakin menatap tajam ke arah Emily


Dengan penuh keyakinan Emily mulai menceritakan awal mula kedatangan Justin kerumahnya,meminta paksa Emily untuk menggantikan saudari kembar nya,sesekali ia menghela nafas dan menghapus air mata yang sudah membanjiri wajahnya.Beberapa kali Albert mengajukan pertanyaan di sela-sela cerita Emily.


“Baiklah..aku mengerti..kau tidak perlu khawatir dengan kedua orang tua mu..tetaplah bersandiwara di depan semua orang agar tidak ada orang yang mencurigai mu.”perintah Albert


“Apa tujuan Justin melakukan ini semua?...apa benar dia hanya ingin melindungi Emilia?”gumam Albert dalam hati.


Bersambung


*Hallo readers jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen**💕💕*


*Semakin banyak masukan semakin semangat untuk menulis**❣️❣️*