
*Holla guys…i’m comeback**🥳*
Di ekstra part ini bakal menceritakan tentang asal mula hubungan Clifton dan juga Jessi..
Mungkin akan ada beberapa chapter flasback pertemuan Clifton dengan Albert..
*Tapi aku gak bisa janji update tiap hari ya,karena novel sebelah belum ending..(kalo aku gak tulis sekarang takut lupa alurnya😁)*
Oke tidak perlu basa basi lagi..langsung saja
✨Happy Reading✨
#FALSBACK ON#
Dorrrr!! Dorrr!! Dorrr!!
Suara tembakan terdengar saling bersahutan saat ini,jalanan sepi dan gelap gulita menjadi saksi kilatan cahaya peluru.
Seorang pemuda dengan penampilan lusuh sedang menikmati sepotong roti yang ia beli di sebuah minimarket disamping jalan tadi.Perhatiannya teralihkan dengan suara tembakan yang terdengar tak jauh darinya.
Awalnya ia ingin mengabaikan,namun entah kenapa ia sedikit penasaran dan mencari sumber suara.
Bbrraakkk!!!
Tiba-tiba saja dia ditabrak oleh seorang laki-laki yang sudah terluka parah.
“Tuan..ada apa?”tanya Clifton melihat keadaan si laki-laki yang mulai melemah.
“Tolong aku..kita harus pergi dari sini”pintanya dengan sisa tenaga yang ada.
“Itu dia!!!”teriak seseorang yang menunjuk kearah mereka.
Dengan sigap Clifton membantu laki-laki itu”apakah anda bisa bertahan barang sebentar saja?”tanya nya
Si laki-laki mengangguk dan Clifton mulai membantunya untuk berlari.Ya..laki-laki itu adalah Albert,ia baru saja selesai melakukan transaksi disebuah pelabuhan seorang dirir.Awalnya semua berjalan lancar,namun siapa sangka musuh menjebaknya.
Ia mencoba untuk melarikan diri karena musuh mengirim begitu banyak orang sedangkan ia hanya seorang diri.Ditengah pelariannya,dari arah samping mobilnya di hantam truk yang bisa ia tebak adalah sebagian dari musuh.
Ia terluka dan sempat adu tembak,sampai akhirnya ia kehabisan tenaga dan mencoba mencari pertolongan.Dan beruntung dia bertemu dengan seseorang pemberani yang mau menolongnya.
“Siapa mereka tuan dan mengapa mereka mengejar anda?”tanya Clifton di sela-sela langkahnya
“Aku akan menjelaskannya nanti..sekarang bantu aku terlebih dahulu”jawab Albert
Hari ini adalah hari sial bagi Albert,ia bahkan tak pernah selemah ini sebelumnya.Namun seperti sebuah kebetulan,musuh mengepungnya ketika ia sedang lengah.
“Apakah anda membawa senjata atau semacamnya?..kita tidak bisa berlari terus untuk menghindar..aku akan mencoba melawan mereka”jelas Clifton
Albert mengangguk dan memberikan sebuah pistol.Clifton mengernyitkan dahinya,pistol yang diberikan kepadanya bukanlah sebuah pistol biasa dan ia yakin laki-laki yang ia tolong bukanlah orang biasa.
“Pistol itu tidak memiliki banyak peluru dan aku harap kau bisa menggunakannya dengan baik”ujar Albert
Clifton mengangguk dan mencari tempat yang bagus untuk mengamankan Albert terlebih dahulu.
“Tetaplah disini tuan..saya akan mencoba untuk melawan mereka”Clifton meletakkan tubuh Albert dengan perlahan.
“Berhati-hati lah..jumlah mereka lumayan banyak”pinta Albert
Clifton mengangguk dan setelah itu ia bergegas menghampiri orang-orang yang mengejar mereka.
“Bersiaplah”Clifton mengangkat tangannya dengan pistol mengarah ke arah mereka.
Begitupun dengan deretan musuh yang ikut bersiap.
Clifton memicingkan matanya dan mulai membidik sasaran,sebelumnya ia sudah menghitung jumlah peluru yang tersisa dan berusaha mencari rencana lain karena ia yakin tak bisa mengalahkan semuanya.
Matanya melihat sebuah mobil taksi yang berhenti di pinggir jalan untuk sekedar istirahat.Dan sebuah ide terlintas di kepalanya.
Dor!!dor!!dor!!
Peluru pertama sudah Clifton lepaskan dan melesat ke arah musuh tanpa melenceng sedikitpun.Ia juga berlari ke arah mobil taksi namun tetap menembak musuh dan fokus agar tepat sasaran.
Satu persatu musuh tumbang,namun peluru juga berhasil menggores beberapa bagian tubuhnya meskipun tidak terlalu dalam.
Tanpa basa-basi,Clifton masuk ke dalam mobil dan membuat sang sopir terkejut.
“Sir..bisakah kau melajukan mobilnya ke arah sana”pinta Clifton sembari menunjuk ke arah tempat Albert ia letakkan.
“Ta-tapi..”sang sopir terlihat ragu dan ketakutan ditambah beberapa peluru menghujani mobilnya.
“Cepat atau kita akan mati..”teriak Clifton
Sang sopir masih ragu dan dengan cepat ia mengambil alih kemudi.
“Biarkan aku yang mengemudi..aku berjanji akan membayar semua kerugiannya”sang sopir mengangguk dan membiarkan Clifton mengambil alih kemudi.
Peluru masih terus menghujani mobil yang dikendarai mobil yang dinaikinya.Tujuannya saat ini hanya fokus kepada Albert.
“Menunduklah..”perintahnya kepada sang sopir
Cciittt!!!
Mobil sudah berhenti tepat di depan Albert,Clifton keluar dengan badan menunduk dan sesekali membalas tembakan musuh.
“Tuan..bisakah kau berjalan sampai ke dalam mobil..aku harus membantai sisanya”pintanya kepada Albert
Albert mengangguk dan Clifton membantunya berdiri.Perlahan ia berjalan menuju mobil dengan sisa tenaga yang ada sedangkan Clifton terus menembaki musuh.
Cckk!!cckk!!!
“Aakkhh..sial..”umpat Clifton karena peluru habis.
Beruntung Albert telah berhasil masuk ke dalam mobil.clifton berlari ke arah mobil dan masuk dengan cepat.
“Kejar mereka”teriak musuh yang masih tersisa.
Clifton melajukan mobilnya dengan cepat agar tidak dapat dijangkau oleh musuh.
“Pergi ke jalan x..”perintah Albert
“Sir..apakah kau tahu dimana jalan x?..aku tidak tahu jalanan di negara ini karena aku orang baru”pintanya kepada sang sopir
Sang sopir mengangguk dan mulai memberi arahan kepada Clifton.Beruntung musuh tidak dapat menjangkaunya dan ia bisa sedikit bersantai.
Bersambung…
Segini dulu ya😉