The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 68



#happyreading


Semakin hari hubungan antara Albert dan Emily kian mengalami perubahan meskipun sikap Albert tetaplah dingin.Namun semua itu tidak menjadi beban untuknya,semua itu ia jadikan motivasi agar nantinya Albert bisa mencintai diri nya seperti dia mencintai Albert.


Tidak ada lagi rasa sakit yang Emily rasakan saat ini,begitu luka tembakan di bagian dada nya mengering saat itu juga semua rasa sakit dalam diri nya hilang.Ia menjalankan semua aktivitasnya dengan normal.


Pagi ini semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi.Hidangan pun sudah tertata dengan rapi di atas meja dengan berbagai menu yang terlihat lezat.Para maid menuangkan setiap menu ke dalam piring masing-masing orang yang berada di meja itu.


“Permisi tuan...tuan dan nyonya besar sudah tiba”lapor salah satu penjaga pintu.


“Baiklah kalian sambut kedatangan mereka”perintahnya.


“Apa kakak sudah memberitahu kak Emily tentang kedatangan mommy dan daddy?”bisik Jessi kepada Albert


Albert hanya menjawab dengan anggukkan kepala sembari melirik ke arah Emily yang terlihat gugup.


“Kau bisa memanggil mereka dengan sebutan mommy dan daddy.”ucapan Albert tertuju pada Emily.


Emily menoleh ke arah Albert dan menganggukkan kepala sembari tersenyum.Ia tidak bisa memungkiri bahwa kali ini ia merasa benar-benar gugup layaknya menantu yang akan bertemu dengan calon mertua mereka untuk pertama kalinya.


“Daddy...mommy Leon pulang...”terdengar teriakan seorang anak kecil dari arah pintu


Dan benar saja,seorang anak laki-laki tengah berlari ke arah Albert sembari merentangkan tangannya.Tidak ingin sang putra terjatuh,dengan sigap Albert menghampiri Leon dan membawanya masuk ke dalam pelukannya.


“Daddy i Miss you..”ucapnya dengan pelukan erat penuh kerinduan.


“Mommy i Miss you...”Leon melepas pelukan daddy nya dan berlari ke arah Emily untuk memeluk sosok yang sudah sangat ia rindukan.


Jessi ikut berdiri untuk bergabung bersama mereka menyambut kedatangan tuan dan nyonya besar di mansion itu.


“Seperti nya kau tidak merindukanku”ucap Jessi dengan raut muka yang dibuat sedih


“Onty..i Miss you”Leon melerai pelukan mommy nya dan berlari menghampiri Jessi.


Dengan senang hati Jessi merentangkan tangan untuk memeluk sang keponakan.


“Kenapa onty libulan sangat lama?”tanya Leon polos.


Selama ini Albert tidak memberitahu keberadaan Jessi sebenarnya kepada Leon karena ia tidak ingin anak kecil itu merasa sedih.Jadi ia memutuskan untuk menyembunyikan semua itu dengan mengatakan bahwa Jessi tengah berlibur.


Jessi melirik ke arah kakaknya untuk mencari sebuah jawaban atas kebingungannya saat ini.Tentu saja Albert menjawab lirikan itu dengan anggukkan kecil.


“Ahh maafkan onty..tempat yang onty kunjungi sangatlah indah jadi onty merasa enggan untuk meninggalkan tempat itu”jelas Jessi sembari merengkuh tubuh mungil anak laki-laki itu.


Emily berusaha menghilangkan rasa gugupnya tat kala ujung mata nya menangkap sepasang suami istri tengah berjalan ke arah mereka.Tidak hanya Emily,Albert pun ikut menoleh ke arah sepasang insan itu.


“Dad..mom..”sapa Albert dengan wajah datar yang dibalas senyum ceria dari sang ibu Mora.


“Daddy...”teriak Jessi sembari berjalan ke arah wheeler setelah sang keponakan melepas pelukannya.


Dia memeluk erat sang daddy melepas kerinduan yang sudah ia tahan selama ini.Jessi terlihat seperti anak gadis berumur 5 tahun saat ini,ia bergelayut manja di pelukan sang daddy.


“I Miss you dad..”ucapnya


“I Miss you too Jessi...bisakah kau tidak memelukku seperti ini di depan cucu laki-laki kU yang sudah berumur 5 tahun itu.”ucap wheeler meledek putri kesayangannya.


“Uuppss...sorry dad..aku lupa jika kau sudah menjadi kakek tua saat ini”Jessi meledek balik daddynya.


“Ooowwhh mommy i Miss you..”kini ia melepas pelukan daddy nya dan beralih memeluk erat sang mommy.


“Hey..kau ingin memelukku atau ingin membunuhku anak nakal”ucap Mona sambil menepuk pelan punggung sang putri.


Jessi segera melepas pelukannya sembari mencium kedua pipi Mora.


“Mom..dad aku akan naik ke atas bersama Leon..kalian duduk dan segera sarapan..OK”


Jessi meraih tubuh Leon untuk menggendongnya dan naik ke kamar miliknya.


Setelah melepas kepergian Jessi,Perhatian Mora kini tertuju kepada gadis yang berada di samping Albert.Senyum yang menghiasi wajahnya sedari tadi kini hilang dan digantikan dengan ekspresi ketidaksukaan.


“Daddy..mommy apa kabar?”sapa Emily dengan senyum di wajahnya ketika sang calon mertua menatap ke arahnya.


“Cih..senyum macam apa yang kau tampilkan saat ini”Mora memutar bola malas melihat wajah Emily saat ini.


Bukan tanpa alasan ia melakukan itu,karena di pertemuan sebelumnya Emilia tidak pernah berlaku sopan kepada nya sehingga Mora sangat membenci nya.


Senyum Emily memudar ketika mendengar kata-kata dari sang calon ibu mertua.


“Apakah sebenci itu ia kepada kakak?”gumam nya dalam hati.


“Sudahlah mom..lebih baik kita duduk dan segera sarapan karena aku sudah benar-benar lapar saat ini”ajak wheeler yang mulai melihat tanda-tanda perang di mansion itu.


Wheeler dan juga Mora telah duduk di kursi yang telah disediakan.Para maid pun mulai menuangkan menu yang tersedia ke dalam piring.


Mereka berempat menikmati sarapan dengan hikmat,tidak ada obrolan yang tercipta diantara mereka sedari tadi.


“Berapa lama kalian akan tinggal di mansion?”tanya Albert membuka obrolan di antara mereka


“Hanya ibu mu yang akan tinggal disini sedangkan aku akan pergi ke negara A untuk menyelesaikan urusanku disana.Mungkin aku akan menitipkan ibu mu sekitar 1 bulan kedepan”jelas wheeler


“Baiklah dad”jawab Albert singkat.


Waktu sarapan telah usai,wheeler bangkit dari duduknya di susul oleh ketiga orang yang berada di tempat itu.Sesuai rencana,wheeler tidak akan lama berada di mansion karena ia harus segera berangkat ke negara A.


“Baiklah aku titip ibu mu..dan aku harap tidak ada masalah selama aku pergi nanti”pesan wheeler kepada anak dan istri nya.


“Aku pastikan tidak akan masalah yang terjadi dad”jawab Albert seakan mengerti dengan ucapan sang ayah.


Mereka semua meninggalkan ruang makan untuk pergi ke bandara yang berada tepat di samping mansion mereka.


“Aku harap kau mengerti dengan apa yang aku katakan tadi”pesan wheeler kepada sang istri.


“Daddy tidak perlu khawatir akan hal itu”jawab Mora sembari memberi kecupan mesra kepada sang suami.


“Albert aku akan berangkat dan kau jaga ibu beserta cucu kU dengan baik”ucapnya sebelum benar-benar pergi menaiki jet pribadi miliknya.


Albert menjawab dengan anggukkan kepala.


“Aku harus menggunakan waktu sebaik mungkin untuk menjauhkan Albert dari wanita iblis ini”gumam Mora dalam hati.


Bersambung...


✨Babak perpelakoran dan kebucinan akan segera dimulai✨