
#happyreading
Setelah memastikan kedua orang yang ia cintai sudah tertidur pulas,Albert keluar dari kamar Leon dan beranjak menuju ruang kerjanya.
Namun di tengah perjalanan menuju ruang kerjanya,Jessi tiba-tiba menghentikan langkahnya.
“Jelaskan padaku apa yang telah terjadi kak?”tanya Jessi dengan menatap tajam ke arah Albert
“Hahhh..seseorang akan menjelaskannya padamu”jawab Albert singkat.
“Aku ingin mendengarnya langsung dari kakak”tolak Jessi.
“Hhuuhh..ikuti saja perkataanku karena aku yakin kau akan jauh lebih mengerti jika dia yang menjelaskan padamu”ucap Albert mulai frustrasi.
“Baiklah..aku pergi dulu”jawab Jessi sembari pergi ke arah kamarnya.
Albert kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja nya karena disana sudah ada Clifton yang menunggunya sedari tadi.
“Selamat siang tuan”sapa Clifton
Albert menganggukkan kepalanya lalu duduk di kursi kebesarannya.
“Pecat pengawal yang telah berani lalai dalam menjalankan tugasnya..cabut semua fasilitas mommy dan tidak ada akses keluar untuknya selama 1 minggu kedepan..sampaikan kepadanya bahwa ini adalah peringat pertama untuknya jika dia berani bertindak lebih dari ini maka aku tidak segan-segan untuk menghukumnya...”perintah Albert panjang lebar
“Baik tuan..”Clifton membungkukkan kepala hendak keluar dari ruangan itu namun tiba-tiba Albert memanggilnya kembali.
“Clifton..”panggil Albert
“Ada hal lain lagi yang ingin tuan sampaikan?”tanya Clifton
“Setelah ini kau temui adikku dan ceritakan semua yang telah terjadi antara aku dan Emily”perintah Albert.
Namun hal itu sontak membuat Clifton terkejut dan salah tingkah.
“Ada apa?..apakah ada yang salah dengan ucapanku?”tanya Albert yang bingung melihat tingkah Clifton.
“Tidak ada tuan..kalau begitu saya permisi”pamit Clifton
Setelah mendapat perintah tersebut,Clifton segera pergi ke lantai dasar untuk mengumpulkan semua pelayan dan pengawal yang berada di dalam mansion.
Para maid dan juga pengawal merasa bingung karena mereka tiba-tiba saja di kumpulkan.
“Baiklah..aku tidak ingin berbasa basi..kalian berdua..”Clifton menunjuk 2 pengawal yang berada di barusan depan.
“Detik ini juga kalian dipecat oleh tuan Albert.”ucap Clifton tegas.
Kedua pengawal itu menunduk kepala,mereka sudah tahu bahwa semua ini pasti akan terjadi kepada mereka.
“Gaji dan tunjangan kalian akan diberikan oleh Willy..sekarang kemasi barang kalian dan silakan pergi dari mansion ini”titah Clifton.
“Kalian jadikan ini sebagai pembelajaran untuk kedepannya..jangan pernah sekalipun kalian berani untuk melakukan sesuatu tanpa ijin dari tuan Albert..cukup jalankan tugas kalian masing-masing...dimansion ini hanya tuan Albert bisa memutuskan segala sesuatu selain itu kalian tetap jalankan prosedur yang dibuat oleh tuan..apa kalian mengerti?”
“Mengerti tuan”jawab mereka serempak.
“Baik..sekarang bubar dan kerjakan tugas kalian yang tertunda”
Para maid dan pengawal meninggal aula tempat mereka berkumpul.
Setelah ini Clifton akan pergi menemui 2 wanita yang telah membuat kekacauan di mansion ini.
Ditempat lain,setelah memberi perintah kepada clifton,Albert kembali melangkah menuju kamar Leon.
Dengan gerakan perlahan ia membuka pintu kamar sang anak agar tidak membangunkannya.
Ketika mendapati sang anak masih tidur dengan lelap di samping wanita yang ia cintai,Albert merasakan hangat dalam hati.Ia tidak menyangka jika perasaannya selama ini begitu nyata adanya.
Albert berniat untuk berbicara dengan Emily empat mata saja.Hingga sebuah ide terlintas di kepala nya.Saat ini ia hendak menculik Emily dan membawa pergi ke kamar miliknya.
Hhaappp...
Albert berhasil membawa Emily kedalam gendongannya,perlahan namun pasti ia membawa Emily keluar dari kamar itu.
Dengan mempercepat langkah nya ia pun sampai dikamar miliknya,ia letakkan tubuh mungil Emily ke atas ranjang besar miliknya.
“Hhmmmm”tiba-tiba Emily terbangun dan hal itu mampu membuat Albert salah tingkah.
“AL..”panggil Emily sembari mengerjapkan matanya.
“Maaf karena aku telah mengganggu tidur mu”ucap Albert lembut.
Emily mencoba bangkit dari tidurnya dan ingin duduk,namun ia lupa jika saat ini kaki tengah terluka.
“Aakkhh..”pekik Emily.
Dengan sigap Albert membantu Emily untuk duduk dan mengambil sebuah bantal untuk dijadikan alas kaki Emily.
“Apakah masih terasa sangat sakit?”tanya Albert sembari menyentuh perban yang menempel di kaki Emily.
“Sedikit..tapi sudah lebih baik”jawab Emily dengan wajah yang merona.
Sikap Albert yang hangat membuat Emily merasa malu.
“Maaf atas luka yang telah aku beri dan maaf atas janji yang telah aku Ingkari”ucap Albert tulus
Emily masih diam,ia bingung harus menjawab apa saat ini.Setelah mendapat penjelasan dari sang kakak,Emily langsung memaafkan Albert karena sesungguhnya dirinya dan Albert adalah Korban.
“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu..kau yang memaksa masuk ke dalam dunia dan aku mengijinkan itu..kau pun berkata jika sudah siap menerima konsekuensinya..satu hal yang harus kau tahu..ketika kau memilih masuk ke dalam kehidupanku,jangan pernah bermimpi untuk bisa lepas dengan mudah..sejauh apa kau berlari kau tidak akan bisa lepas dari ku..mungkin cara ku mencintai seseorang sedikit berbeda..aku tidak akan segan-segan melukai seseorang yang aku cintai jika ia berani meninggalkanku begitu saja seperti yang aku lakukan padamu..tapi asal kau tahu,semua itu aku lakukan hanya untuk menahan mu agar tetap berada disisi ku”ucap Albert panjang lebar dengan kedua tangan yang memegang wajah Emily.
“Maaf karena aku tidak mendengar penjelasanmu terlebih dahulu..dan maaf karena aku telah mencoba lari dari mu..mulai saat ini aku berjanji akan selalu berada di disisi mu hingga tidak ada seorang pun yang bisa memisahkan kita..jika pun bisa itu hanya bisa dilakukan oleh Tuhan”ucap Emily sembari membalas tatapan Albert
“Tunggu..apa ini artinya tuan Albert sudah membukakan hati untukku?”tanya Emily dengan nada menggoda.
Untuk pertama kali nya di sejarah Albert hidup,baru kali ini ia merasakan malu dengan wajah yang merona.
“Apa ini?..tuan Albert malu?”emily semakin menggoda Albert
“Bisakah kau diam”Albert dibuat kesal karenanya.
“Bolehkah aku mendengar kata-kata itu dari bibirmu?”pinta Emily tulus.
“Tentu..”
Albert mendekatkan wajahnya ke wajah Emily dan mulai membisikkan sesuatu
“I Love you Emily Gabriella putri”bisik Albert
Emily menutup mulutnya dengan kedua tangannya.Jantung nya berdetak tidak terkendali dan tubuhnya merasa panas saat ini.
“Katakan sekali lagi”pinta Emily
“I Love you”bisik Albert
Tanpa aba-aba Emily memeluk tubuh tegap Albert yang sedang bersimpuh didepannya.Kebahagiannya benar-benar terasa lengkap saat ini.
“Tunggu..aku mempunyai sebuah penawaran untukmu”ucap Albert sembari melerai pelukannya
“Apa itu?”tanya Emily penasaran
“Kau bilang ingin selalu berada disisi ku bukan?”tanya Albert dan dibalas anggukkan kepala oleh Emily.
“Jika begitu..mulai saat ini aku akan mengikat mu”ucapnya ambigu
“Mengikatku?...dengan apa?”
“Aku akan mengikatmu dengan sebuah status pernikahan dan dengan sebuah cincin di hari manismu”
Bblluusshh..
Pipi Emily berubah warna menjadi merah layaknya sebuah kepiting rebus.Ia tidak menyangka laki-laki dingin yang berada di hadapannya saat ini bisa bersikap manis dan romantis.
“Ya..aku bersedia diikat oleh mu tuan Albert wheeler”Emily tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat ini.
Mereka berdua akhirnya saling memeluk menumpahkan kasih sayang.Tak lama setelah itu Albert mengecup bibir Emily singkat dan memandangi wajah Emily yang telah basah dengan air mata.
“Kali ini aku akan berterima kasih kepadamu Dannis..karena kata-katamu bisa membuat wanita merasa bahagia”gumam Albert dalam hati.
Bersambung...
Ya..begitulah😅
Aku harap kalian jangan heran jika Albert bisa bersikap manis dan berkata romantis seperti itu..semua itu berkat Dannis sang Casanova.Tapi percaya atau tidak pria dingin itu bisa saja berubah menjadi sangat manis di hadapan seseorang yang ia cintai seperti Doi🥰(curhat edition🤪).
Btw kalo aku buat cerita Dannis dulu kira-kira seru gak?
Tulis pendapat kalian di kolom komentar.
Selamat berhalu ria😘