The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 79



#Happyreading


Disebuah ruangan yang bernuansa hitam,duduklah seorang pria yang tengah berkutat dengan berkas-berkas yang berada di atas meja kerja nya.Saat ini Damian tengah fokus kepada bisnis nya di dunia gelap,senjata yang ia ciptakan lumayan laris belakang ini.


Tok..tok..tok..


“Permisi tuan..”ucap Louis yang sudah berdiri di depan pintu.


“Ada apa?”tanya Damian yang masih fokus menatap setiap dokumen.


“Tuan Albert tengah menunggu anda di bawah”


“Albert?”


“Benar tuan..tuan Albert baru saja tiba bersama sekretarisnya dan beliau ingin bertemu dengan anda”jelas Louis


“Kenapa dia tidak memberitahu ku sebelumnya..dan untuk apa dia berkunjung di malam hari?”gumam Damian sembari berdiri dari posisi duduknya.


Damian merapikan semua dokumen itu dan bergegas turun ke bawah untuk menemui sahabatnya.


“Hei brother”sapa Damian yang baru saja tiba.


“Kenapa kau tidak memberitahu ku sebelumnya jika kau akan datang ke mansionku?”tanya Damian lalu duduk di sofa.


“Apa kau akan menyambutku dengan sebuah pesta jika aku memberitahu kedatanganku?”sindir Albert


“Sudahlah itu tidak terlalu penting..ada apa gerangan seorang tuan Albert datang berkunjung ke mansion semalam ini?”tanya Damian yang mulai serius.


“Aku ingin menemui wanita itu”jawab Albert


“Siapa maksudmu?”


“Emilia”


“Untuk apa?”


“Urusanku dengannya belum selesai dan saat ini aku ingin menyelesaikan nya dengan tuntas...dan aku harap kau belum membunuhnya”


“Hhaahh...aku masih ingin bermain-main dengannya..dia adalah mainanku yang cukup unik jadi aku belum ingin menyingkirkannya”ucap Damian santai.


“Baiklah tunjukkan padaku dimana keberadaannya sekarang”titah Albert


“Louis..antarakan dia bertemu dengan wanita itu”perintah Damian


“Baik tuan..”jawab Louis sembari membungkukkan badan.


“Mari tuan”Louis mempersilakan Albert untuk berjalan mengikuti nya.


Albert di ajak naik ke lantai atas,hingga mereka pun tiba di sebuah kamar.Louis mengeluarkan kunci kamar itu dari saku jas nya dan membuka pintu itu lebar.


Setelah pintu terbuka,terlihatlah seorang wanita yang duduk meringkuk di atas ranjang besar.Wanita itu bahkan tidak bergeming sekalipun ketika pintu sudah dibuka.


“Silakan tuan”ucap Louis


“Tinggalkan kami berdua”perintah Albert kepada Louis dan juga Clifton


“Baik”jawab mereka bersamaan


Albert masuk ke dalam dan menutup kembali pintu kamar itu.


Emilia melirik ke arah pintu dan mata nya menangkap sosok pria yang pernah berada di sampingnya selama 5 tahun lamanya.


“Untuk apa kau datang?”tanya Emilia dengan nada dingin.


“Aku hanya ingin memastikan keadaanmu”jawab Albert santai


“Hahaha..kau ingin memastikan keadaanku yang seperti apa?”tanya Emilia diiringi dengan gelak tawa.


“Aku hanya ingin memastikan bahwa kau tetap hidup”


“Tidak usah bergurau Albert..bukankah kau menginginkanku mati ditangan iblis itu?”


“Sesungguhnya aku sangat ingin membunuhmu saat itu juga..tapi itu tidak adil untuk Emily..aku ingin kau merasakan apa yang dia rasakan dulu”jelas Albert dengan tangan yang sudah mengepal.


“Sudahlah Albert kau tidak tahu apa-apa..cepat katakan apa tujuanmu menemuiku karena aku tidak punya banyak waktu untuk berbasa basi denganmu”ucap Emilia sembari merubah posisi duduknya menatap ke arah Albert.


“Hah..rupa nya kau sudah tahu semua kebenaran itu..lalu apa yang ingin kau tanyakan?”tanya Emilia santai


“Siapa dalang dari semua ini?”tanya Albert dengan nada dingin.


“Dalang dari semua ini adalah seseorang yang telah kau penggal kepala nya waktu itu”jawab Emilia santai.


Albert terdiam sejenak.


“Apakah Leon benar-benar darah dagingmu?”


“Apa kau mulai ragu dengan anak itu?”


“Jawab!!”bentak Albert Albert


“Tenanglah..aku tidak tuli jadi kau tidak perlu berteriak”ucap Emilia tak kalah menantang


“Begini..aku mempunyai 1 syarat untukmu sebelum aku menjawab pertanyaan mu tersebut”tawar Emilia


“Kau tidak berhak menuntut apapun dari ku”


“Baiklah jika kau tidak mau memenuhi syaratku maka aku tidak akan menjawab pertanyaanmu”Emilia hendak beranjak dari tempat duduknya namun dengan gerakan cepat sebuah pistol sudah menempel di kepalanya.


“Jawab atau aku akan membunuhmu saat ini juga”ancam Albert


“Tembaklah..maka aku akan dengan senang hati menerima nya”ucap Emilia yang benar-benar sudah lelah dengan kesehariannya di dalam rumah iblis itu.


“Tembak Albert..aku akan sangat berterima kasih untuk itu”tantang Emilia.


“Aaarrgghhhh..”Albert berteriak frustrasi


“Sebutkan apa syarat yang kau minta”akhirnya Albert mengalah.


“Bagus...aku hanya ingin meminta 1 hal dari mu..pertemukan aku dengan adikku untuk sekali saja”pinta nya dengan raut wajah sedih.


“Baiklah aku menerima syarat yang kau berikan”


“Apakah aku bisa memegang ucapanmu?”ucap Emilia yang sedikit ragu dengan ucapan Albert


“Tentu..sekarang katakan”


“Anak itu memang bukan darah daging ku tapi dia adalah darah dagingmu”ucap Emilia yang semakin membuat Albert bingung.


Albert mengernyitkan dahinya,ia bingung dengan ucapan Emilia yang ambigu.Dia berpikir sejenak dan ketika ia mengerti dengan ucapan Emilia,seketika mata nya membulat sempurna.


“Maksudmu..dia adalah darah dagingku dan juga Emily?”tanya Albert meyakinkan diri nya sendiri.


“Benar”


Tubuh Albert seketika menegang,perasaannya benar-benar campur aduk saat ini.


Sebelumnya ia sudah memerintahkan Clifton untuk membongkar makan bayi yang dimaksud oleh orang tua Emily dan juga ia sudah memerintahkan Clifton untuk mencocokkan DNA anak itu dengan Emily.Namun hasilnya akan ia terima keesokan hari,karena helai rambut Emily baru diserahkan beberapa jam sebelumnya.


Setelah mendapat jawaban itu,Albert berdiri membalikkan tubuhnya dan hendak pergi keluar.


“Ingat Albert..kau harus memenuhi syarat yang aku berikan”ucap Emilia mengingatkan.


Albert menghentikkan langkahnya dan kembali berbalik menatap Emilia.


“Jangan pernah bermimpi untuk bertemu dengannya”ucap Albert sambil tersenyum sinis ke arah Emilia.


“Sudah aku duga”ucap Emilia yang ikut tersenyum ketika Albert mulai berjalan keluar.


“Apa kau pikir adikku adalah orang bodoh yang akan percaya dengan kata-kata seseorang yang telah ia benci selama 5 tahun lamanya..kau salah Albert”teriak Emilia


Albert kembali menghentikkan langkahnya namun tidak membalikkan tubuhnya.


“Dia adalah saudara kembarku Albert jika kau lupa..sifatnya tidak akan jauh berbeda dari ku..dia adalah tipe orang yang tidak akan percaya begitu saja dengan orang yang baru ia kenal..ia akan jauh lebih percaya kepada orang terdekatnya sendiri meskipun apa yang aku katakan adalah sebuah kebohongan...camkan itu Albert”ucap Emilia lalu bergegas pergi ke arah balkon.


Albert pun memilih keluar dari ruangan itu dan mengabaikan ucapan Emilia.


Bersambung....