
Holla guys..
Karya terbaruku sudah terbit nih..
Intip yukkk
🖤🖤🖤🖤🖤
Judul : Mafia In Love [KimJane]
Sinopsis :
Kisah ini menceritakan tentang seorang lelaki yang membutuhkan sebuah ‘Rumah’, bertemu dengan seorang wanita yang mengharapkan sebutir ‘Obat’.
********
Kim Nan Ratanaporn, mafia kelas atas yang dibesarkan dengan luka serta di selimuti oleh rasa sepi, terjerat cinta pandangan pertama dengan seorang gadis aneh.
“Rumah ini sangat nyaman dan hangat, aku menyukainya”\~Kim
Jane Suchart, wanita periang dengan sejuta rasa sakit di dalam jiwanya, harus terjebak dengan rencananya yang ia buat sendiri.
“Siapa sangka racun itu berubah menjadi obat yang paling mujarab”\~Jane
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
“Aku menginginkan butikmu, dan sebutkan harga yang harus aku bayar” ujar Kim menyampaikan keinginannya secara gamblang, mengingat nama yang tertulis di akta itu adalah Jane Suchart.
Gadis itu terdiam, ia terus menatap wajah Kim dengan durasi yang cukup lama, membuat semua orang didalam sana saling pandang.
“Kau sungguh menginginkan butikku?” tanya Jane seakan mencari sesuatu dibalik pertanyaan itu.
Kim tak menjawab pertanyaan Jane, ia hanya menganggukkan kepala pelan sebagai jawaban.
“Hah.. pa, aku pergi dulu! Katakan pada Phi Tod untuk membelikanku mobil limited edition, agar aku bisa mengenalinya dengan baik!” Pintanya kepada sang ayah, alih-alih menjawab pertanyaan Kim.
Jane berdiri dan hendak beranjak keluar, hingga langkahnya terhenti tepat di samping lelaki yang tengah menatapnya jengah. ia menundukkan wajahnya, berada lebih dekat dengan wajah lelaki itu.
“Jika kau menginginkan bangunan itu, kau harus menikah denganku dan tanamkan saham sebesar 10% ke perusahaan ayahku! Jika kau setuju, datanglah besok pagi ke Wihara dekat mansionku, lengkap dengan jas terbaikmu !” Bisik Jane sebelum benar-benar pergi meninggalkan Kim yang kembali diam mematung.
Apa gadis itu gila?
Apa dia tidak salah dengar?
“Eh tunggu..” Jane terdiam, merasa ada yang aneh dengan ucapan tadi
“Agama mu Buddha?” Bisiknya lagi ditelinga Kim.
Entah ada angin apa, Kim yang biasanya tak suka basa basi kini menjawab pertanyaan Jane dengan suka rela.
“Kristen..” jawabnya singkat.
Gadis itu mengangguk setuju, ia membalikkan badan dan kini menatap sang ayah.
“Pa..aku seorang Kristen bukan?” tanya nya kepada lelaki tua yang tengah kebingungan.
Aat mengangguk pelan, dengan maksud membenarkan pertanyaan putrinya.
Tunggu, apakah penyakit pelupa Jane separah itu, hingga ia melupakan agamanya sendiri.
“Hhmm.. maaf aku terlalu sering pergi ke wihara untuk mengantar Nik..” kilah Jane kala mengerti dengan arti tatapan bingung sang ayah.
Gadis itu kembali berbalik dan menundukkan kepalanya seperti semula.
“Ralat, besok pagi datanglah ke gereja dekat dengan mansionku..” imbuhnya
Cup!!
Tanpa diduga, sebuah kecupan singkat mendarat di pipi Kim, yang berhasil mengundang keterkejutan dari semua orang yang ada diruangan itu, tak terkecuali Kim.
Aroon mendelik sempurna namun tak bisa berbuat apa. Apakah aku harus mengeluarkan pistol dan menembak gadis aneh itu?
“Sampai bertemu besok..” gadis itu kini benar-benar melenggang pergi dengan langkah santai, meskipun banyak mata tengah menyorot ke arahnya.
Aat mengkerutkan keningnya, apa yang telah dikatakan putrinya kepada Kim, mengapa lelaki itu sampai diam mematung. Dan lagi, setan apa yang telah merangsuki raga Jane karena dengan berani mencium seorang lelaki di depan banyak orang terlebih di depan matanya.
“Paaa.. besok ambillah cuti!!” Teriak Jane dari luar ruangan, lalu bayangannya benar-benar hilang dari balik pintu.
Kim berdiri dan membalikkan tubuhnya tanpa berucap satu katapun. Hatinya sedikit kesal, bukannya mendapat lampau hijau, ia malah mendapat kesulitan.
“Aroon kita kembali” titahnya, yang dijawab anggukan kepala oleh sekretarisnya itu.
Apa yang dikatakan Jane? Mengapa Kim terlihat kesal. Batik Aat
Apakah Khun Kim akan membunuh wanita itu sekarang?. Batin Aroon.
•
•
Kim menutup pintu mobilnya dengan sedikit keras, tangannya meraih dasi dan menariknya dengan kasar.
“Apa yang gadis itu minta dari anda tuan?” Aroon memberanikan diri untuk bertanya.
Alih-alih menjawab pertanyaan sang sekretaris, Kim memilih untuk mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Apakah ia harus menyetujui permintaan gila gadis itu?
“Ar.. kita ke rumah sakit milik Arthit?” Titah Kim, membuat Aroon mengernyit bingung.
Siapa yang sakit?
“Baik tuan” Aroon menganggukkan kepalanya, walaupun merasa bingung, ia tetap melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Tidak butuh waktu lama bagi Aroon untuk sampai di rumah sakit terbesar di Thailand itu. Ia bergegas berlari, membukakan pintu untuk tuannya yang masih terlihat kesal.
Tunggu, bukankah wajah tuannya memang selalu seperti itu🤭.
Kim melangkah dengan gaya khasnya, membuat beberapa pasang mata mengalihkan atensi mereka ke arah lelaki yang terkenal dingin dan berpengaruh dinegaranya.
“Selamat siang Khun Kim, ada yang bisa kami bantu?” Tanya salah satu pegawai rumah sakit yang bertugas di bagian administrasi.
“Katakan pada Arthit, aku menunggunya di ruangan!” Titahnya tak ingin dibantah.
“Maaf Khun Kim, dokter Arthit sedang melakukan operasi siang ini” ujar sang suster dengan wajah takut.
“Terlambat 10 menit saja, rumah sakit ini akan rata dengan tanah” Ujar Kim dengan mata yang menatap tajam ke arah sang suster.
“Ba-baik Khun Kim” jawabnya dengan suara bergetar.
•
•
“Ada apa Kim?” Tanya seorang dokter dengan penampilan yang sedikit acak-acakan dan nafas tersengal-sengal setelah berlari menuruni 30 anak tangga.
Kaki jenjangnya melangkah masuk, lalu melemparkan jas berwarna putih ke arah kursi kebesarannya.
“Tidak bisakah kau menungguku sebentar saja Hah? Ttsskk kau selalu mengancam para pegawaiku!” Imbuhnya dengan wajah kesal dan mulut yang tak henti mengomel.
Kim menatap sahabatnya dengan raut wajah datar, seakan malas menjawab semua kalimat yang keluar dari mulut lelaki itu.
“Lakukan pemeriksaan jantung. Aku rasa jantungku tengah bermasalah” ujar Kim to the point.
Arthit mencebik kesal, apa lagi ini? Bukankah Kim sudah melakukan pemeriksaan rutin kemarin sore? Kenapa dia meminta ulang?
“Berbaringlah” titah Arthit
“Jangan memerintahku!” Tolak Kim
“Lalu aku harus bagaimana bajingan! Kau harus berbaring agar aku bisa memeriksamu!!” Teriak Arthit kesal.
“Hey, apa kau sudah bosan hidup!!” Kali ini nada bicara Kim terdengar serius.
Arthit menghela nafas panjang, sahabatnya ini benar-benar menyebalkan.
“Oke..oke maaf, sekarang berbaringlah cepat. Aku tidak akan bisa memeriksamu jika posisi seperti ini” pinta Arthit berusaha menekan rasa kesal dalam hatinya.
Kim menuruti permintaan Arthit, ia melangkah menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya dengan nyaman di atas sana.
“Apa yang kau rasakan?” Tanya Arthit serius.
“Jantungku berdetak sangat kencang dari biasanya”
“Apakah sering?”
“Tidak”
Arthit mengangkat teleskopnya dan mulai menempelkannya ke arah dada kekar milik Kim.
“Kapan terakhir kali itu terjadi?”
“Beberapa jam lalu”
Aroon yang berdiri tak jauh dari Kim dan Arthit secara tidak sengaja mendengar obrolan mereka.
Jantung Khun Kim berdetak kencang? Beberapa jam yang lalu?
Tunggu…
Apakah Khun Kim jatuh cinta pada gadis aneh itu…
Bersambung….
Biar gak penasaran, coba dibaca yuk guys..