The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 74



#happyreading


Setelah memastikan Emily benar-benar sudah tenang,dokter Keira meletakkan kepala Emily ke atas bantal dengan hati-hati.Dengan perlahan ia mengusap air mata yang masih membasahi pipi mulus Emily dengan selembar tisue yang ia bawa.


“Tuan boleh saya bicara sebentar”pinta dokter Keira.


“Ikut denganku”titah Albert


Dokter Keira bangkit dari posisi duduknya mengikuti langkah Albert menuju ruang kerja miliknya.


“Katakan apa yang terjadi dengannya?”tanya Albert


“Sepertinya nona mempunyai masa lalu kelam yang dipaksa untuk di hilangkan dari ingatannya..”jelas dokter Keira


“Maksudnya?”


“Ini baru perkiraan saya saja..dilihat dari reaksi tubuhnya..ia akan mengingat sesuatu yang kelam tersebut ketika ia mengalami kejadian yang sama persis seperti kejadian yang dulu ia alami..untuk lebih lanjutnya anda bisa menanyakan hal ini kepada orang terdekat nona.”imbuh dokter Keira


“Apakah dia akan berteriak seperti tadi ketika ia sadar?”


“Saya rasa tidak tuan...saran saya jangan sampai ada yang berusaha mengingatkan nona dengan masa kelamnya..biarkan nona mengingat sendiri dengan perlahan..setelah nona sadar nanti,cobalah mendekati nona dan berikan ia rasa nyaman agar ia dapat melupakan kejadian yang tidak ingin ia ingat.”


Albert mengangguk mengerti,kini raut wajahnya seperti memikirkan sesuatu yang menjadi teka teki tersendiri untuknya.


“Jika tidak ada yang ingin tuan tanyakan lagi,saya permisi tuan..dan ini obat untuk nona ketika ia menunjukkan reaksi seperti tadi”Dokter Keira menundukkan kepala dan pergi dari ruang kerja Albert.


Untuk beberapa saat ia merenungkan perkataan dari dokter Keira.Albert sangat yakin semua ini berhubungan dengan kejadian 5 tahun silam.Ia mencoba merogoh ponsel yang ada di dalam saki celananya untuk menghubungi Clifton.


“Clifton atur jadwalku untuk bertemu dengan orang tua Emily dan segera siapkan mobil,kita berangkat ke perusahaan sekarang juga”titah Albert melalui sambungan telepun.


Setelah memutuskan sambungan teleponnya,Albert melangkahkan kaki menuju lantai dasar untuk berangkat ke kantor.Ia sengaja tak mengunjungi Emily,takut jika dia akan berteriak ketika melihat wajahnya.


Di lantai dasar 2 wanita tengah mencoba mencari informasi tentang kejadian di dalam kamar Emily karena mereka berdua sempat mendengar teriakan Emily.


“Kau kemarilah”perintahnya pada salah satu maid yang baru saja tiba dari kamar Emily.


“Ada yang bisa saya bantu nyonya?”tanya sang maid


“Apa yang terjadi di kamar wanita itu?”Mora dan Clara terlihat begitu serius.


“Maafkan saya nyonya..saya tidak tahu..saya hanya ditugaskan oleh tuan Willy untuk memakaikan baju ke nona Emilia”jawab maid


“Memangnya kenapa kau harus memakaikan dia baju?”kini Clara mencoba menanyakan lebih dalam.


“Ketika saya sampai dikamar nona..nona sudah dalam keadaan pingsan.”jelas sang maid.


“Kenapa dia bis...”ucapan Clara terpotong oleh kedatangan seseorang.


“Pepatah pernah mengatakan...semakin kau ingin merasa tahu maka semakin kau dekat dengan kematianmu”ucap Albert memotong kalimat Clara.


“Aahh Albert..aku tidak bermaksud untuk ikut campur..aku ha..”ucapan Clara kembali terpotong.


“Jika ingin tinggal lebih lama di dalam mansion ini..tutup mulutmu dan ikuti peraturan di mansion ini”ucapan tegas Albert membuat nyali kedua wanita itu menciut seketika.


Mereka berdua menatap punggung Albert yang mulai hilang.


“Sepertinya aku harus segera menyingkirkan wanita itu”gumam Mora.


“Benar Aunty...dan aku mempunyai sebuah rencana”ucap Clara dengan senyum sinis di bibirnya.


“Aakkhhh...”pekik Emily menahan rasa sakit di bagian kepala nya.


Ia tidak menyerah,Emily tetap memaksa dirinya untuk mengingat kejadian di hotel 5 tahun silam.Tanpa di duga usaha nya tidak sia-sia,ingatan nya tentang kejadian 5 tahun silam mulai terkumpul.


#Flashback oN


Seorang gadis tengah masuk ke dalam kamar salah satu hotel terbaik di kota itu.Ia sangat senang karena berkesempatan menginap di hotel yang terbilang cukup familiar di kalangan kelas atas.Ia bisa menginap di hotel itu berkat kebaikan sang kakak yang memberi hadiah sebuah tiket menginap di hotel terbaik itu tanpa rasa curiga sedikit pun.


“Hhaahhh...aku benar-benar tidak menyangka bisa menginap di hotel yang berisikan orang-orang kelas atas”gumam Emily sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk.


Setelah merasa cukup,ia bangkit meletakkan tas yang ia bawa lalu pergi membersihkan diri.Setelah merasa segar kembali,Emily memutuskan untuk beristirahat lebih awal karena jujur ia merasa cukup lelah.Ia mematikan lampu utama dan hanya menyisakan lampu tidur yang ada disisi ranjang.


Ketika mata nya sudah mulai tertutup,samar-samar ia mendengar suara langkah kaki masuk ke dalam kamarnya.Ia bangun untuk memeriksa apakah dugaannya memang benar atau tidak.Baru beberapa langkah ia berjalan,tiba-tiba seorang laki-laki tegap sudah berdiri di depannya dan langsung memeluk erat tubuh mungilnya.


“Aaaaa...siapa anda?”teriak Emily sembari melakukan perlawanan dengan memukul dada bidang lelaki itu.


Seakan tuli,kini tangan kekar laki-laki itu sudah berani meremas bok*ng Emily,sontak hal itu semakin membuat Emily takut dan berteriak lebih kencang.


“Lepaskan saya...tolongggg....lepaskan saya..”teriak Emily sembari memukul lebih keras.


“Diam dan bantu aku melepaskan diri dari obat sialan ini”ucap sang lelaki


Laki-laki itu terlihat marah ketika Emily terus melakukan perlawanan dan melempar tubuh Emily ke atas ranjang.Ia mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang ia kenakan dan ikut naik ke atas ranjang.Emily hendak bangkit dan berlari,namun tangan laki-laki itu lebih cepat menarik kaki jenjang Emily dan membawa tubuhnya ke bawah kungkungan sang laki-laki.


“Tolong..lepaskan saya..saya tidak mengenal tuan”pinta Emily dengan wajah yang sudah basah oleh air mata.


Laki-laki itu tidak menggubris permintaan Emily dan semakin berbuat lebih nekat.Dengan kasar ia merobek piyama yang di kenakan Emily hingga tandas.Kini tubuh Emily sudah tidak memakai sehelai benang pun.Sontak hal itu membuat Emily terkejut dan ingin kembali berteriak.


“Aaaaa..hhhmmmmm”bibir Emily telah dibungkam dengan l*matan kasar.


Sang lelaki telah di penuhi oleh hawa nafsu sehingga tidak perduli dengan keadaan Emily saat ini.Ia mulai mengambil ancang-ancang untuk memasukkan sesuatu yang sudah mengeras sedari tadi.


“Ampun tuan..tolong lepaskan saya..tolong jangan lakukan ini..”pinta Emily dengan sesenggukan dan tubuh bergetar hebat.


Jleb...


Benda pusaka milik sang lelaki memaksa masuk ke dalam lubang sempit yang belum pernah terjamah.


“Aaakkhhh...sakit...ampun”teriak Emily menahan sakit di bawah selangkangannya.


Laki-laki itu benar-benar tidak merasa iba sedikit pun,ia tetap bermain tanpa memperdulikan wanita yang berada di bawah kendali nya.


“Hiks...sakit...aaakkhh..”terdengar tangis Emily diiringi rintihan kecil.


Setelah merasa puas,sang laki-laki keluar dari kamar itu meninggalkan Emily dengan keadaan yang menyedihkan.


Bercak darah menghiasi sprei yang menyelimuti ranjang itu.Kamar yang tadi nya terlihat rapi dan bersih kini sudah berubah menjadi tak karuan.Pakaian yang berserakan di lantai kamar beserta selimut yang tak luput dari bercak darah.


“Hiks...hiksss”isakan kecil masih terdengar dari bibir Emily.


Ia sungguh merasakan sakit lahir dan batin,niat hati ingin melepas penat selepas bekerja namun ia malah mendapat sebuah musibah yang membuat jiwa nya terguncang.


#flashback off


“Apakah laki-laki itu adalah tuan Albert?...dan jika benar apakah aku akan tetap mencintai laki-laki bajingan itu?”gumam Emily dengan air mata yang mulai menetes.


Bersambung....