
✨Happy reading✨
Sandiwara yang dilakukan oleh Albert dan juga Emily benar-benar sempurna.Tadi siang saat jam makan siang tiba,dengan sengaja Albert mengajak Clara untuk ikut makan bersama mereka.Sesekali Albert membentak Emily karena alasan yang tidak jelas,dan tentu saja hal itu menjadi kesenangan tersendiri untuk Clara.
“Clifton cari seseorang yang memiliki postur tubuh yang sama persis untukku..lalu,...,.”Albert mengetikkan sebuah pesan untuk Clifton tentang rencananya.
Setelah selesai dengan ponsel miliknya,ia melirik ke arah jam dinding karena waktu telah menunjukkan jam pulang.
“Honey...”panggil Albert sembari berjalan ke arah Emily
“Ada apa AL?”jawab Emily lembut
“Pulanglah terlebih dahulu...aku sudah menyiapkan supir untukmu...dan ketika sampai di mansion bersandiwara lah layaknya kau sedang menghadapi sebuah masalah”ucap Albert
“Baiklah..”raut wajah Emily tiba-tiba murung,entah kenapa ia takut jika Albert akan tergoda dengan Clara.
“Ada apa?...kenapa wajahmu terlihat sedih?”tanya Albert yang sudah duduk dihadapan Emily
“Tidak ada..aku hanya lelah”jawab Emily
“Aku cemburu kau tahu”gumam Emily dalam hati.
“Hey..lihat aku..sebentar lagi kita akan menikah..katakan saja apa yang mengganjal di hatimu saat ini..aku adalah orang yang peka dengan perubahan raut wajah seseorang jadi kau tidak bisa berbohong padaku”ucap Albert memegang wajah Emily dengan kedua tangannya.
“Hhaahh....aku hanya takut jika kau akan tergoda dengan wanita itu”jawab Emily dengan jujur.
“Honey..dengarkan aku baik-baik..aku mencintai mu dengan sepenuh hatiku,dan aku bukanlah tipe lelaki yang dengan mudah tergoda..apa kau tahu kenapa aku memberitahu mu tentang rencana yang telah aku susun?”
Emily menggeleng pelan
“Itu semua aku lakukan agar tidak ada kesalahpahaman di antara kita..aku bisa saja menyembunyikan semua ini dari mu tapi aku tidak melakukan itu karena aku tidak ingin kau bersedih...jadi sekarang ikutilah permainan ini dan mainkan peranmu...percayalah padaku,semua ini akan segera berakhir”jelas Albert meyakinkan Emily.
Emily menganggukkan kepala dengan senyum merekah di wajah manisnya.Ia benar-benar beruntung dicintai oleh laki-laki yang memiliki jiwa sepertinya.
Untuk beberapa saat mereka berdua terdiam,hingga Albert mulai mengambil kesempatan untuk mencium bibir Emily yang menjadi candu baginya.
Emily membalas ciuman Albert.Namun entah di detik berapa,ciuman mereka berubah menjadi ******* penuh nafsu.Tangan Albert mulai memegang bagian tengkuk Emily untuk memperdalam ciuman mereka.
Tidak ingin kalah,Emily mengalungkan tangannya di leher Albert.Hawa ruang kerja Albert berubah menjadi panas.
Hawa nafsu telah menguasai mereka berdua.Albert menyudahi ciuman mereka bukan menyidahi,lebih tepatnya bibir Albert berpindah untuk menelusuri leher jenjang mulus milik Emily.
Tubuh Emily bergetar hebat ketika merasakan hembusan nafas Albert di lehernya.
“Eenngghh”lenguhan Emily terdengar tertahan dengan tangan yang meremas kuat jas yang di kenakan Albert.
Tanpa sadar Emily mengerang karena tangan Albert telah naik dan mer*mas dadanya.Tubuhny terasa semakin panas.Emily menutup rapat bibirny ketika merasakan nikmat.
“Lepaskan honey jangan di tahan..ruangan ini kedap suara”bisik Albert ditelinga Emily sembari meniup pelan.
“AL..”suara Emily terdengar berat karena kini bibir Albert sudah berlabuh di dadanya.
“Al..akh..”Albert menikmati dada Emily dan mengh*sap nya dengan kuat hingga Emily benar-benar dibuat panas dan satu tangannya lagi ia gunakan untuk memainkan ujung dada yang lainnya.
Tangan Emily semakin mencengkram jas Albert menahan sensasi yang luar biasa dari dalam tubuhnya.Suara erangannya pun terdengar begitu merdu di telinga Albert
Dengan bibir yang masih berada di dada Emily,ia membuka jas yang melekat ditubuhnya dengan terburu-buru.Setelah berhasil terlepas,ia melempar jas itu kelantai.
Menit demi menit berlalu,Albert dan Emily terlihat semakin bernafsu dengan kegiatan yang mereka lakukan.
Tok..tok..tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.Namun Albert tidak perduli ia tetap melanjutkan aktivitasnya hingga Emily pun harus turun tangan.
“AL..hentika”ucap Emily sembari mendorong kepala Albert dari dadanya.
“Ck..sial”umpat Albert
“Biarkan saja honey”ucap Albert dan hendak melanjutkan kegiatannya.
“Tunggu..siapa tahu itu penting”tangan Emily menahan kepala Albert.
Dengan berat hati Albert menyudahi semuanya dan memungut kemeja yang berada dilantai.Emily pun ikut merapikan pakaian yang ia kenakan dan melanjutkan pekerjaannya.
“Selamat sore tuan”sapa Clifton ketika pintu telah dibuka oleh Albert
“Bulan depan gajimu aku potong”ucap Albert kesal laku kembali duduk.
“Ke..kenapa tuan?...apa saya melakukan kesalahan?”tanya Clifton bingung.
“Apakah aku salah karena telah mengetuk pintu?”gumam Clifton dalam hati.
Sedangkan di sisi lain,Emily tersenyum sembari menahan tawanya.
Melihat hal itu tentu saja membuat Clifton mengerti.
“Astaga ternyata tuan sedang bersenang-senang”gumamnya dalam hati.
Bersambung....