
#Happyreading
Setelah beberapa hari berlalu,Jessi sudah benar-benar pulih meskipun ia belum bisa mendapatkan kembali ingatannya yang terhapus.Namun hal itu tidak lantas membuatnya berputus aja,ia sangat optimis bahwa dirinya akan segera sembuh.Setiap hari ia mengikuti terapi yang diberikan oleh Dion dan meminum obat secara teratur.
“Selamat Jessi hari ini kau sudah boleh pulang”ucap Dion
“Akhirnya aku akan menghirup udara segar kembali di luar sana”mata berbinar membayangkan dirinya akan kembali beraktivitas seperti biasa.
“Tapi kau harus ingat selalu pesanku..jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat semua,kau boleh untuk mencoba mengingat namun ketika kau mulai merasakan nyeri pada bagian kepala segera hentikan jika tidak kau akan merasakan sakit seperti sebelumnya..kau paham”jelas Dion
“Aku akan selalu mengingat pesanmu kak”jawab Jessi
“Selamat pagi dokter Dion dan nona Jessi”sapa Clifton yang hendak masuk ke dalam sambil membawa sebucket bunga Lily di tangannya.
“Selamat pagi Clifton..sepertinya kau terlihat begitu bersemangat hari ini.”ujar Dion sembari melempar senyum penuh makna.
“Kau begitu berlebihan dokter Dion..saya memang selalu bersemangat setiap hari nya.”jawab Clifton dengan santai.
“Apakah nona sudah siap untuk kembali ke mansion hari ini?”Tanya Clifton kepada Jessi yang masih terlihat diam.
“Tentu Clifton..aku sudah sangat bosan berada di ruangan ini..aku sudah tidak sabar untuk menginjakkan kaki ku di mansion utama.”jawabnya dengan wajah sumringah
“Baiklah aku akan pergi sebentar menyiapkan beberapa obat untuk mu”Dion mulai melangkahkan kaki keluar ruangan itu.
Kini ruangan itu hanya menyisakan sepasang laki-laki dan perempuan yang entah mengapa merasa canggung setelah kepergian Dion.Clifton berjalan ke arah ranjang Jessi dan meletakkan bunga yang ia bawa di meja yang terletak disisi ranjang.
“Nona..Clifton”ujar mereka secara bersamaan yang membuat suasana kembali canggung.
“Hhmm..silakan nona berbicara terlebih dahulu”ucap Clifton dengan sopan.
“Ahh..itu kemana kak Albert kenapa ia tidak datang untuk menjemputku?”tanya Jessi yang sedikit gugup.
“Maaf nona..tuan Albert sedang menghadiri meeting penting saat ini..jadi tuan menugaskan saya untuk menjemput nona”jelas Clifton dengan raut muka yang sangat sulit untuk dijelaskan.
“Tahan Clifton kau tidak boleh gegabah.”gumamnya dalam hati.
Suasana di dalam mansion sedikit heboh pasalnya saat ini kepala pelayan yang di datangkan Albert beberapa hari yang lalu tengah mengumpulkan para maid dan juga pengawal di aula belakang mansion.
“Hari ini aku ingin menyampaikan informasi penting untun kalian”kata Willy sang kepala pelayan.
“Pada saat jam makan siang nanti,nona Jessi akan kembali ke mansion ini.”ucapnya menggantung kalimat terakhirnya.
Semua orang mulai berbisik dan tidak sedikit dari mereka terkejut dengan kabar yang disampaikan Willy,mengingat yang mereka tahu nona mereka dalam keadaan koma di rumah sakit.Seakan mengerti dengan wajah-wajah bingung dari mereka,Willy melanjutkan kembali kata-kata nya.
Berita ini benar-benar membuat sang penghianat tersenyum senang,pasalnya ini adalah sebuah informasi yang begitu penting untuk disampaikan kepada tuannya.
“Baiklah sekarang kalian bubar dan kembali bekerja..satu lagi untuk para koki,kalian harus memasak hidangan untuk jamuan makan malam karena nanti malam sahabat-sahabat taun Albert akan berkunjung ke mansion”perintah Willy yang mendapat anggukan setempat dari para pelayan dan juga para pengawal.
Semua orang mulai pergi dari aula itu untuk kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.Begitu pun dengan sang penghianat,ia meminta ijin pergi ke toilet belakang untuk buang air kecil.Setelah sampai di toilet ia segera mengeluarkan handphone genggam yang ia simpan di dalam sepatu nya.Dengan cepat ia mengetikkan pesan berupa informasi yang baru saja ia dapat.
****
Di tempat lain Justin tersenyum setelah menerima pesan dari salah satu mata-mata yang ia kirim.Tidak sia-sia ia mengirim seseorang untuk membantu misi nya.
“Kau memang selalu bisa untuk di handal kan”gumam Justin dalam hati.
Segera ia menekan tombol yang ada di layar handphone nya untuk menghubungi seseorang.
“Apa kau sudah menemukan wanita itu?”tanya Justin melalu telepon.
“Sudah tuan..dan kabar baiknya kita tidak perlu bersusah payah untuk menghasutnya karena memang dalam hati nya sudah ada dendam yang bersarang sejak kejadian 5 tahun lalu.”ujar chiko dari sebrang telepon.
“Kerja bagus chiko..apa dia meminta sesuatu sebagai bayarannya?”
“Dia hanya meminta sejumlah uang sebagai kompensasi atas pekerjaan yang akan dia lakukan.”
“Itu tidak menjadi masalah untukku..berikan dia uang sebanyak yang ia inginkan yang terpenting dia akan menjadi benteng untuk kita nanti nya.”
“Baik tuan sesuai perintah anda”
Tut..tut..tut..
Sambungan telepon sudah ia tutup.
“Hahahahahaha..”tawa Justin terdengar menggelegar di seluruh ruangan.
“Bersiaplah wheeler”seringai di wajahnya benar-benar membuat orang akan merinding jika melihatnya.
Bersambung
*Hallo readers jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen**💕💕*
Semakin banyak masukan
*semakin semangat untuk menulis**❣️❣️*