
✨Happy reading✨
Bulan berganti dengan begitu cepat,tak terasa satu bulan telah mereka lalui bersama.Seperti janji Albert,minggu ini ia akan mengajak sang istri untuk pergi berbulan madu.Semua telah ia siapkan,mulai dari memesan sebuah pulau yang diinginkan oleh sang istri hingga memerintahkan para maid untuk menyiapkan semua perlengkapan mereka.
“Emily pasti akan senang melihat ini”gumam Albert sembari membawa sebuah kertas di tangannya.
Ia sengaja ingin memberi kejutan kepada sang istri dengan membawa selembar brosur yang berisikan foto pulau yang akan mereka kunjungi.
“Selamat sore tuan”sapa Willy ketika Albert menginjakkan kaki di mansion miliknya.
Banyak perubahan yang terjadi di mansion ini,Albert yang terkenal cuek dan dingin sedikit demi sedikit berubah lebih hangat kepada penghuni mansion.
“Willy..dimana istriku?”tanya Albert begitu antusias
“Nona ada di dalam kamar tuan..sepertinya nona sedang tidak enak badan”jawab Willy
“Tidak enak badan?..kenapa kau tidak memberitahuku?”nada bicara mulai terdengar kecewa karena Willy tidak memberitahu itu sedari tadi.
“Benar tuan..maaf karena saya tidak memberitahu tuan sebelumnya karena nona sendiri yang melarang kami dan jika kami melanggar maka nona tidak mau menyantap makan siangnya”Willy menundukkan kepalanya sebagai ungkapan rasa bersalahnya.
“Baiklah..apakah kau sudah memanggil Dion?”tanya Albert sembari berjalan ke arah tangga.
“Sudah tuan..tuan Dion akan sampi beberapa menit lagi”jawab Willy yang hanya mengantar sampai di depan tangga.
Albert mempercepat langkahnya menuju kamar yang sedang Emily tempati saat ini.Tidak dapat dipungkiri jika saat ini ia begitu khawatir mendengar kabar jika sang istri tengah sakit.
“Honey..”panggilnya dengan lembut kepada seorang wanita yang tengah berbaring di atas ranjang.
“AL..kau sudah pulang”ucap Emily lemah.
Emily mencoba bangun dari tidurnya untuk menghampiri sang suami.
“Diam di tempat atau aku akan marah padamu”ancam Albert ketika sang istri ingin bangun dengan kondisi yang terlihat begitu lemah.
Emily menganggukkan kepala menyetujui perintah dari laki-laki yang begitu memanjakan belakangan ini.Jujur ia juga tidak sanggup berdiri karena rasa pusing yang menghampirinya benar-benar menyiksa.
“Kenapa kau tidak memberitahu ku..hhmm?”albert duduk di tepi ranjang memberi kecupan singkat di dahi sang istri.
“Aku tak ingin mengganggu pekerjaanmu”jawab Emily dengan senyum yang lemah.
“Dengarkan aku..tak ada yang lebih penting dari dirimu dan keluargaku..aku bisa meninggalkan semua Pekerjaanku karena ada Clifton yang akan membantuku menyelesaikan semua jadi kau tidak perlu khawatir”jelas Albert
Emily tersenyum mendengar kata-kata manis yang keluar dari bibir laki-laki yang ia sangat cintai.
“Permisi tuan..dokter Dion sudah sampai”ucap Willy
“Suruh di ma..”ucapan Albert di potong begitu saja oleh sahabat sekaligus dokter pribadinya.
“Hey brother..ada apa dengan kakak iparku?”tanya Dion yang masuk begitu saja.
Albert mendengus kesal karena sahabatnya yang satu ini tidak berubah sedikit pun.
“Panggilan itu sama sekali tidak pantas di ucapkan olehmu yang jauh lebih tua dari istriku”sindir Albert
“Kenapa tidak pantas..istri mu saja tidak menolak ketika aku memanggilnya kakak ipar”balas Dion tak ingin kalah.
“Dia tidak menolak karena saat ini ia te...”
“AL..sudahlah”Emily mencoba menengahi mereka berdua karena jujur ia saat ini ia sudah cukup pusing ditambah mendengar pertengkaran mereka membuatnya semakin pusing.
“Cepat periksa keadaan istriku”perintah Albert
Dion mulai mengeluarkan peralatan medisnya satu persatu dan memeriksa keadaan Emily.
“Mmm..apa yang kau rasakan?”tanya Dion di sela-sela pemeriksaannya.
“Aku sedikit pusing dan merasa lemas”ucap Emily
“Mmmm..apa kau merasa mual atau merasa risih ketika mencium bau yang menyengat?”
Emily mengangguk setuju dengan apa pertanyaan Dion.
“Baiklah..aku sudah tahu jawabannya tapi untuk lebih pastinya aku akan mengantarkan mu ke tempat praktek temanku..dia lebih tahu tentang penyakitmu saat ini”jelas Dion merapikan kembali peralatan medisnya.
“Apa maksudmu?”tanya Albert menatap tajam ke arah Dion.
“Jangan menatapku seperti itu..lebih baik kau siapkan mobil untuk mengantarkan istrimu ke tempat praktek temanku karena hanya dia yang mengerti keadaan istri mu saat ini”Dion berdiri dan bergegas keluar dari kamar itu karena ia tidak tahan jika ditatap seperti itu oleh sahabatnya sendiri.
“Sudahlah honey..kita ikuti saja apa yang dikatakan oleh dokter Dion”pinta Emily yang mengelus lembut tangan Albert
Jika sudah seperti ini apa boleh buat,Albert terpaksa mengikut kemauan sang istri.
Bersambung...