
Hallo readers
Maaf jika ceritanya tidak sesuai dengan ekspetasi kalian,2 hari ini aku sedikit drop jadi kurang konsentrasi untuk nulis.
Tapi aku akan tetap usahakan buat up tiap harinya meskipun hanya 2 BAB saja.
Semoga kalian suka😊
✨Happy reading✨
Emily keluar dari dalam lift dengan senyum merekah di bibir nya.Ia sudah membayangkan bagaimana ekspresi kedua orang tuanya ketika melihat keberadaannya nanti.
Dari kejauhan sebuah taksi tengah melaju pelan untuk mencari penumpang dan pada saat itu juga Emily keluar dari perusahaan lalu mencari keberadaan taksi.Ia melambaikan tangannya untuk memberhentikan sebuah mobil taksi yang melaju pelan ke arahnya.
“Silakan nona”ucap sang sopir ketika mobilnya sudah berhenti tepat di hadapan Emily.
“Terima kasih”balas Emily sembari membuka pintu mobil.
“Ke jalan x ya pak”ucap Emily
“Baik nona”
Mobil taksi itu mulai melaju ke arah jalan yang sudah ditentukan oleh Emily.Sepanjang perjalanan Emily nampak sibuk memainkan ponsel miliknya.
“Apakah nona haus?”tanya sang sopir
“Oh tidak pak”jawab Emily sambil tersenyum ke arah sang supir
“Jika nona haus..nona bisa mengambil minuman yang saya sediakan di depan nona..itu saya sediakan khusus untuk penumpang saya sebagai ucapan terima kasih”ucap sang supir tersenyum tulus.
“Oh begitu..baiklah saya ambil 1..terima kasih pak”balas Emily sembari mengambil satu botol minuman.
Emily meneguk minuman itu hingga tandas karena sejujurnya ia merasa haus sejak tadi dan ia berniat minum ketika sampai di rumah orang tuanya,namun siapa sangka taksi yang ia tumpangi dikendarai oleh orang baik.
“Terima kasih pak”
“Sama-sama nona”
Taksi terus melaju ke arah rumah Emily,namun di ditengah perjalanan Emily merasa sangat mengantuk.
“Maaf pak..jika sudah sampai tolong bangunkan saya”ucap Emily dan tanpa menunggu lama ia sudah tertidur.
“Baik nona”ucap sang sopir.
Sang supir melirik melalu spion mobil,ketika merasa target sudah benar-benar tertidur,ia menepikan kendaraannya lalu menghubungi seseorang.
“Hallo tuan..target sudah masuk kedalam perangkap”
“....”
Setelah menutup sambungan teleponnya,sang supir kembali melaju ketempat yang sudah ia sepakati bersama tuannya.
Sesampainya di tempat itu,lebih tepatnya di sebuah hotel yang berada di pinggiran kota.Emily di gendong masuk menuju sebuah kamar yang sudah di pesan khusus.
“Maaf Emily..aku harus melakukan ini”ucap sang lelaki menatap lekat ke arah Emily.
Sembari menunggu seseorang,sang lelaki memilih membersihkan diri.Hingga tak lama setelah itu muncullah Clara.
“Kenapa kau lama sekali?”tanya sang lelaki kesal.
“Maaf..aku harus mencari alasan untuk bisa pulang lebih awal”jelas Clara
“Baiklah kita lakukan seperti rencana”ucap Clara
Tanpa basa-basi mereka mulai melakukan rencana awal,sang lelaki berbaring di samping Emily tanpa mengenakan baju,sedangkan Clara sengaja menurunkan sedikit baju Emily ke bawah agar terlihat tidak memakai busana sedikit pun.Tidak lupa ia menutupi bagian bawah sang lelaki dan Emily menggunakan selimut.
Setelah mendapat beberapa foto yang menurutnya sudah cukup mesra.Kini giliran mereka berdua untuk berpose di depan cermin.Clara menanggalkan seluruh pakaian yang ia pakai begitu juga dengan sang laki-laki.mereka berpose di depan cermin namun Clara sengaja menutupi bagian wajah mereka berdua.
“Apakah sudah terlihat natural?”tanya Clara
“Sempurna..tapi ingat..kau harus menutupi wajahku..karena jika tidak Albert akan mengetahui perbuatan kita”ucap sang laki-laki.
“Tenang saja..mmm bagaimana kalau kita bermain sebentar sebagai ungkapan rasa terima kasihku.”ucap Clara sembari tersenyum nakal.
“Tawaran yang menarik..tapi jangan terlalu lama karena wanita ini pasti akan segera sadar dari pengaruh obat tidurnya”ucap sang lelaki mengingatkan.
Di sisi lain,Clifton mendapat laporan dari anak buahnya jika Emily dibawa ke sebuah hotel di pinggiran kota.
“Maaf tuan..saya ingin melaporkan sesuatu kepada anda”ucap Clifton
“Katakan”titah Albert
“Beberapa hari ini saya telah memantau pergerakan dari nona Clara karena saya merasa ada sesuatu yang sedang ia rencanakan..dan hari ini anak buah saya melihat nona Emily tengah dibawa oleh seseorang menuju hotel di pinggiran kota..ta..”kalimat Clifton dipotong oleh Albert
“Lalu kenapa kau masih diam disini..hah..!!”teriak Albert sambil berdiri dari posisi duduknya
Raut wajah Albert berubah menjadi emosi setelah mendengar laporan dari sang sekretaris.
“Tenang tuan..saya sudah memerintahkan beberapa anak buah tuan untuk memantau setiap pergerakannya dan tuan tidak perlu khawatir karena saya yakin laki-laki itu tidak akan berani menyentuh nona karena mereka memiliki hubungan darah”imbuh Clifton
“Beberapa hari yang lalu Willy melaporkan sesuatu tentang rencana nyonya dan nona Clara...mereka...”Clifton menjelaskan semua yang ia ketahui kepada Albert.
“Bagus..terus awasi mereka dan kita ikuti permainan mereka”ucap Albert lalu duduk kembali di kursi kebesarannya.
Bersambung...