The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 38



#happyreading


Pagi yang begitu cerah,sinar matahari mulai memaksa masuk ke ruangan Emily melalui celah jendela.Suara burung yang berkicau merdu mulai sedikit menggangu pendengarannya.


“Hhooaaamm..”Emily sedikit menggeliat


Namun ia merasa tubuhnya seperti tertindih sesuatu hingga ia merasa sangat sulit untuk bergerak.Sedikit terkejut karena ia mendapati tangan kekar seseorang tengah berada di atas tubuhnya.


Dengan bersusah payah ia membalikkan badannya untuk melihat siapa yang telah berani tidur Disampingnya sambil memeluk erat tubuhnya.


Deg...


Jantung Emily seakan ingin berhenti berdetak ketika kini dihadapkan dengan pemandangan yang sangat indah,wajah tampan yang sangat sempurna terpangpang jelas di depan mata nya,sungguh pagi yang sangat indah bagi Emily.


Tidak terasa ia tersenyum sambil mengangkat tangannya untuk mengelus wajah tampan milik Albert,merasa tidurnya terganggu oleh usapan lembut tangan Emily,Albert mulai mengerjapkan mata hal itu pun sontak membuat Emily panik dan segera merubah posisi tidurnya.


Dengan sedikit merentangkan tangan Albert bangun dari tidurnya,ia merasakan pegal di sekujur tubuhnya karena sudah 2 hari ini ia harus tidur di ranjang rumah sakit.


“Apakah tuan Albert sadar dengan apa yang aku lakukan tadi...jika ia sadar matilah aku”gumam Emily dalam hati


“Hey bangunlah...aku tahu kau sudah bangun sedari tadi..cepat bersiap karena kita akan segera pulang”suara bariton khas orang bangun tidur terdengar merdu ditelinga Emily.


Karena sudah ketahuan Emily memilih membuka mata dan duduk di tepi ranjang,dia sedikit senang karena hari ini dia sudah boleh pulang,namun ketakutan mulai menghampiri nya.


Kejadian beberapa yang lalu sungguh membuat nya sangat takut,bayang-bayang kejadian beberapa hari yang lalu seakan terlintas begitu saja di pikirannya.


****


Setelah memastikan semuanya beres,Albert berjalan menuju loby rumah sakit sambil mendorong kursi roda Emily.


Mobil mewah milik Albert sudah terparkir di depan loby,Clifton mempersilakan tuannya masuk dan membantu melipat kursi roda milik Emily.


“Sampai jumpa Emilia..ingat pesanku untuk jangan bergerak terlalu aktif sampai luka mu benar-benar kering.”ucap Dion yang ikut mengantarkan sampai di loby rumah sakit.


“Kita berangkat Clifton”titah Albert


“Baik tuan”


Mobil mereka mulai melaju meninggalkan rumah sakit milik Dion.Mobil yang di kendarai oleh Clifton melaju dengan kecepatan sedang,jalanan tidak terlalu ramai pagi ini sehingga mereka leluasa lewat tanpa harus menghadapi kemacetan.


Ketika mereka melewati jalanan yang sepi,tiba-tiba sebuah mobil box menghampiri mereka.


“Seperti nya ada yang mengikuti kita tuan”ujar Clifton


“Jangan mengubah laju mobilmu Clifton,Fokuslah kedepan”perintah Albert


“Baik tuan”


Sepanjang perjalanan mobil box itu tidak berniat menyalip sama sekali,bahkan kini setelah jalanan dirasa sudah sangat sepi mereka berusaha berada di samping mobil Albert.


Tidak berhenti sampai disana,kini mobil box itu berada di depan mobil Albert.


“Apakah kita harus mendahului mereka tuan?”tanya Clifton yang mulai waspada.


“Biarkan saja..sepertinya mereka ingin bermain-main denganku” ucap Albert santai


Emily yang masih trauma dengan kejadian beberapa hari yang lalu kembali ketakutan melihat aksi mobil box yang menggores body mobil Albert.


Menyadari gadis yang berada di sampingnya gemetar Albert menggenggam tangan Emily untuk memberi ketenangan.


“Kau tidak perlu takut...semua akan baik-baik saja...jika kau takut kau bisa memejamkan matamu”kata Albert berusaha menenangkan Emily.


Tanpa di duga mobil box itu terbuka dan seseorang tiba-tiba muncul dengan menodongkan senjata api ke arah mobil Albert.


Dddoorr..


Satu peluru melesat cepat ke arah mobil Albert,dengan cepat Albert menundukkan kepala Emily untuk berlindung jika sewaktu-waktu kaca mobilnya di pecahkan,karena peluru tidak akan bisa menembus kaca mobil itu.


“Seperti nya mereka benar-benar ingin bermain dengan ku”geram Albert


Dengan gerakan tangan secepat kilat,Albert mengambil senjata api dari balik Jaket yang ia gunakan,dan diikuti oleh Clifton


Mobil box itu pun berhenti tepat di depan mobil Albert,orang-orang yang berada di dalam sana keluar dan langsung menembaki mobil Albert.


“Bereskan mereka Clifton”perintah Albert


Mereka bertiga masih menundukkan kepala untuk menghindari peluru yang membombardir mobil mereka meskipun kaca mobil itu tidak dapat di tembus oleh peluru.


“Tetaplah di dalam mobil jangan sekali-kali kau keluar dari sini”perintahnya kepada Emily


Emily menganggukkan kepala seakan mengerti dengan perintah Albert.


Clifton dan Albert mulai keluar dari dalam mobil dengan posisi menunduk,merasa mendapat celah mereka mulai menembak satu persatu musuh mereka namun tetap berlindung dibelakang pintu mobil.


Setiap mendapatkan kesempatan,Albert dan Clifton menembak musuh dengan tepat sasaran.


Hal ini sama sekali tidak membuat Albert merasa kesulitan mengingat dia adalah seorang penembak jitu.


Kini orang-orang yang berada di mobil box tadi berusaha mencari perlindungan karena Albert dan Clifton benar-benar tidak bisa diremehkan.


Mendengar suara tembakan mulai sedikit mereda,Emily memberanikan diri untuk mengangkat kepala melihat keadaan diluar,mata nya membulat sempurna ketika ia melihat seseorang tengah berusaha mendekati Albert dari arah belakang.


Dia keluar dari mobil dengan sekuat tenaga karena saat ini tenaga nya masih lemah,dia berusaha berjalan secepat mungkin untuk menghentikan orang itu.


“Tuan awas...”teriak Emily


Jjlleeb...