
#happyreading
Semua anak buah Albert sudah berkumpul lengkap dengan senjata yang mereka bawa.Para sahabatnya pun sudah datang dengan persenjataan mereka.
“Kenapa kau membawa begitu banyak anak buah?”tanya Dareen yang heran melihat begitu banyak anak buah yang Albert kumpulkan.
“Musuh kita bukan orang sembarangan Dareen”jelas Dannis yang baru tiba.
“Bukankah Justin hanya seorang pengusaha kecil.”Dion ikut bingung dengan penjelasan Dannis
“Aku baru saja menguak sebuah rahasia baru..Dari data yang aku dapat beberapa menit lalu menunjukkan bahwa Justin adalah seorang mafia dari negara B,ia dikenal sebagai mafia terkuat kedua setelah uncle wheeler.Dia juga memiliki ratusan anak buah seperti Albert,dan juga kita harus berhati-hati karena ia menggunakan jasa seorang hacker handal untuk melancarkan aksinya.”jelas Dannis
“Dari mana kau tahu semua informasi itu?”Albert sedikit terkejut mendengar informasi yang diberikan oleh Dannis.
“Seseorang yang mempermainkanku beberapa hari yang lalu”
“Bisakah kita berangkat sekarang?”
“Sepertinya kau sudah tidak sabar Lukas”Albert tersenyum sinis mendengar ucapan dari sisi lain seorang Damian.
(Untuk lebih jelasnya aku akan membuatkan cerita khusus Damian nanti nya)
“Baiklah kita lakukan seperti biasa...tapi kali ini berhati-hatilah karena musuh yang akan kita hadapi seseorang yang hampir setara dengan ayahku”ucap Albert.
Satu persatu dari mereka mulai masuk ke dalam mobil masing-masing.Hany Dannis yang akan tinggal di dalam mansion untuk memantau mereka dari jarak jauh melalui drone-drone kecil yan sudah dipasangkan kamera.
Disisi lain Justin tengah menyiapkan anak buah dan juga beberapa jebakan untuk menyambut kedatangan pasukan Albert.Tidak lupa ia memasang kamera CCTV di setiap sudut ruangan untuk mengetahui gerak gerik dari musuh.
“Matikan seluruh penerangan di gedung ini dan pastikan wanita aman bersama kita”perintahnya kepada salah satu anak buahnya.
“Chiko pergilah ke tempat yang sudah aku siapkan untukmu.”
“Baik tuan”
Justin duduk dengan santai di depan layar besar yang akan memperlihatkan gerak gerik dari musuhnya.
Begitu pun dengan wanita yang kini tengah fokus menatap layar komputer miliknya,dia sudah menyiapkan segala sesuatu nya.Setelah tugasnya selesai ia akan bergegas membawa putra nya pergi dari negara ini.
Albert dan pasukannya sudah memasuki sebuah jalan yang akan membawa mereka untuk masuk ke dalam gedung itu.
“Apakah benar lokasi nya berada di hutan ini?”tanya Dareen yang mulai ragu.
“Dari petunjuk yang diberikan oleh Dannis..lokasi nya tepat berada di tengah hutan,sebuah gedung tua yang besar.”
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di pintu gerbang sebuah gedung tua yang besar.Ketika satu persatu lampu mobil di padamkan,keadaan menjadi gelas gulita.
“Seperti nya Justin termasuk orang yang licik”tebak Dion.
“Kau benar...dia sengaja memadamkan seluruh penerangan agar tidak fokus”imbuh Dareen.
“Berhati-hatilah kita tidak tahu apa yang tengah Justin rencanakan”Albert mengingatkan lagi kepada sahabatnya agar tidak bertindak gegabah.
“Clifton kau Fokuslah mencari keberadaan adikku..dan jika kau menemukannya segera bawa dia pergi dari tempat ini.”perintahnya
“Baik tuan”
“Ayo masuk”perintah Albert kepada seluruh anak buahnya.
“Tunggu!”lukas tiba-tiba mencegah langkah mereka
“Ada apa Lukas?”tanya Dion
“Perintahkan beberapa anak buahmu untuk berjalan terlebih dahulu..aku tidak yakin di jalan yang akan kita lalui akan begitu mulus..lihatlah ke arah depan apa kau tidak merasa curiga dengan jalan yang dipenuhi dengan dedaunan itu?...jika ada orang di dalam sana,jalanan itu harusnya sedikit terbuka”jelasnya
Anak buah Albert mulai membuka pintu gerbang yang menjulang tinggi.Setelah memastikan keadaan aman,satu persatu dari mereka masuk ke dalam.Namun baru beberapa langkah mereka masuk,sebuah anak panah melesat ke arah mereka yang tertancap di dada salah satu dari anak buahnya.
“Kurang ajar...”umpat Albert
“Seperti nya ini salah satu dari jebakan..dan setelah ini pasti akan ada anak panah selanjutnya”jelas Lukas
“Awas..segera berlindung”teriak Albert ketika mata tajamnya menangkap bayangan puluhan anak panah melesat ke arah mereka.
Ttrraass..ttrraass
Puluhan anak panah menancap sempurna di pohon-pohon besar yang ada disana.
“Seperti nya aku tidak bisa tinggal diam..mari bermain-main terlebih dahulu brother”smrik khas seorang Dareen menghiasi wajahnya.
Dia mengeluarkan benda kecil berbentuk bulat dan memasukkannya ke dalam pistol yang berbentuk sedemikian rupa.
“Albert apa kau melihat seseorang didalam sana?”tanya Dareen sambil mengarahkan pistolnya ke arah gedung.
“Ya aku melihatnya di atas gedung,lebih tepatnya di lantai 2 gedung itu”timpal Albert
Puuusshhhh....
Peluru bulat milik Dareen melesat ke arah gedung lantai 2.Tidak diragukan lagi peluru itu mendarat sempurna di gedung itu.
“Apakah peluru nya sudah sampai?”tanya Dareen
“Seperti sudah”jawab Albert
“Bersiaplah akan ada pertunjukkan kali ini”Dareen terlihat tersenyum girang
“1...2...3..”
DDUUUAARRRR!!!!.....
Gedung lantai 2 itu meledak dengan dahsyat ketika Dareen menekan tombol kecil dari remote kontrol yang dia pegang.
“Wwoowww...aku suka pertunjukkan ini”seru Lukas.
“Masuk”titah Albert
Di dalam gedung Justin terlihat terkejut karena ledakan yang ditimbulkan oleh bom Dareen.
“Seperti nya kalian tidak bisa aku remehkan”gumam Justin.
“Biarkan mereka masuk..serang mereka ketika berada di dalam gedung..tutup semua akses keluar gedung ini”perintahnya
“Chiko jika keadaan mendesak..jalankan rencana kedua”ucap nya kepada chiko melalui alat komunikasi yang dibuat khusus.
“Baik tuan”
Pasukan Albert mulai masuk kedalam gedung yang gelap gulita.Suasana didalam gedung sepi,tidak terdapat satu pun orang di dalam sana.
Ddoorrrr...
“Aakkhhh..””
Bersambung....
#pemanasandulu😁