
#happyreading
“Tuan awas...”teriak Emily
Jjlleebb..
Sebuah pisau berhasil menancap dengan sempurna di punggung seseorang yang hendak menikam Albert dari arah belakang.
Entah dari mana Emily mendapat keberanian untuk melakukan hal itu,yang jelas saat ini tangannya bergetar hebat,badannya terasa lemas hingga kedua kakinya tidak kuat untuk menumpu saat ini.Untuk pertama kalinya ia melukai seseorang tanpa rasa ragu sedikit pun.Emily luruh begitu saja setelah berhasil menyelamatkan Albert dari bahaya.
Mendengar suara teriakan yang tidak asing di telinganya membuat Albert memutar tubuhnya ke arah belakang,entah apa yang terjadi seorang pria tergeletak di atas aspal dengan pisau yang sudah menancap di bagian bahu nya.
Lelaki itu hendak bangun,namun dengan cepat Albert menghadiahkan timah panas yang menembus bagian dada nya.
“Clifton bereskan dengan cepat aku tidak ingin membuang waktu”titah Albert
Clifton menganggukkan kepala untuk menjawab perintah dari tuannya,sedangkan Albert langsung berlari menghampiri Emily yang masih terduduk di atas aspal dengan tubuh yang gemetar
“Apa kau terluka?...apa dia melukai mu?...sudah aku katakan jangan keluar dari tempat persembunyianmu” Albert sedikit merasa khawatir saat ini.
Saat ini Clifton akan membereskan semuanya seperti yang diperintahkan oleh tuannya,Ia mengambil sebuah benda bulat kecil yang ia bawa dari dalam mobil,ia menekan tombol merah yang terdapat pada benda itu dan benda itu mulai menghitung mundur,dengan sekuat tenaga ia melempar benda berbentuk bola golf itu hingga mendarat sempurna di atas mobil box itu.
Dalam hitungan detik mobil box itu meledak dengan keras,sudah dipastikan orang-orang yang berada di sekitarnya akan ikut hancur bersama dengan mobil itu.
Emily kembali terkejut dengan suara ledakan yang begitu keras,hingga kupingnya pun berdenyut mendengarnya.
Albert sungguh tidak menyangka bahwa benda kecil yang berbentuk bulat persis seperti bola golf itu memiliki daya ledak yang lumayan keras,dia benar-benar kagum dengan kehebatan Dareen dalam menciptakan bom yang begitu menakjubkan.
Dengan tubuh yang masih bergetar,Emily memeluk erat tubuh Albert sambil membenamkan wajah di dada bidang milik Albert.Sungguh kejadian yang tidak pernah ia duga sebelumnya,untuk pertama kaliannya ia harus melukai orang lain dengan tangannya sendiri dan kini ia harus melihat dengan mata kepalanya bagaimana orang-orang itu meledak bersama dengan mobil yang mereka tumpangi.
“Sudah beres tuan”ucap Clifton
“Kau sudah menghubungi anak buahmu untuk membereskan ini semua?”tanya Albert
“Sebentar lagi mereka akan sampai tuan”jawab Clifton
“Baiklah..cepat kembali ke mansion”perintah Albert
Albert kini mengangkat tubuh Emily yang masih bergetar,dengan hati-hati dia meletakkan tubuh Emily ke kursi penumpang.
“Semua sudah selesai..kau tidak perlu takut” ujar Albert yang melihat Emily masih saja terdiam saat ini.
Melihat keadaan Emily yang masih terlihat syok dengan kejadian yang baru saja ia alami,Albert kembali menggendong tubuh Emily ala bridal style,semua maid dan pengawal yang tengah berdiri untuk menyambut tuannya merasa heran karena kini mereka terlihat sangat romantis.
Dengan bantuan Clifton,kamar Emily telah terbuka dengan lebar.Albert menurunkan tubuh Emily dengan hati-hati.Gadis itu masih termenung dengan tangan yang masih bergetar.
Kejadian yang baru ia alami benar-benar membuatnya takut.Albert sangat mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Emily saat ini,ia berjongkok di depan Emily dan memberikan segelas air untuk menenangkan pikiran Emily.
“Sekarang beristirahatlah..setelah itu kau akan merasa lebih baik”ucap Albert lembut.
“A..aku te..telah mem..bu..nu..h ora..ng”ucap Emily terbata-bata.
“Kau tidak membunuhnya..kau hanya berusaha menyelamatkan ku jadi kau tidak perlu merasa bersalah”kini Albert sedikit mengusap tangan Emily agar dia sedikit lebih tenang.
“Sekarang beristirahatlah”ucap Albert sambil berdiri dan ingin beranjak pergi dari kamar Emily.
Ketika sudah mencapai ambang pintu,Albert berbalik dan kembali menatap tajam ke arah Emily.
“Ku harap kau tidak salah paham dengan apa yang aku lakukan barusan dan beberapa hari ini..semua yang aku lakukan semata-mata karena rasa berslahku dan yang tadi hanya sebagai ungkapan rasa terima kasihku karena kau sudah menyelamatkanku”ucap Albert dan langsung pergi meninggalkan kamar Emily.
Dadanya terasa berdenyut mendengar penuturan Albert.Ia mengira Albert melakukan semua itu karena peduli dengan dirinya tapi ternyata ia harus menelan pil pahit dengan perkataan Albert.
“Kenapa aku harus jatuh hati secepat ini,,kenapa aku begitu bodoh mengira ia begitu peduli terhadapku..sedari awal aku harusnya sadar bahwa aku hanyalah orang yang dibenci”gumam Emily dalam hati.
Tanpa memperdulikan perasaan Emily karena perkataannya,Albert pergi dari kamar itu dan bergegas menemui Clifton di ruang kerja nya.
“Cari tahu siapa dalang dari semua ini Clifton”titah Albert
“Baik tuan”
Kini Albert mengambil segelas anggur untuk menenangkan diri setelah kejadian tadi.Ia masih menerka-nerka siapa orang yang telah berani mengusik kehidupannya.
Bersambung
*Hallo readers jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen**💕💕*
*Semakin banyak masukan semakin semakin semangat untuk menulis**❣️❣️*
Bonus