The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 43



#Happyreading


Jam makan siang hampir berakhir,namun sampai saat ini Emily belum sempat mengisi perutnya yang mulai keroncongan,ah bukan belum sempat lebih tepatnya ia belum diberi jatah makan siang saat ini.


Dia tidak mengerti kenapa tuannya sedari tadi hanya diam sembari menatap layar handphonenya tanpa memesan makanan padahal ini adalah sebuah cafe.Niat hati ingin bertanya namun semua itu ia urungkan kembali mengingat Albert yang tidak suka di ganggu.


“Apa dia tidak merasakan lapar sama sekali?...kenapa dia tidak mengajakku kembali ke kantor saja agar aku bisa makan di kantin.”gerutu Emily dalam hati.


Beberapa kali Emily memberi kode dengan menghela nafas panjang,tapi entah mengapa hal itu tidak berdampak sedikit pun.Albert tidak bergeming sama sekali,ia tetap fokus menatap layar handphonenya entah sesuatu apa yang sedang ia baca saat ini.


“Tuan..kit..”ucapan Emily terpotong


“Kembali ke kantor”perintah Albert


Seperti mendapat udara segar di pagi hari,Emily benar-benar bisa bernafas dengan lega.Sungguh ia sudah tidak sabar untuk segera mengisi perutnya dengan berbagai makanan lezat di kantin nanti karena kali ini tenaga nya benar-benar terkuras habis.


“Jika tahu seperti ini..aku akan bertanya sedari tadi dengan begitu aku bisa mengisi perut dengan cepat”gerutunya


Langkah panjang Albert benar-benar membuat Emily sedikit mempercepat langkahnya agar bisa mensejajarkan diri dengan tuannya yang dingin ini.


Sepanjang ia berjalan di trotoar jalan,Tercium bau masakan yang begitu lezat dari resto-resto yang berada di sepanjang pinggir jalan menuju kantor.


Hanya butuh 10 menit saja mereka berdua sudah sampai di perusahaan karena memang cafe tempat pertemuan mereka berada di seberang.Dengan langkah kaki yang mulai lemas Emily ikut masuk ke dalam lift VIP yang biasa digunakan oleh Ceo serta orang-orang penting lainnya.


Tinggg...


Lift terbuka di lantai perusahaan paling atas.Emily tidak lagi mengikuti langkah panjang Albert,ia berjalan terseok-seok dengan kaki yang semakin lemas dan perut yang sudah berdemo sejak tadi.


“Selamat siang tuan”sapa Clifton ketika seseorang memasuki ruangan.


“Kau sudah mendapatkan apa yang aku minta?”tanya Albert


“Sesuai perintah anda tuan”jawab Clifton


“Selamat siang nona”sapa Clifton ramah.


Ia sedikit bingung melihat ekspresi Emily dan cara nya berjalan,ia terlihat seperti manusia yang tidak makan selama beberap hari.


“Siang Clifton”jawab Emily lemah.


Mendengar jawaban Emily yang lemah,Clifton bisa menebak jika saat ini Emily sedang kelaparan,karena memang kebiasaan Albert sedari dulu,ia tidak akan mau makan di sembarang tempat,mengingat begitu banyak musuh yang ingin menjatuhkannya.


“Berikan padanya”titah Albert pada Clifton


Menganggukkan kepala sejenak lalu Clifton berjalan menghampiri meja kerja Emily dan meletakkan benda berbentuk kotak itu.


“Apa ini?”tanya Emily bingung


“Ini hadiah untuk anda,sebagai apresiasi keberanian anda untuk bertanggung jawab atas kecerobohan yang anda perbuat”jawab Clifton


Memutar bola matanya dengan malas karena lagi-lagi ia mendapat pujian sekaligus hinaan,memang tuan dan sekretaris sama saja.Emily mengambil benda berbentuk kotak itu,dibuka nya benda kotak itu dengan perlahan ala youtuber sedang unboxing sesuatu yang baru ia dapat.Mata nya membulat sempurna ketika mendapat hadiah sebuah handphone genggam keluaran terbaru.


Clifton hanya menjawab dengan anggukan dan senyum.


“Terima kasih Clifton”ucap Emily tang merasa sangat senang.


“Ini dari tuan Albert nona”jawab Clifton


“Terima kasih tuan”ucap nya ramah


Jangan tanyakan bagaimana ekspresi Albert saat ini,tentu saja ia tidak menggubris sama sekali ucapan Emily.Albert tetap fokus menatap layar komputernya tanpa berniat membalas ucapan Emily.


“Tidak apa yang penting aku bisa menghubungi ayah dan ibu nanti”gumam Emily dalam hati.


“Di handphone itu sudah berisikan nomer-nomer penting yang nanti nya bisa anda hubungi ketika mendapat kesulitan,dan anda tidak diperbolehkan menyimpan nomer orang lain dengan sembarangan tanpa ijin dari tuan Albert,aplikasi-aplikasi yang tidak terlalu penting untuk nona sudah terkunci jadi jika anda ingin mengaksesnya anda bisa meminta ijin pada tuan Albert.Jika anda menentang peraturan itu maka benda itu akan di sita kembali..apa nona mengerti?”jelas Clifton yang membuat Emily melongo tak percaya


“Lalu untuk apa aku mempunyai sebuah handphone”gerutu Emily.


“Jika kau tidak terima dengan peraturan itu,kau bisa mengembalikannya”sindir Albert


“Aku terima tuan”jawab Emily dengan cepat.


“Baiklah aku ingin makan si..”Ucapan Albert terhenti ketika handphone miliknya bergetar.


“Akhirnya”gumam Emily dalam hati merasa senang mendengar kata makan.


“Ada apa?”tanya Albert kepada seseorang di sebrang sana


“..............”


“Baiklah aku segera kesana”


Tut..tut..tut..


Sambungan telepon sudah terputus.


“Kita kerumah sakit sekarang Clifton”perintahnya


Clifton mengangguk dan mulai ikut berjalan di belakang tuannya.Emily masih diam di tempatnya menunggu Albert keluar dari ruangan itu,ia berpikir setelah kepergian Albert ia bisa pergi ke kantin untuk makan siang.


“Kenapa kau berdiri disitu..cepat ikut aku”perintah Albert


Lagi-lagi ia harus menelan pil pahit karena rencananya untuk makan siang telah gagal.


Bersambung


*Hallo readers jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen**💕💕*


Semakin banyak masukan


*semakin semangat untuk menulis**❣️❣️*