The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 101



✨Happy reading✨


Hari demi hari berganti begitu cepat hingga saat ini tiba waktu nya untuk Albert dan Emily saling menyematkan cincin ke masing-masing jari manis mereka sebagai pengikat dalam hubungan mereka.


Setelah perjalanan panjang yang mereka lalui akhirnya tiba saatnya bagi mereka untuk berbahagia bersama.Satu bulan adalah waktu yang cukup untuk mereka mempersiapkan segala nya.


“Kau terlihat sangat cantik”puji Wijaya kepada putri kesayangannya


“Terima kasih ayah”Emily tersenyum menatap pantulannya di cermin besar yang ada di hadapannya.


“Akhirnya kamu menemukan kebahagianmu nak”Wijaya menatap lekat sang putri.


“Dan ini semua berkat doa kalian”tak terasa buliran bening luruh begitu saja.


“Hey..apa yang kau lakukan..kenapa membuat putri kita menangis di hari bahagianya”ujar jesica yang baru saja tiba.


“Ibu..”panggil Emily


“Jangan menangis nak...ini hari spesial untukmu..tersenyumlah”jesica mengusap air mata sang putri dengan sehelai tissue yang ia bawa.


Mereka bertiga berpelukan mengucap rasa syukur karena semua masalah telah berhasil mereka lalui.


“Sudah...suami mu telah menunggu..ayo segera turun”ajak jesica


“Mommyyy..”teriak seorang anak kecil dengan pakaian formalnya sehingga membuat dia begitu tampan.


“Wooww anak mommy tampan sekali”puji Emily


“Mommy..Leon ingin bersama mommy”pinta sembari mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Emily.


“Kemarilah..antarkan mommy bertemu dengan daddy”Emily menerima uluran tangan sang anak dan mereka berempat bergegas turun.


Suasana di dibawah sana terlihat begitu ramai,tamu undangan datang silih berganti.Hingga di detik berikutnya pandangan mereka teralihkan oleh kedatangan sosok wanita bak bidadari yang turun dari kahyangan.


Albert yang berada di antara tamu pun ikut mengalihkan pandangannya kepada sosok wanita yang saat ini akan menjadi istrinya.Sebuah senyum terukir indah di wajah tampannya dengan tubuh yang dibalut pakaian formal sehingga ia terlihat 2 kali lebih tampan.


Acara pengucapan janji suci berlangsung secara hikmat.Albert dan Emily sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri.


“Terima kasih”ucap Albert menatap lekat ke arah sang istri


“Untuk apa?”tanya Emily


“Terima kasih karena kau sudah memilihku menjadi pendamping hidupmu dengan begitu banyak rasa sakit yang aku berikan namun kau masih bertahan.”


Emily tersenyum ke arah sang suami ketika mendengar kalimat tulis yang terucap dari bibir Albert.


HAP...


Albert membawa Emily ke dalam gendongannya ala bridal style.Tentu saja hal itu membuat Emily sedikit terkejut.


“AL..turunkan aku..disini begitu banyak orang”cicit Emily


“Kalau begitu mari pergi ke kamar agar suasana sepi”ucap Albert jahil


“Tapi acara kita belum selesai..apakah kau akan meninggalkan tamu undangan kita?”protes Emily


“Tenang saja..ada daddy yang akan menghandle mereka”


“Aku sudah tidak sabar”bisik Albert di telinga Emily


Tanpa menunggu persetujuan Emily,Albert menggendongnya ke dalam kamar meninggalkan para tamu undangan yang nampak kebingungan mencari keberadaan mempelai.


Dengan hati-hati Albert menurunkan tubuh Emily dan meletakkannya di atas ranjang besar dengan hiasan khas malam pertama.


“Aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu..ini semua terasa panas”ucap Emily sembari melepas aksesorisnya yang menempel pada tubuhnya.


Di sela-sela kegiatannya,tiba-tiba Emily mempunyai sebuah ide untuk menjahili suaminya.


“AL..bisakah kau membantuku membuka gaunku..tanganku tak bisa menjangkaunya”ucap Emily


Albert beranjak dari posisi duduknya lalu menghampiri Emily.Perlahan ia membuka resleting gaun yang berada di bagian belakang hingga terlihat jelas punggung indah sang istri.Dengan susah payah Albert menelan ludahnya kasar menikmati pemandangan indah di depan matanya yang membuat junior terbangun.


“Sudah?”tanya Emily yang mengulum senyum di wajahnya.


Ia tahu jika saat ini Albert tengah memperhatikannya.


Albert mengangguk dan setelah itu Emily menanggalkan gaun yang ia pakai hingga menyisakan benang yang melilit bagian dada dan juga bawahannya.


“Aarrgghh...kenapa kau begitu menggoda”Albert semakin gusar dibuatnya.


“Tunggulah honey..aku akan membersihkan diri terlebih dahulu”bisik Emily


Sebelum Albert sadar,Emily berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa menit sudah berlalu,Albert masih setia menunggu sang istri di atas ranjang yang akan menjadi tempat bertarung mereka.Albert sengaja memejamkan matanya agar Emily mengira bahwa dirinya telah tertidur.


Ceklek..


Pintu kamar mandi mulai terbuka.Emily mencoba mengintip dengan mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu.


“Ah selamat..ternyata dia sudah tertidur”gumam Emily.


Dengan santainya ia keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya dan berjalan menuju lemari besar yang ada di kamarnya itu.Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada,Albert bangun dan menggendong Emily dari arah belakang.


“Hey..lepaskan aku”teriak Emily terkejut dengan aksi Albert


“Jangan harap kau bisa lepas rubah kecil”bisik Albert


Tubuh mereka berdua sudah mendarat sempurna di atas ranjang.Sebelum melakukan kegiatan panasnya,Albert menatap lekat wajah cantik sang istri.


“I Love you”satu kata manis berhasil terucap dari bibirnya


Semburat merah menghiasi pipi mulus Emily ketika mendengar kata-kata manis dari sang suami.


“I Love you too...”detik berikutnya Albert telah membungkam bibir Emily dengan l*matan penuh nafsu.


Ia tak bisa lagi menahan hasrat yang sudah tertahan sejak tadi.


Suara desahan mulai terdengar dari bibir mereka berdua.Emily memejamkan matanya kuat ketika Albert tengah menikmati bagian dada nya.


Seolah rasa malunya hilang,dengan beraninya Emily menurunkan tangannya menyentuh ular berbisa milik Albert.


“Aahhh...sssss”Albert memejamkan matanya ketika merasakan nikmat di bawah sana.


“Honey..aku ingin meminta sesuatu”bisik Emily


“Apa itu katakan”ucap Albert.


“Aku ingin memberimu hadiah dimalam pertama kita”pinta nya


“Hadiah apa?”albert terlihat bingung dengan ucapan sang istri


“Hadiahnya adalah....biarkan aku memimpin permainan kita”bisik Emily dengan nada sensual.


Mendengar hal itu,Albert tersenyum dan dengan senang hati merubah posisi mereka


“Semoga kau menyukai hadiah dari kU”ucap Emily yang langsung menyerang bibir Albert dengan l*matan penuh nafsu.


Merasa jika Albert telah terbuai,Emily menurunkan wajahnya menuju ular berbisa milik Albert.Ia menyentuh ular berbisa itu sebelum akhirnya ia menikmati ular berbisa milik Albert.


Albert benar-benar tidak bisa berkutik dibuatnya.Nikmat yang ia rasakan membuatnya merasa terbang tinggi.


“Honey..cukup..aku sudah tidak tahan”ucap Albert sembari memegang wajah Emily.


“Baiklah..seperti kau sudah tidak sabar”


Emily bersiap untuk mengambil kendali dalam permainan mereka.Dan pada saat adegan panas itu dimulai,suara desahan dari mereka berdua terdengar saling bersahutan.


Malam ini menjadi malam panjang untuk mereka berdua,terbukti hingga saat ini entah berapa ronde yang mereka mainkan dan pada akhirnya mereka berdua tumbang bersama karena kelelahan.


Bersambung...