The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 58



#happyreading


“Kau..berani-berani nya berkhianat di belakangku”teriak Albert sembari berdiri dan berjalan ke arah sang pengkhianat.


Ppllaakkk....


Sebuah tamparan keras di layangkan Albert ke wajah sang pengkhianat hingga membuatnya jatuh tersungkur.


“Bagaimana kau mendapatkannya Clifton?”tanya Dannis


#flashback oN


Clifton yang baru tiba di mansion bergegas naik ke lantai atas untuk menyusul tuannya.Ketika sampai di atas,secara tidak sengaja mata Clifton melihat sesuatu yang janggal,seorang pelayan tengah berdiri di depan pintu masuk ruangan Albert.Tidak lama setelah itu sang pelayan pergi dari tempat itu,merasa curiga dengan gerak gerik sang pelayan,Clifton memutuskan untuk mengikutinya dari kejauhan.


Rasa curiga Clifton semakin menjadi ketika dengan langkah yang terburu-buru sang pelayan masuk ke dalam toilet.Clifton menguping dari luar untuk mengetahui apa yang dilakukannya di dalam sana.Clifton sedikit terkejut ketika mendengar pembicaraan sang pelayan melalu sambungan telepon.


“Ada alat pelacak di kalung nona Jessi”


Tanpa basa basi Clifton mendobrak pintu itu dan mengambil handphone milik sang pelayan.


“Tuan tolong kembalikan handphone saya”pinta sang pelayan.


“Berani-berani nya kau berkhianat dibelakang tuan Albert”ucap Clifton penuh emosi.


“Pengawal tangkap dia dan bawa dia kehadapan tuan Albert”perintah Clifton


#flashback off


“Kemari kan ponsel miliknya”pinta Albert


Clifton menyerahkan handphone milik pelayan kepada Albert.


“Periksa semua riwayat panggilan di ponsel itu”perintah Albert kepada Dannis.


Dannis mulai mengutak Atik handphone genggam itu namun tidak menemukan apapun di dalam sana.


“Sepertinya semua riwayat teleponnya sudah di hapus oleh seseorang.”


Mendengar hal itu,sang pelayan tersenyum sini ke arah Albert dan Dannis seakan meremehkan kemampuan mereka.


“Tapi hal ini sama sekali tidak membuatku susah..bahkan ini adalah hal yang mudah”kali ini giliran Dannis yang tersenyum remeh ke arah sang pelayan.


Dannis kembali memeriksa handphone itu dan tidak butuh lama semua riwayat panggilan berhasil ia dapatkan.Dannis mulai melacak nomer telepon yang tertera di dalam sana karena nomer itu tersimpan tanpa identitas.Ketika tengah sibuk mencari pemilik nomer itu,layar komputer ya berubah menjadi hitam.Bebrapa kali ia mencoba untuk menyalakannya kembali namun tidak juga bisa.


Sebuah tulisan kembali muncul di layar komputer.


“Haii dad...sebagai anak yang baik,aku akan membantumu menangkap penjahat yang sedang kau cari..kau tidak perlu mencari nomer tidak penting itu karena orang yang kau cari adalah pengusaha bernama Justin”


Beberapa menit kemudian tulisan itu hilang namun ternyata muncul lagi tulisan yang lainnya.


“Setelah ini aku harap daddy berusaha untuk mencari kami...see you dad..i Love you”


Deg....


“Siapa dia sebenarnya?...kenapa dia Memanggilku daddy?”gumam Dannis dalam hati.


“Justin..”ucap Dannis


“Shit...kau salah bermain-main dengan ku Justin”geram Albert


“Clifton kumpulkan pasukan dan hubungi mereka...Dannis tetaplah disini pantau keberadaan mereka..kita lakukan seperti biasa”perintahnya sambil beranjak pergi meninggalkan ruangan.


Sesuai perintah dari Albert,Clifton mengumpulkan anak buahnya serta menghubungi sahabat-sahabat Albert.


Di sisi lain Jessi mulai merasa ada yang tidak beres,saat ini mobil yang ia tumpangi masuk kedalam sebuah jalanan kecil yang sepi.


“Emilia..kau mau membawa kU ke mana?”tanya Jessi dengan wajah yang mulai ketakutan.


“Diam..dan jangan mencoba untuk memberontak”bentak Emilia


“Apa tujuanmu membawa kU ke tempat ini..apa kau tidak takut dengan kakakku?”


“Bisakah kau sedikit menurut gadis manja?..jika kU bilang diam maka diam!”kali ini dia menatap tajam ke arah Jessi


“Aku tidak takut denganmu”tantang Jessi


“Kau memang tidak bisa menurut rupanya..berikan dia obat bius..”perintah Emilia kepada pengawal.


Dengan gerakan sigap salah satu pengawal menempelkan sapu tangan ke arah hidung Jessi,meskipun ia sempat memberontak namun semua itu sia-sia karena kali ini dia sudah tidak sadarkan diri.


*****


Disisi lain seorang anak laki-laki tengah duduk di depan layar komputer milik sang ibu.Ia sibuk mengetikkan kata-kata untuk membantu seseorang yang ia sebut sebagai daddy.


“Boy...apa yang kau lakukan dengan komputer mommy?”bentak sang ibu ketika mengetahui anaknya berada di depan layar komputer.


“Aku hanya membantu daddy mom”jawabnya enteng.


Pplaakk...


Refleks ia menampar sang anak yang ia rawat selama hampir 5 tanpa kehadiran sosok ayah.Beberapa menit yang lalu ia meninggalkan komputernya setelah berhasil menonaktifkan alat pelacak yang berada di kalung Jessi tapi semua usaha nya di hancurkan oleh sang anak.


“I hate you mom”anaknya berlari keluar dari ruangan itu diikuti dengan air mata yang sudah menetes dari pelupuk matanya.


Tidak ingin terlarut,segera ia menghubungi tuannya untuk menyuruhnya bersiap-siap karena musuhnya akan segera menyerang.


“Tuan musuhmu sudah mengetahui keberadannmu”ucapnya.


Bersambung....


#Haireaders


Mungkin dari kalian beranggapan kalau Albert terlalu bodoh atau apalah didalam cerita ini atau Justin seperti pemeran utama karena dia bertindak lebih cepat dari Albert.Dari awal cerita aku sudah jelaskan bahwa Albert adalah tipe orang yang akan menyerang jika diusik.Selama dia tidak merasa terusik maka dia akan tetap diam.Diam bukan berarti dia tidak memiliki kemampuan,tapi yang perlu kalian ingat “orang hebat tidak perlu menunjukkan bahwa diri hebatnya”.