The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 62



#happyreading


Di dalam ruangannya Justin terlihat mulai geram karena 2 ekor singa yang ia kirim tidak bisa membunuh Albert.Mata nya menatap tajam ke arah layar televisi besar ketika melihat anak dari mantan sahabatnya mulai masuk lebih dalam.Namun tiba-tiba seluruh gambar yang ada di layar televisi itu menghilang,hal itu sontak membuat nya berdiri dari posisi duduknya.


“Kurang ajar...siapa yang telah melakukan semua ini?”teriak Justin.


Anak buah Justin yang berada di dalam ruangan itu menundukkan kepala mereka.


“Siapkan arena bertarung untukku dan Albert..aku sendiri yang akan menghabisi nya”Justin melangkahkan kaki menuju tempat yang sudah ia siapkan.


Masih di dalam gedung yang sama,Lukas,Dareen dan Dion terlihat sibuk membantai sisa musuhnya.Hingga datanglah 2 ekor singa yang telah dijinakkan oleh Albert.


“Wwooww jadi ini tamu yang di maksud Albert?”lukas tersenyum penuh arti ketika 2 ekor singa itu mulai menyerang anak buah Justin.


Beruntung mereka menyempatkan diri untuk melumuri diri mereka dengan tanah sehingga 2 ekor singa itu tidak menyerang mereka.


“Ayo masuk biarkan mereka yang melawan sisa musuh yang ada”ajak Dareen kepada rekannya yang lain.


“Hheeyy aku belum puas bermain sobat”protes Lukas ketika melihat musuh masih berkeliaran.


“Sudahlah Lukas...kau sudah banyak membunuh mereka”kata Dion dengan wajah yang malas.


“Apa aku pernah puas jika berhubungan dengan darah?”tanya Lukas


“Kau bisa membunuh nanti di dalam sana”ucap Dareen yang mulai kesal dengan sisi lain dari sahabatnya.


Mereka bertiga memutuskan untuk masuk ke dalam.Sepanjang perjalanan mereka tidak bertemu dengan musuh lagi sehingga dengan leluasa mereka masuk menyusul Albert.


Albert yang masih terus berjalan menyusuri lorong yang ada di gedung menemukan sebuah pintu yang terbuka dengan lebar.Untuk berjaga-jaga,ia mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke depan.


Dengan gerakan yang sangat pelan ia mulai masuk dan tiba-tiba lampu yang ada di ruangan itu mulai menyala.


“Selamat datang Albert wheeler”sapa Justin sembari duduk di atas kursi kebesarannya.


Dengan cepat Albert mengarahkan pistolnya ke arah Justin.


“Hheeyy jangan terlalu terburu-buru..jika kau berani menembak maka adikmu akan menjadi korbannya.”ucap Justin dengan senyum di bibirnya.


“Jangan bermain-main dengan ku Justin..jika kau ingin selamat maka bebaskan adikku”geram Albert dengan senjata masih ia pegang erat.


“Hahahaha...kau sama sombongnya seperti ayahmu..”Justin tertawa terbahak-bahak.


“Ada masalah apa kau dengan ayahku?”tanya Albert menatap tajam ke arah Justin.


“Dulu aku adalah sahabat ayahmu,lebih tepatnya mantan sahabat setelah dia merebut wanita yang aku cintai dan aku jaga selama ini...”


#Flashback ON


“Apa yang kalian lakukan!”teriak Justin setelah berhasil mendobrak pintu kamar milik wheeler.


Wheeler sangat terkejut melihat keadaannya yang sudah bertelanjang bulat bersama seorang gadis yang merupakan kekasih dari sahabatnya.


“Ini tidak seperti yang kau lihat Justin”ucap wheeler mencoba untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya


“Apa yang ingin kau jelaskan!”justin kembali berteriak ke arah wheeler.


“Kenapa kau tega mengkhianati ku wheeler..dan juga tega mengkhianati xelyn...bagaimana jika dia mengetahui semua ini!”justin terlihat sangat frustrasi.


“Dan kau!!!..kenapa kau tega mengkhianati ku Amora!!!teriaknya kepada wanita yang tengah menangis.


“Aku tidak tahu apa yang telah terjadi..hiks..hiks..hiks”Amora menangis semakin kencang ketika dibentak oleh Justin.


“Aakkhh..mulai saat ini aku memutuskan tali persahabatan kita wheeler dan kau akan menerima akibatnya suatu hari nanti”teriak Justin dan langsung pergi meninggalkan kamar wheeler.


“Aku akan menuntut balas atas sakit hati yang aku rasakan saat ini...Aaakkhhh”Justin meninggalkan mansion wheeler dengan dendam di hati nya.


#Flashback Off


“Dan sekarang aku akan membalas semua itu dengan melihat anak-anaknya mati di tangan ku”geram Justin


“Tunggu apa lagi Bertarunglah dengan ku,kita lihat siapa yang akan mati terlebih dahulu”ledek Albert dengan senyum sinis di wajahnya.


“Albert..”panggil Lukas,Dareen,dan Dion secara bersamaan dengan senjata mereka yang mengarah ke arah Justin.


“Jika kalian berani menembak maka nona cantik yang berada di dalam sana akan menjadi taruhannya”ucap Justin memperingatkan rekan-rekan Albert


“Biarkan aku bertarung dengannya..”ujar Albert yang sudah siap dengan pedang di tangannya.


“Trang”pertarungan pun dimulai,Justin dan juga Albert terlihat memiliki kekuatan yang imbang.Dua mata pedang saling bergesekan dan membuat bergidik ngeri ketika mendengarnya.


Justin terus menyerang Albert,sedangkan Albert menangkis setiap serangan.Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar dari sudut ruangan.


“Tolong..”teriak wanita itu


Suara itu tidak asing bagi Albert,ia mulai kehilangan konsentrasi nya karena suara itu terus mengganggu nya.


“Srett” pedang Justin berhasil melukai bagian perut Albert


“Aakkhh”Albert sedikit memundurkan langkah ketika merasakan sakit di bagian perutnya.


Melihat hal itu Justin mengulum senyum di bibirnya,ia memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali menyerang Albert.


“Srett” Albert kembali mendapat sayatan di bagian lengannya.Ia menahan tubuhnya dengan menancapkan pedang ke dalam tanah.Ketiga sahabatnya benar-benar geram melihat adegan itu.


“Apakah kau sudah selesai Justin?”tanya Albert dengan kepala yang tertunduk


“Aku tidak akan selesai sebelum kau benar-benar mati”ucapnya penuh emosi


“Baiklah mari kita mulai pertarungan yang sebenarnya”


Albert mulai berdiri dan bersiap untuk menyerang.


Trang..trang..trang..


Suara pedang yang berbenturan semakin terdengar nyaring.Jika sebelumnya Albert masih terlihat bersantai,berbeda dengan keadaan saat ini.Ia mengayunkan pedangnya kuat-kuat ke arah Justin.


“Ssrraasshh..” tangan Justin berhasil di potong oleh Albert


“Aakkhhh...”teriak Justin ketika tangan yang memegang pedang di potong oleh Albert.


“Kau terlalu meremehkan kU Justin..sekarang terima lah kekalahanmu”teriak Albert dengan pedang yang sudah mengarah ke leher milik Justin


“Kau melupakan sesuatu Albert..”ucap Justin yang membuat Albert menghentikan gerakan tangannya.


“Bawa dia masuk”perintah Justin.


Seseorang pun masuk dengan sandera yang berada di tangannya.


“Hhmm....”teriak Jessi dari balik kain yang menutup mulutnya.


“Lepaskan adikku Justin!!!!”teriak Albert


Ceklek....


Ketiga sahabat Albert secara serempak menodongkan pistol ketika para anak buah Justin mengepung mereka.


“Turunkan senjata kalian atau nona ini akan menerima akibatnya”ancam Justin


Dengan berat hati mereka menurunkan senjata mereka masing-masing namun tetap dalam keadaan siaga.


“Hahahaha...see kalian tidak akan bisa mengalahkan ku”tawa Justin memenuhi ruangan .


“Sekarang bersiaplah untuk menemui ajalmu...Emilia tembak dia sekarang”perintah Justin


Emilia menganggukkan kepala pertanda setuju dengan perintah yang di berikan oleh sang ayah.


Ddoorr..Ddoorr..Ddoorr..Ddoorr...


Bersambung..