
#happyreading
Justin terlihat berpikir keras sedari tadi,balas dendam adalah satu-satu nya kata yang memenuhi isi kepala nya sejak dulu.Rencana yang ia susun selama bertahun-tahun harus segera terlealisasi,ia sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
“Chiko apakah kau sudah mendapatkan orang yang aku maksud?”tanya Justin dengan serius
“Sudah tuan..kita tinggal menjalankan misi kita saat ini.”jelas chiko yang selalu setia berada di sisi Justin.
“Bagus..kau harus pastikan rencana kali ini tidak akan gagal..aku sudah menyusun rencana ini selama bertahun-tahun lamanya dengan sangat matang”tubuh tegapnya kini berdiri di depan sebuh foto yang sudah di penuhi dengan puluhan anak panah yang ia tancapkan.
“Kau akan melihat anak-anak mu hancur di tanganku wheeler”gumam Justin dalam hati.
*****
Ditempat lain seorang gadis tengah merasakan panas di bagian kuping dan seluruh badannya,tangannya bergetar di dalam tas yang sedang ia obrak-abrik sedari tadi mencari berkas yang ia rasa sudah ia masukkan.
“Bagaimana ini?..kenapa aku seceroboh ini”gerutu nya dalam hati.
“Apa ada kendala?”tanya Vernandez
“Tidak ada uncle..dia hanya sedang mempersiapkan diri”ucap Albert berusaha mengulur waktu.
“Kenapa kau begitu lama..tuan Vernandez sudah menunggumu sedari tadi..kemari kan berkasnya”bisik Albert di telinga Emily.
Emily semakin gugup dengan desakan Albert,ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini,membayangkan Albert murka semakin membuat otaknya tidak berfungsi dengan baik.
“Ma..af tuan seperti berkasnya tertinggal di meja kerja saya”bisik Emily yang mulai pasrah.
Mata tajam Albert mulai menatap Emily dengan intens,ia tidak habis pikir kenapa ia bisa membawa gadis bodoh ini untuk bertemu klien sepenting ini.
Emily memilih menundukkan kepala nya saat ini,ia benar-benar takut dengan tatapan tajam Albert.Ia menarik nafas sejenak dan mengatur strategi,ia harus bisa setenang mungkin saat ini agar pikiran dapat terbuka.
“Aku tidak mau tahu...kau harus bertanggung jawab atas kecerobohan yang kau lakukan..jika sampai kau mengacaukan semua nya maka bersiaplah menerima hukuman dari ku”gertak Albert dengan berbisik.
“Hhuufftt..”menghela nafas panjang Emily mulai mengatur strategi.
Merasa sudah lebih tenang,Emily mencoba mengingat kembali isi berkas-berkas yang ia periksa di kantor tadi.Dengan hati yang mantap Emily berdiri dan memulai meeting.
“Baiklah tuan Vernandez bisa kita mulai meetingnya?”tanya Emily dengan sopan.
“Silakan nona”jawab Vernandez ramah.
“Sebelumnya saya ingin meminta maaf karena kali ini saya akan menyampaikan materi meeting dengan secara lisan..jika dalam penyampaikan materi ada yang tidak tuan mengerti,anda bisa bertanya langsung pada saat itu juga”tutur Emily
Dengan berbekal keyakinan dan percaya diri,Emily mulai menyampaikan materi meeting dengan santai.Ia terlihat begitu mengusai materi yang ada di berkas milik Albert,gaya penyampaiannya pun membuat tuan Vernandez tersenyum puas.Beberapa kali tuan Vernandez mencoba bertanya di sela-sela penyampaian materi Emily dengan tujuan untuk mengganggu konsentrasi Emily.Namun hal itu sama sekali tidak mengganggu Emily,dia masih sangat tenang menyampaikan materi meeting hingga selesai.
“Prok..prok..prok..amazing..perfect”tuan Vernandez memberikan standing applause kepada Emily.
“Hhuuhhh...terima kasih tuan Vernandez anda sangat berlebihan memuji saya”Emily bisa bernafas lega sekarang.
“Pantas saja Dareen tergila-gila dengan wanita ini”gumam Albert dalam hati.
Seulas senyum terukir di wajah tampan Albert,dia tidak menyangka gadis yang ia kira bodoh ini memiliki otak yang jenius,tidak sia-sia dia memberikan kesempatan Emily untuk hidup sampai saat ini.
“Aku rasa tidak ada yang perlu diragukan lagi..aku memang tidak pernah salah memilih rekan bisnis seperti mu..aku merasa sangat beruntung bisa bekerjasama dengan perusahaanmu Albert”puji Vernandez
“Uncle terlalu berlebihan memuji ku”ucap Albert dengan senyum kepuasan.
“Baiklah aku rasa tidak ada hal penting lagi yang akan aku bicarakan..aku minta maaf karena harus meninggalkan kalian,sebab 30 menit lagi aku harus bertemu dengan klien”ucap Vernandez dengan raut wajah memelas.
“Tidak apa uncle..aku bisa mengerti posisi mu.”balas Albert
“Terima kasih untuk pengertiannya..aku permisi”pamit Vernandez
Albert mengantar Vernandez sampai pintu depan cafe.Setelahnya ia kembali ke meja tempat ia melakukan pertemuan tadi.
“Kerja bagus...setidaknya kau tidak sebodoh yang aku kira meskipun kau gadis yang ceroboh”antara memuji dan menghina,kata-kata yang keluar dari mulut Albert memang tidak pernah membuat hati Emily ceria.
Ia berusaha tersenyum di depan Albert menunjukkan rasa senang karena mendapat pujian dari tuannya,meskipun jauh di dalam lubuk hati nya dia mengumpat Albert.
“Dasar tuan bermulut pedas..untuk memujiku saja rasanya sangat berat”umpat Emily dalam hati.
“Jangan mengumpatku...atau kau akan menerima akibatnya.”sindir Albert
Emily melongo mendengar sendiran dari Albert,dia menjadi sedikit takut membayangkan Albert dapat membaca pikiran orang.
“Kenapa dia bisa tahu jika aku sedang mengumpatnya?”gumam Emily dalam hati.
Bersambung
*Hallo readers jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen**💕💕*
Semakin banyak masukan
*semakin semangat untuk menulis**❣️❣️*