
#happyreading
Disebuah taman duduklah 2 orang gadis yang tengah menikmati indahnya hamparan bunga Lily yang begitu luas dengan udara sejuk yang menyegarkan.
“Apa benar kau adalah pengawal pribadi ku?”tanya Jessi memecah keheningan.
“Be..benar nona”Emily sedikit merasa canggung kali ini.
“Benarkah?...tapi kenapa rasanya kau sangat tidak asing bagi ku?...tapi,,sudahlah aku tidak ingin terlalu memaksakan diri”ucap Jessi sambil memejamkan mata menikmati angin segar menerpa wajahnya.
“Ahhh...sepertinya aku melupakan sesuatu”
“Apa itu nona?”
“Siapa nama mu?”
“Nama saya Emilia nona”
“Emilia.....nama yang bagus..hhhmmm setelah aku perhatikan sepertinya kau menyukai kakakku?”tanya Jessi to the point
Ddeegg...
Jantung Emily berdetak kencang dengan semburat merah tomat begitu terlihat jelas menghiasi pipinya yang putih bersih.
“Hey ada apa dengan wajahmu..dan juga kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?..atau kau memang menyukai kakakku?”
Jessi tersenyum jahil ke arah Emily,ia benar-benar senang ketika berhasil menjahili seseorang.
“Ahh..itu nona..saya..”Emily benar-benar merasa gugup.
“Sudahlah jika kau memang menyukai kakakku,aku tidak akan mempermasalahkan itu tapi semua itu akan sedikit sulit karena kakakku sangat susah didekati”
“Benarkah?”refleks Emily menutup mulutnya ketika jawaban spontan terucap dari bibirnya.
“Benar..kakakku adalah orang yang sulit untuk didekati..jika pun kau bisa,kau harus bersiap masuk ke dunia nya yang sedikit keras.”
Emily memilih diam mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Jessi.Saat ini ia masih berusaha untuk mencari jawaban tentang perasaan yang ia rasakan selama ini ketika dekat dengan seorang Albert.
******
Disisi lain chiko sudah mendarat di negara A sesuai dengan perintah dari tuannya.Ia merubah penampilannya hingga identitas yang ia gunakan untuk mengelabuhi musuh.
Saat ini ia sudah berada di sebuah hotel tempat tinggal Emilia selama ia berada negara A.Seorang gadis yang merupakan petugas hotel masuk ke kamar chiko untuk mengantar makan siang untuknya.
“Berikan surat ini kepadanya dan kau lakukan tugasmu seperti yang sudah aku jelaskan padamu.”perintahnya kepada petugas itu.
Sang gadis mengangguk dan berlalu pergi dari kamar chiko menuju kamar Emilia.
Tok...tok..tok..
Ceklek...
Pintu kamar Emilia sudah dibuka dan gadis itu masuk ke dalam kamar Emilia,tidak lupa ia menutup kembali pintu kamar itu.
“Permisi nona saya ingin mengantarkan ini untuk nona”
Tanpa menjawab ucapan dari gadis itu,Emilia membuka tudung saji dan mengambil sepucuk surat yang berada diatas piring.Ia sudah sangat hafal bagaimana cara daddy nya untuk memberikan perintah.Mata nya sibuk mengarah ke kanan dan ke kiri membaca setiap kalimat yang tertulis di dalam surat itu.
“Kenapa daddy selalu menjadikanku pion dalam permainannya?..tidak bisakah dia menganggapku sebagai seorang anak..meskipun aku bukan anak kandungnya?”gumam Emily dalam hati.
Ia memilih diam saat ini,mencoba menerima semua keadaan yang harus ia jalani selama 25 tahun terakhir.Emilia bergegas mengikuti semua arahan yang sudah tertulis jelas di surat itu.
“Bodohnya aku yang selalu mengharapkan untuk menjadi seseorang yang penting di hidup daddy..aku harusnya tahu daddy hanya menjadikanku alat bukan seorang putri”
Tteess..
Air matanya luruh begitu saja ketika ia mengingat semua yang ia lalui selama ini.Dengan sigap ia mengikuti semua instruksi yang sudah tertulis jelas di dalam surat yang telah ia baca.
“Baiklah aku sudah siap”
Emilia keluar dari kamar nya dengan seragam petugas hotel.Dia benar-benar mendalami perannya kali ini,mulai dari baju,make up,postur tubuh menyerupai petugas hotel yang bertugas untuk menggantikannya berada di dalam kamar.
Sesuai instruksi yang tertulis di surat itu,Emilia keluar melalui pintu belakang dan pergi menggunakan sebuah taksi menuju bandara karena saat ini seorang laki-laki sudah menunggu nya disana.Disepanjang perjalanan ia terlihat termenung menatap gedung-gedung tinggi yang berjejer rapi di tepi jalanan.
Tidak lama setelah itu ia sampai di bandara dan benar saja sudah ada seorang laki-laki tengah menunggunya.
“Selamat sore nona..”sapa lelaki itu dengan sopan.
“Tidak usah berbasa basi denganku..aku ingin semua ini selesai dengan cepat”ujarnya sembari melangkah menuju waiting room karena kali ini ia akan menaiki pesawat ekonomi class.
“Semoga setelah ini aku bisa terlepas dari beban hidupku selama ini”gumam Emily dalam hati