
#Happyreading
Mora dan Clara berjalan menuju kamar Emily.Ketika mengetahui Albert telah pergi,mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk mengusik Emily.
“Wah..seperti nya kau sedang mengalami gangguan mental”sindir Clara yang tidak sengaja mendengar jeritan Emily dari luar kamar.
Emily masih terdiam dengan posisi yang masih duduk menyandar.Ia masih sangat kacau saat ini karena fakta yang baru saja ia ketahui.
“Apakah kau berpikir selama ini dia waras?”tanya Mora kepada Clara
“Oh maaf Aunty..aku tidak tahu jika dia mengalami gangguan jiwa..hahahah”gelak tawa Clara dan Mora memenuhi ruangan kamar Emily.
“Bisakah kalian keluar dari kamar ku?”emily benar-benar pusing saat ini menghadapi masalahnya dengan Albert dan sekarang ditambah ia harus menghadapi 2 beo yang tak henti mengoceh
“Ada hak apa kau mengusir kami?....jangan kau pikir karena kau adalah kekasih Albert jadi kau bisa semena-mens di mansion ini”ucap Mora yang mulai Tersulut.
“Tolong mengerti kan aku sekali ini saja..aku sangat pusing dan ingin beristirahat”pinta nya dengan lirih
“Kami pun ingin beristirahat tadi nya tapi suara teriakanmu itu sangat mengganggu kami”imbuh Clara sambil berkacak pinggang.
Emily berpikir sejenak,jujur saat ini ia hanya ingin menyendiri dan tidak ingin diganggu oleh siapa pun.Namun ia sangat yakin 2 betina yang ada Dihadapannya tidak akan melepaskannya begitu saja.
“Mungkin aku bisa memanfaatkan mereka untuk keluar dari mansion ini”gumam Emily dalam hati.
“Apa kalian sangat terganggu dengan keberadaanku?”tanya Emily sembari menurunkan kedua kakinya.
“Ya..kami sangat terganggu dengan keberadaanku”sahut Mora dengan senyum sinis.
“Baiklah aku akan pergi dari mansion ini agar kalian merasa tenang”jawab Emily
“Gadis pintar..kenapa tidak sedari dulu kau pergi dari mansion ini”
“Tapi aku butuh sebuah imbalan untuk itu”tawar Emily
“Hahahaha sudah aku duga kau begitu haus dengan kekayaan putra ku...katakan apa yang kau inginkan”
“Berikan aku 1 buah mobil sekarang juga”
“Hanya itu?..”
Emily menjawab dengan anggukkan kepala.
Mora menekan tombol yang ada di keyboard ponselnya dan menghubungi salah satu pengawal di mansion itu.
“Siapkan satu buah mobil dan parkirkan tepat di depan pintu sekarang juga”perintahnya melalui sambungan telepon.
“Aku sudah memenuhi apa yang kau minta..sekarang cepat bereskan semua barang-barangmu”ucap Mora menatap tajam ke arah Emily.
“Tidak perlu..aku hanya ingin mobil itu saja..sekarang antarkan aku sampai depan pintu agar aku bisa keluar dengan leluasa tanpa ditahan oleh pengawal yang berjaga di depan pintu”
Mora dan Clara keluar mendahului Emily,mereka bertiga berjalan menuju lantai dasar.
Mobil sudah terparkir dengan rapi di depan pintu.
“Berikan kunci mobilnya”titah Mora kepada sang supir.
Tanpa ragu-ragu sang supir menyerahkan kunci itu dan dengan cepat Emily mengambilnya.
“Maaf nona..anda ingin pergi kemana?”tanya salah satu pengawal sembari menahan Emily.
“Biarkan dia pergi..ini perintah dari ku”ucap Mora
Sang pengawal pasrah dan membiarkan Emily naik ke dalam mobil.Setelah beberapa menit mobil itu mulai berjalan dan pergi meninggalkan mansion.Tepat setelah mobil Emily menghilang,Willy datang dari arah belakang setelah mendapat laporan dari salah satu pengawal yang ada disana.
“Biarkan dia pergi”jawab Mora
“Maaf jika saya lancang nyonya..tuan akan sangat marah jika mengetahui semua ini”Willy memberikan Mora sebuah peringatan
“Kau hanya seorang kepala pelayan Willy jadi kau diam saja”
“Nyonya akan menyesali perbuatan nyonya”ucap Willy sembari pergi dari tempat itu.
Di tempat lain mobil yang dikendarai Albert sudah hampir sampai di gerbang utama mansion.Namun tidak sengaja ia mata nya menangkap sebuah mobil yang tidak asing baginya dan di saat yang sama ponsel miliknya berdering.
“Ada apa Willy?”tanya Albert melalui sambungan telepon.
“.......”
“Apa???”suara Albert sedikit berteriak
Mendengar hal itu Albert segera menutup sambungan teleponnya.
“Kejar mobil yang baru saja berpapasan dengan mobil kita”perintah Albert
“Baik tuan”
Dengan cepat Clifton membanting stir ke arah berlawanan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Emily tahu bahwa saat ini Albert pasti sudah mengejarnya.Dengan sekuat tenaga ia melajukan mobilnya secepat mungkin agar tidak bisa dikejar oleh Albert
Namun usaha Emily sia-sia,ia tidak bisa menandingi skil Clifton dalam mengendarai mobil.Secepat kilat kini mobil Albert sudah mendahului mobil yang di kendarai Emily.
Ccciittttt.....
Suara rem mobil Emily terdengar begitu nyaring karena saat ini mobilnya tenang dihadang oleh mobil Albert.
Setelah mobilnya benar-benar berhenti,Emily bergegas turun dari mobil dan berlari meninggalkan mobil itu.
“Aku harus pergi dari sini”gumam Emily
Albert dan Clifton ikut keluar dari mobil yang mereka kendarai.Albert sangat marah saat ini karena Emily telah berani kabur dari nya.
“Tuan apakah kita tidak mengejar nona?”tanya Clifton
“Tidak usah..sebentar lagi dia tidak akan sanggup berlari..”ucap Albert sembari mengeluarkan pistol dari saku jas nya.
Albert mulai mengarahkan pistol itu tepat ke arah Emily yang tengah berlari.Bagaikan seorang pemburu ia mulai membidik sasarannya.
Clifton sedikit terkejut dengan apa yang akan dilakukan oleh tuannya,namun ia mencoba tenang dan menunggu perintah selanjutnya.
“Berlari lah honey...aku akan segera menangkapmu”teriak Albert
“Satu..”
Albert mulai menghitung
“Dua”
“Tiga”
Ddooorrrrr.....
Bersambung....